JPRJPR
Jurnal Plastik RekonstruksiJurnal Plastik RekonstruksiNutrisi memegang peranan yang sangat penting dalam proses penyembuhan luka. Kekurangan nutrisi dapat memperlambat proses penyembuhan luka dan berakibat luka menjadi luka kronis. Salah satu nutrisi yang jarang dibahas adalah BCAA (Branched Chain Amino Acid). BCAA merupakan asam amino esensial berantai dan melalui beberapa penelitian dipercaya dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Studi ini ingin mengetahui efek BCAA terhadap proses penyembuhan luka. Dari studi didapatkan BCAA dapat meningkatkan serum albumin dengan cara melalui mekanisme inhibisi dari formasi mRNA-PTB (Polypyrimidine Tract-binding Protein) di sel hepar sehingga dapat mengaktivasi dan mempercepat proses penyembuhan luka. Pemberian BCAA sebagai terapi tunggal tidak optimal, sehingga dibutuhkan terapi kombinasi dengan asam amino esensial lainnya. BCAA dapat diberikan secara peroral, nutrisi enteral, parenteral, dan topikal.
BCAA adalah asam amino esensial yang dapat membantu dalam proses penyembuhan luka.Namun, ketersediaan asam amino esensial lainnya seperti glutamin, arginin, glisin, dan lainnya diperlukan untuk mengoptimalkan efektivitasnya.BCAA dapat diberikan secara oral, parenteral, enteral, atau topikal sebagai perban luka.Dosis maksimum yang dapat ditoleransi untuk leucine, isoleucine, dan valine adalah 500 mg/kg/hari.Penting untuk diingat bahwa suplemen BCAA harus digunakan dengan hati-hati pada individu dengan komorbiditas seperti diabetes dan gangguan psikiatrik.
Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk mengeksplorasi lebih lanjut interaksi antara BCAA dengan asam amino esensial lainnya dalam proses penyembuhan luka. Selain itu, studi klinis yang lebih luas dapat dilakukan untuk mengkonfirmasi efektivitas BCAA dalam mempercepat penyembuhan luka, terutama pada pasien dengan luka kronis atau luka akibat diabetes. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk menyelidiki mekanisme spesifik di mana BCAA bekerja dalam mengaktifkan dan mempercepat proses penyembuhan luka, serta mengidentifikasi target terapeutik potensial untuk intervensi nutrisi.
| File size | 702.94 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
POLKESBANPOLKESBAN Data dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memvisualisasikan pola sitasi, kolaborasi penulis, dan klaster tematik. Temuan menunjukkan tiga tema utama:Data dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memvisualisasikan pola sitasi, kolaborasi penulis, dan klaster tematik. Temuan menunjukkan tiga tema utama:
POLKESBANPOLKESBAN Metodologi Lean Six Sigma (LSS) secara konsisten menunjukkan peningkatan efisiensi operasional di berbagai fasilitas kesehatan, terutama dalam mengurangiMetodologi Lean Six Sigma (LSS) secara konsisten menunjukkan peningkatan efisiensi operasional di berbagai fasilitas kesehatan, terutama dalam mengurangi
POLKESBANPOLKESBAN Salah satu pendekatan yang efektif adalah pembelajaran yang bersifat interaktif dan partisipatif, seperti game kognitif proaktif. Penelitian ini bertujuanSalah satu pendekatan yang efektif adalah pembelajaran yang bersifat interaktif dan partisipatif, seperti game kognitif proaktif. Penelitian ini bertujuan
MERCUBAKTIJAYAMERCUBAKTIJAYA Metode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan edukatif–partisipatif melalui edukasi, demonstrasi, dan pendampingan langsung kepada 10 pasienMetode: Kegiatan pengabdian dilaksanakan dengan pendekatan edukatif–partisipatif melalui edukasi, demonstrasi, dan pendampingan langsung kepada 10 pasien
STIKES ISFISTIKES ISFI Upaya standardisasi simplisia dan ekstrak diperlukan untuk menjamin mutu, keamanan, dan konsistensi efektivitasnya sebagai fitofarmaka. Penelitian iniUpaya standardisasi simplisia dan ekstrak diperlukan untuk menjamin mutu, keamanan, dan konsistensi efektivitasnya sebagai fitofarmaka. Penelitian ini
JPRJPR Selain itu, cedera terkait ditemukan pada 88,5% kasus, dengan modalitas tata laksana utama berupa open reduction internal fixation (ORIF) yang dikombinasikanSelain itu, cedera terkait ditemukan pada 88,5% kasus, dengan modalitas tata laksana utama berupa open reduction internal fixation (ORIF) yang dikombinasikan
UNDHIRA BALIUNDHIRA BALI Keluhan ini secara prevalensi lebih sering ditemui dan berkaitan dengan kegiatan olahraga. Nyeri ini muncul akibat suatu proses inflamasi pada otot, tendon,Keluhan ini secara prevalensi lebih sering ditemui dan berkaitan dengan kegiatan olahraga. Nyeri ini muncul akibat suatu proses inflamasi pada otot, tendon,
UNIBAUNIBA Penelitian ini menggunakan desain True Eksperimental dengan memberikan madu dan ekstrak etanol daun kelor dalam sediaan gel untuk mempengaruhi percepatanPenelitian ini menggunakan desain True Eksperimental dengan memberikan madu dan ekstrak etanol daun kelor dalam sediaan gel untuk mempengaruhi percepatan
Useful /
POLKESBANPOLKESBAN Intervensi digital menarik dan inovatif, tetapi efektivitasnya bervariasi tergantung pada kualitas konten dan adaptasi budaya.metode tradisional tetapIntervensi digital menarik dan inovatif, tetapi efektivitasnya bervariasi tergantung pada kualitas konten dan adaptasi budaya.metode tradisional tetap
PBNSURABAYAPBNSURABAYA Hasil penelitian ini mengumkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pelaksanaan komunikasi SBAR dan buadaya keselamatan pasien di RSU Madina Bukittinggi.Hasil penelitian ini mengumkapkan adanya hubungan yang signifikan antara pelaksanaan komunikasi SBAR dan buadaya keselamatan pasien di RSU Madina Bukittinggi.
PBNSURABAYAPBNSURABAYA Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya gambaran distribusi frekuensi respect dalam komunikasi efektif perawat di ruang rawat inap, diketahuinyaTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya gambaran distribusi frekuensi respect dalam komunikasi efektif perawat di ruang rawat inap, diketahuinya
UNTAGUNTAG Hasil analisis adalah: 1) R = 0,181, F = 2,179, p = 0,177 (p > 0,05). Kematangan emosi dan efikasi-diri secara simultan tidak berhubungan dengan perilakuHasil analisis adalah: 1) R = 0,181, F = 2,179, p = 0,177 (p > 0,05). Kematangan emosi dan efikasi-diri secara simultan tidak berhubungan dengan perilaku