Q2LIIQ2LII

JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKATJURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) merupakan salah satu upaya preventif dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan sekolah. Kurangnya kesadaran siswa dalam menerapkan PHBS dapat meningkatkan risiko penyakit infeksi seperti diare dan ISPA. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan praktik PHBS pada siswa SD N 1 Abab melalui metode edukatif yang interaktif dan berbasis praktik langsung. Penyuluhan dilakukan dengan metode ceramah, demonstrasi praktik mencuci tangan, serta evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas program. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam perilaku hidup sehat siswa, di mana kebiasaan mencuci tangan meningkat dari 50% menjadi 85%, pola makan sehat dari 67% menjadi 90%, dan kunjungan ke posyandu dari 50% menjadi 78%. Dengan hasil ini, dapat disimpulkan bahwa penyuluhan berbasis praktik langsung കാര്യ과 interaktif efektif dalam meningkatkan kesadaran dan perilaku hidup sehat siswa. Keberlanjutan program ini dapat ditingkatkan dengan pemantauan berkala, dukungan aktif dari tenaga pendidik, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana edukasi tambahan.

Penyuluhan PHBS di SD N 1 Abab berhasil meningkatkan pemahaman dan perilaku siswa, terutama mencuci tangan, pola makan sehat, dan kesadaran pemeriksaan kesehatan.Metode edukasi berbasis praktik langsung dan interaktif efektif meningkatkan partisipasi siswa, namun keberlanjutan program masih tergantung pada pendampingan berkelanjutan, pengawasan rutin, dan pemanfaatan media digital.Oleh karena itu, monitoring berkala diperlukan agar dampak positif penyuluhan dapat dipertahankan dan menjadi bagian budaya di sekolah serta keluarga.

Pertama, perlu diteliti dampak penggunaan aplikasi mobile interaktif dalam memantau praktik mencuci tangan siswa di SD N 1 Abab, termasuk tingkat kepatuhan dan motivasi yang berkurang. Kedua, peneliti dapat mengevaluasi peran guru dan orang tua dalam sistem monitoring online berbasis web untuk menilai efektivitas pengawasan rutin terhadap perilaku hidup sehat. Ketiga, studi longitudinal jangka panjang dapat mengukur butuh jangka waktu berapa lama peningkatan kebiasaan PHBS dapat dipertahankan setelah program penyuluhan selesai. Keempat, penelitian tambahan dapat membandingkan metode penyuluhan tradisional dan digital dalam meningkatkan pengetahuan siswa tentang nutrisi seimbang. Kelima, analisis data dapat membantu merancang materi edukasi berbasis permainan yang lebih menarik bagi anak usia dini. Keenam, studi dapat meninjau bagaimana media sosial dapat difungsikan sebagai platform difusi informasi kesehatan kepada komunitas sekolah. Ketujuh, penelitian dapat mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan program PHBS di lingkungan sekolah. Kedelapan, evaluasi ketersediaan fasilitas sanitasi di rumah siswa dapat memberi insight tentang intervensi tambahan yang diperlukan. Kesembilan, kolaborasi dengan lembaga kesehatan setempat dapat mengoptimalkan sumber daya bagi program berkelanjutan. Kesepuluh, akhirnya, hasil penelitian dapat disebarluaskan melalui workshop bagi guru dan orang tua.

  1. Penyuluhan PHBS Pada Anak Sekolah Dasar di SDN 1 Dukuhmencek Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Perilaku... diankes.pubmedia.id/index.php/diankes/article/view/6Penyuluhan PHBS Pada Anak Sekolah Dasar di SDN 1 Dukuhmencek Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Perilaku diankes pubmedia index php diankes article view 6
Read online
File size605.94 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test