AKPERFATMAWATIAKPERFATMAWATI

JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)JIKO (Jurnal Ilmiah Keperawatan Orthopedi)

Model pembelajaran klinis merupakan komponen penting dalam pendidikan keperawatan karena berperan langsung dalam membentuk kompetensi dan kesiapan kerja mahasiswa. Kesiapan kerja adalah indikator kunci keberhasilan proses pendidikan, terutama dalam menghadapi permintaan kompleks dan dinamis praktik keperawatan profesional. Studi ini bertujuan menganalisis pengaruh model pembelajaran klinis terhadap kesiapan kerja mahasiswa keperawatan. Studi menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan analitik deskriptif. Sampel studi terdiri dari 100 mahasiswa akhir program keperawatan yang telah mengikuti praktik klinis, dipilih menggunakan teknik sampling purposive. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur yang mengukur persepsi mahasiswa terhadap model pembelajaran klinis dan tingkat kesiapan kerja mereka, termasuk aspek kompetensi klinis, kepercayaan diri, komunikasi, dan kesiapan profesional. Data dianalisis melalui analisis univariat, bivariat menggunakan uji Chi-Square, dan multivariat menggunakan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar responden menilai model pembelajaran klinis sebagai baik dan memiliki tingkat kesiapan kerja tinggi. Analisis bivariat menunjukkan hubungan signifikan antara model pembelajaran klinis dan kesiapan kerja mahasiswa (p < 0,05). Analisis multivariat mengungkapkan bahwa model pembelajaran klinis adalah faktor dominan yang memengaruhi kesiapan kerja mahasiswa keperawatan setelah dikontrol variabel usia, jenis kelamin, dan lama praktik klinis. Studi ini menyimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran klinis yang efektif dan terstruktur dapat meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa keperawatan. Oleh karena itu, penguatan strategi pembelajaran klinis perlu menjadi prioritas dalam pengembangan kurikulum pendidikan keperawatan.

Studi ini menyimpulkan bahwa model pembelajaran klinis berperan signifikan dalam meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa keperawatan.Pembelajaran klinis yang terstruktur dan didukung oleh instruktur kompeten dapat memperkuat kompetensi klinis, kepercayaan diri, dan keterampilan komunikasi mahasiswa.Lingkungan belajar klinis yang mendukung secara psikologis juga penting untuk menyesuaikan mahasiswa dengan tantangan dunia kerja profesional.Namun, tantangan seperti keterbatasan fasilitas praktik dan stres klinis tetap menjadi hambatan yang perlu diperhatikan dalam pengembangan pendidikan keperawatan.

Studi lanjutan dapat mengeksplorasi efektivitas integrasi simulasi virtual dalam model pembelajaran klinis untuk meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa, terutama di tengah tantangan adaptasi kependidikan jarak jauh. Penelitian juga perlu mengkaji dampak dukungan psikologis dan manajemen stres klinis terhadap kesiapan kerja mahasiswa, dengan membandingkan pendekatan intervensi antara institusi pendidikan yang berbeda. Selain itu, penelitian dapat fokus pada pengembangan model pembelajaran hibrida yang menggabungkan praktik klinis langsung dengan pembelajaran berbasis teknologi untuk memastikan mahasiswa tetap siap menghadapi dinamika industri kesehatan modern.

Read online
File size270.03 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test