BSIBSI

INSANtekINSANtek

Pengendali PID merupakan salah satu metode yang paling umum digunakan dalam sistem kontrol industri, khususnya dalam pengaturan kecepatan motor DC. Namun, proses tuning parameter PID secara manual sering kali memerlukan waktu lama dan hasil yang kurang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja pengendali PID yang dituning secara manual (trial and error) dengan pengendali PID yang dioptimasi menggunakan Cuckoo Search Algorithm (CSA) dalam lingkungan simulasi MATLAB Simulink. Simulasi dilakukan pada sistem motor DC penguatan terpisah, yang dirancang untuk menguji performa respon sistem terhadap perubahan kecepatan referensi. Tiga skenario diuji: tanpa pengendali, pengendali PID trial-error, dan PID hasil tuning CSA. Parameter evaluasi meliputi waktu naik (rise time), waktu stabilisasi (settling time), overshoot, dan akurasi steady-state. Hasil simulasi menunjukkan bahwa penggunaan CSA secara signifikan meningkatkan kinerja sistem. Dengan waktu naik sekitar 1 detik dan settling time kurang dari 3 detik tanpa overshoot, sistem menunjukkan performa yang jauh lebih baik dibandingkan metode manual. Selain itu, integrasi fitur anti-windup dalam pengendali PID turut membantu menjaga kestabilan sistem saat terjadi saturasi aktuator. Temuan ini menunjukkan bahwa CSA merupakan alternatif tuning yang efisien dan efektif untuk pengendalian kecepatan motor DC, serta dapat diimplementasikan lebih luas dalam sistem kendali dinamis lainnya.

Berdasarkan hasil simulasi dan analisis yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Cuckoo Search Algorithm (CSA) sebagai metode optimasi untuk tuning pengendali PID pada sistem pengaturan kecepatan motor DC memberikan peningkatan performa yang signifikan dibanding metode tuning manual (trial and error).Model pengendali PID yang dioptimasi dengan CSA mampu menghasilkan respons sistem yang lebih cepat, akurat, dan stabil, ditunjukkan dengan nilai rise time sekitar 1 detik, settling time di bawah 3 detik, serta tanpa overshoot.Selain itu, penerapan fitur anti-windup terbukti efektif dalam menjaga kestabilan sistem saat terjadi saturasi aktuator, sehingga menghindari efek negatif dari fenomena windup yang umum terjadi pada pengendali integral.Dari sisi efisiensi komputasi, pendekatan berbasis CSA juga mengurangi ketergantungan pada pengalaman pengguna dan mempercepat proses tuning tanpa mengorbankan akurasi sistem.Dengan demikian, kombinasi pengendali PID, algoritma Cuckoo Search, dan teknik anti-windup menjadi solusi yang menjanjikan untuk pengendalian kecepatan motor DC secara optimal dan adaptif.Pendekatan ini juga berpotensi untuk diterapkan pada berbagai sistem kendali dinamis lainnya dalam bidang teknik kontrol dan otomasi.

Untuk penelitian lanjutan, dapat dilakukan studi komparatif antara CSA dengan algoritma optimasi lainnya dalam tuning parameter PID untuk sistem kendali motor DC. Selain itu, penelitian dapat dilakukan untuk menguji efektivitas CSA dalam tuning parameter PID untuk sistem kendali motor induksi atau sistem kendali non-linier. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengintegrasikan CSA dengan kontroler cerdas seperti fuzzy-PID atau ANFIS untuk meningkatkan kinerja sistem kendali motor DC.

  1. 0. pdf obj yn krv 8dk 1i z8 ez 4u ody pxev nj nh hakn w8 fh upx doi.org/10.24507/ijicic.16.01.1890 pdf obj yn krv 8dk 1i z8 ez 4u ody pxev nj nh hakn w8 fh upx doi 10 24507 ijicic 16 01 189
  2. Sistem Kontrol Governor Menggunakan Pid Yang Dioptimasi Dengan Metode Cuckoo Search Algorithm (Csa):... doi.org/10.21070/jeee-u.v3i1.2090Sistem Kontrol Governor Menggunakan Pid Yang Dioptimasi Dengan Metode Cuckoo Search Algorithm Csa doi 10 21070 jeee u v3i1 2090
Read online
File size385.87 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test