HAMJAHDIHAHAMJAHDIHA
REFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan BudayaREFORM : Jurnal Pendidikan, Sosial, dan BudayaKetergantungan siswa sekolah dasar terhadap gadget telah memunculkan penurunan interaksi sosial dan keterlibatan belajar, khususnya pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) yang menekankan pengembangan kompetensi sosial. Meskipun penelitian mengenai permainan tradisional engklek telah dilakukan, sebagian besar kajian terdahulu berfokus pada aspek motorik dan kognitif, sehingga belum memberikan pemahaman komprehensif mengenai engklek sebagai media pembelajaran kolaboratif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran engklek dalam memperkuat partisipasi, komunikasi, dan kerja sama siswa dalam pembelajaran IPS. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan locus di SD Baiturrohman Jember. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, angket, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi pola partisipasi dan dinamika interaksi siswa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa engklek berkontribusi signifikan dalam menciptakan lingkungan belajar yang aktif, partisipatif, dan berbasis langsung. Selain meningkatkan motivasi dan pengalaman kemandirian siswa, engklek terbukti mengurangi ketergantungan terhadap gadget serta memperkuat nilai kerja sama dan interaksi sosial. Penelitian ini menawarkan kontribusi teoretis berupa pemodelan integrasi permainan tradisional dalam kerangka pedagogis IPS, serta kontribusi praktis berupa strategi pembelajaran berbasis budaya lokal yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan pendidikan dasar kontemporer.
Penelitian ini berhasil menemukan bukti kuat bahwa permainan tradisional engklek sangat efektif digunakan sebagai media pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di sekolah dasar.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 80% siswa menjadi lebih antusias dan 70% siswa lebih mudah memahami materi pelajaran setelah mengikuti pembelajaran dengan metode engklek.Data observasi membuktikan bahwa kegiatan pembelajaran berubah menjadi lebih aktif, dimana siswa terlibat langsung dalam 70% aktivitas belajar, sementara guru berperan sebagai pembimbing.Permainan engklek secara alami mengajarkan siswa untuk bekerja sama, menunggu giliran, dan menghargai pendapat teman.Yang tak kalah penting, penggunaan engklek berhasil mengurangi ketergantungan siswa terhadap gadget selama jam pelajaran.Suasana kelas menjadi lebih hidup dan menyenangkan karena siswa dapat bergerak bebas dan berinteraksi secara langsung.Semua temuan ini membuktikan bahwa engklek dapat menjadi solusi praktis untuk menciptakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna.
Berdasarkan temuan penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji efektivitas model pembelajaran berbasis engklek di berbagai sekolah dengan karakteristik siswa dan lingkungan yang berbeda, guna memperoleh gambaran yang lebih komprehensif mengenai adaptasi dan efektivitasnya. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul pembelajaran berbasis permainan tradisional yang terintegrasi dengan kurikulum IPS secara sistematis, dengan melibatkan guru dalam proses desain untuk memastikan relevansi dan kemudahan implementasi. Ketiga, penelitian kuantitatif dapat dilakukan untuk mengukur dampak jangka panjang dari pembelajaran berbasis engklek terhadap perkembangan sikap sosial siswa, seperti empati, kerja sama, dan toleransi, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan implementasi model ini. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai potensi permainan tradisional dalam meningkatkan kualitas pembelajaran IPS dan membentuk karakter siswa yang positif.
- Desain Pesan Pendidikan Karakter Kebangsaan Siswa SMA di Kota Malang | Habibi | Integralistik. desain... doi.org/10.15294/integralistik.v33i2.37862Desain Pesan Pendidikan Karakter Kebangsaan Siswa SMA di Kota Malang Habibi Integralistik desain doi 10 15294 integralistik v33i2 37862
- The Relationship of The Use of Gadgets with Student’s Sleep Disorder in STIKES Persada... jurnal.stikesphi.ac.id/index.php/kesehatan/article/view/351The Relationship of The Use of Gadgets with StudentyCEs Sleep Disorder in STIKES Persada jurnal stikesphi ac index php kesehatan article view 351
- Penyuluhan Bahaya Penggunaan Gadget Pada Anak-Anak Pada Acara Ramadhan di Lingkungan Maleer, Kecamatan... doi.org/10.56689/padma.v3i1.1022Penyuluhan Bahaya Penggunaan Gadget Pada Anak Anak Pada Acara Ramadhan di Lingkungan Maleer Kecamatan doi 10 56689 padma v3i1 1022
- Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa... doi.org/10.20961/jkc.v11i1.71789Efektivitas Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Proyek Terhadap Peningkatan Keterampilan Sosial Siswa doi 10 20961 jkc v11i1 71789
| File size | 533.17 KB |
| Pages | 12 |
| DMCA | Report |
Related /
LPPPIPUBLISHINGLPPPIPUBLISHING Selain itu, pendekatan ini memperkuat literasi sosial dengan mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata, budaya lokal, dan penggunaan media digital.Selain itu, pendekatan ini memperkuat literasi sosial dengan mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman nyata, budaya lokal, dan penggunaan media digital.
STAIM PROBOLINGGOSTAIM PROBOLINGGO Guru menerapkan pembelajaran yang aktif, partisipatif, dan kontekstual, serta mengevaluasi peserta didik secara holistik dengan mencakup aspek kognitif,Guru menerapkan pembelajaran yang aktif, partisipatif, dan kontekstual, serta mengevaluasi peserta didik secara holistik dengan mencakup aspek kognitif,
UNUUNU Dengan demikian, paradigma pengetahuan dalam Islam bersifat holistik dan transendental, berbeda dari pendekatan Barat yang cenderung dualistik dan fragmentaris.Dengan demikian, paradigma pengetahuan dalam Islam bersifat holistik dan transendental, berbeda dari pendekatan Barat yang cenderung dualistik dan fragmentaris.
PPS IBRAHIMYPPS IBRAHIMY Di sisi lain, lembaga pendidikan tinggi harus mengembangkan pemikiran ilmiah integralistik, yaitu pengetahuan yang dikembangkan oleh manusia dan pengetahuanDi sisi lain, lembaga pendidikan tinggi harus mengembangkan pemikiran ilmiah integralistik, yaitu pengetahuan yang dikembangkan oleh manusia dan pengetahuan
STAIBSLLGSTAIBSLLG Pada tahap perencanaan, guru dapat menyusun rencana pembelajaran ilmu pengetahuan sosial dengan memasukkan nilai-nilai moral yang sesuai dengan materiPada tahap perencanaan, guru dapat menyusun rencana pembelajaran ilmu pengetahuan sosial dengan memasukkan nilai-nilai moral yang sesuai dengan materi
EKASAKTIEKASAKTI Observasi dilakukan pada setiap siklus, sedangkan tes dilaksanakan pada akhir siklus untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwaObservasi dilakukan pada setiap siklus, sedangkan tes dilaksanakan pada akhir siklus untuk mengukur hasil belajar siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
EKASAKTIEKASAKTI Pemilihan strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi Pendidikan Kewarganegaraan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pelaksanaan pembelajaranPemilihan strategi pembelajaran yang sesuai dengan materi Pendidikan Kewarganegaraan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pelaksanaan pembelajaran
EKASAKTIEKASAKTI Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bermain dapat meningkatkan keterampilan gerak dasar lari jarak pendek (sprint) pada siswa kelas V SD NegeriHasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan bermain dapat meningkatkan keterampilan gerak dasar lari jarak pendek (sprint) pada siswa kelas V SD Negeri
Useful /
HAMJAHDIHAHAMJAHDIHA Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman masyarakat lokal, wisatawan, tokoh agama, dan pemerintahDengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi pengalaman masyarakat lokal, wisatawan, tokoh agama, dan pemerintah
EKASAKTIEKASAKTI Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama dua siklus, melibatkan 30 siswa kelas V yang dipantau melalui observasi, kuesioner, tes, dan dokumentasi.Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan selama dua siklus, melibatkan 30 siswa kelas V yang dipantau melalui observasi, kuesioner, tes, dan dokumentasi.
EKASAKTIEKASAKTI Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli mini pada siswa kelas V SD Negeri 18 Kampung Lapai Kecamatan NanggaloTujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar passing bawah bola voli mini pada siswa kelas V SD Negeri 18 Kampung Lapai Kecamatan Nanggalo
EKASAKTIEKASAKTI Dapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar PKN siswa kelas VI SDN 16 Surau NanggaloDapat disimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar PKN siswa kelas VI SDN 16 Surau Nanggalo