STIKES MAJAPAHITSTIKES MAJAPAHIT

MEDICA MAJAPAHITMEDICA MAJAPAHIT

Kebijakan belajar, bekerja, dan beribadah di rumah perlu diperkuat untuk mengurangi penyebaran Covid-19, karena tingginya penularan virus ini meningkatkan tingkat stres di masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh manajemen stres selama pandemi Covid-19 terhadap tingkat stres masyarakat di Dusun Garung, Desa Bangeran, Mojokerto. Desain pra-eksperimen one group pretest-posttest melibatkan 36 responden yang dipilih secara acak sederhana, dan dilaksanakan pada Februari–Maret 2021. Hasil menunjukkan sebelum intervensi sebagian besar responden mengalami stres berat (19 responden; 52,8%), sedangkan setelah manajemen stres sebagian besar beralih ke stres sedang (23 responden; 63,9%). Uji Wilcoxon menghasilkan p = 0,000, menunjukkan pengaruh signifikan manajemen stres terhadap penurunan tingkat stres masyarakat. Intervensi berupa ceramah agama, pembacaan surat Yasin, istighosah, dan doa dinilai efektif menurunkan stres selama pandemi.

Sebagian besar responden mengalami tingkat stres berat sebelum intervensi manajemen stres.Setelah diberikan manajemen stres, sebagian besar responden beralih ke tingkat stres sedang.Uji statistik Wilcoxon menunjukkan adanya pengaruh manajemen stres selama pandemi Covid-19 terhadap penurunan tingkat stres masyarakat di Dusun Garung, Desa Bangeran, Mojokerto.

Penelitian selanjutnya dapat menggunakan desain eksperimen acak terkendali (randomized controlled trial) untuk membandingkan efektivitas manajemen stres berbasis spiritual, seperti ceramah agama, pembacaan surat Yasin, istighosah, dan doa, dengan pendekatan relaksasi fisik, misalnya latihan pernapasan terukur, peregangan ringan, atau meditasi terstruktur, sehingga dapat diketahui mana metode yang paling signifikan menurunkan tingkat stres pada masyarakat pedesaan selama pandemi Covid-19. Selain itu, studi lebih lanjut perlu memasukkan pengukuran psikofisiologis seperti kadar kortisol saliva, denyut jantung variabilitas, maupun rekaman gelombang otak (EEG) sebagai indikator objektif perubahan stres, sehingga dapat terungkap mekanisme kerja intervensi di tingkat tubuh dan otak. Selanjutnya, riset dengan rentang waktu tindak lanjut minimal enam bulan dapat mengamati keberlanjutan efek manajemen stres dan pola coping masyarakat pasca pandemi, serta mengidentifikasi faktor demografis, seperti usia, tingkat pendidikan, atau jenis pekerjaan, yang memoderasi respon terhadap intervensi. Dengan ketiga ide penelitian ini, diharapkan dapat diperoleh bukti ilmiah yang lebih komprehensif mengenai strategi pengelolaan stres efektif pada krisis kesehatan global di wilayah pedesaan.

  1. #mahasiswa universitas#mahasiswa universitas
  2. #anak usia sekolah#anak usia sekolah
Read online
File size413.25 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-121
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test