JURNALEQUIVALENTJURNALEQUIVALENT

Equivalent: Jurnal Ilmiah Sosial TeknikEquivalent: Jurnal Ilmiah Sosial Teknik

Pendahuluan: Penerapan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) terhubung jaringan (on-grid) di sektor industri menuntut kinerja sistem yang optimal dan keandalan operasional yang tinggi, terutama dalam penerapan kebijakan zero-export. Kinerja PLTS dipengaruhi oleh berbagai faktor lingkungan dan teknis, seperti akumulasi debu (soiling), rugi-rugi daya pada kabel DC, serta efektivitas sistem proteksi tegangan berupa Under Voltage Relay (UVR) dan Under Voltage Trip (UVT). Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja sistem PLTS on-grid berkapasitas 308 kWp yang terpasang di kawasan industri Lumajang dengan meninjau pengaruh soiling, rugi-rugi daya kabel DC, penerapan kebijakan zero-export, serta kinerja sistem proteksi UVR/UVT terhadap efisiensi dan stabilitas sistem. Metode: Metode studi kasus digunakan dengan memanfaatkan data operasi aktual yang diperoleh dari sistem pemantauan Huawei FusionSolar. Analisis difokuskan pada parameter kinerja utama, meliputi rasio kinerja (performance ratio/PR), rugi-rugi daya akibat panjang kabel DC, pemanfaatan energi pada kondisi zero-export, serta efektivitas sistem UVR/UVT dalam menjaga stabilitas tegangan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa soiling berdampak signifikan terhadap penurunan kinerja sistem, dengan penurunan PR mencapai 30–40% dibandingkan kondisi optimal. Panjang kabel DC meningkatkan rugi-rugi daya, sementara penerapan zero-export efektif mencegah ekspor energi ke jaringan namun berpotensi menimbulkan energi tidak termanfaatkan. Sistem proteksi UVR/UVT terbukti berfungsi dengan baik dalam menjaga stabilitas tegangan dan mencegah gangguan sistem.

Kinerja PLTS on-grid di industri sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan operasional.Pemeliharaan rutin untuk mengurangi dampak soiling, perancangan kabel DC yang efisien, strategi zero-export yang adaptif, serta sistem proteksi UVR/UVT yang andal sangat penting untuk meningkatkan efisiensi, keandalan, dan stabilitas sistem.

Bagaimana pengembangan sistem pembersihan panel surya otomatis berbasis sensor dapat mengurangi dampak soiling pada kinerja PLTS industri? Bagaimana optimasi desain kabel DC dengan mempertimbangkan lokasi inverter dan ukuran penampang kabel dapat meminimalkan rugi-rugi daya? Bagaimana integrasi sistem penyimpanan energi baterai dengan kebijakan zero-export dapat memanfaatkan energi yang tidak terpakai dan meningkatkan stabilitas sistem PLTS?.

  1. Studi Potensi Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk Mendukung Sistem Ketenagalistrikan di Wilayah... doi.org/10.47970/siskom-kb.v6i2.379Studi Potensi Pemanfaatan Energi Baru Terbarukan EBT untuk Mendukung Sistem Ketenagalistrikan di Wilayah doi 10 47970 siskom kb v6i2 379
  2. Analisis Pemetaan Potensi dan Realisasi Energi Baru Terbarukan (EBT) dengan Pemodelan Determinan Konsumsi... doi.org/10.14710/jebt.2024.22970Analisis Pemetaan Potensi dan Realisasi Energi Baru Terbarukan EBT dengan Pemodelan Determinan Konsumsi doi 10 14710 jebt 2024 22970
  3. Rancangan Pemakaian Modul PV Pada PLTS Sistem Hybrid untuk Skala Rumah Tangga | Techné : Jurnal... ojs.jurnaltechne.org/index.php/techne/article/view/425Rancangan Pemakaian Modul PV Pada PLTS Sistem Hybrid untuk Skala Rumah Tangga Techny Jurnal ojs jurnaltechne index php techne article view 425
Read online
File size889.15 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test