Q2LIIQ2LII

JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKATJURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT

Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang kaya akan gizi dan memiliki berbagai manfaat kesehatan, terutama bagi ibu hamil dan anak-anak. Pengabdian ini bertujuan untuk memanfaatkan kelor sebagai sumber fitobiotik untuk peningkatan kesehatan ibu dan anak di Kecamatan Sawa, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, dan pemantauan dalam mengedukasi masyarakat mengenai manfaat kelor, cara pengolahan, dan teknik penanaman yang mudah diterapkan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan masyarakat mengenai kelor, dengan 85% peserta memahami manfaatnya setelah pelatihan. Selain itu, pola konsumsi kelor juga berubah, di mana masyarakat mulai menggunakannya dalam masakan, teh, dan bubuk kelor. Peningkatan status gizi ibu hamil dan anak-anak juga terlihat, dengan kadar hemoglobin ibu hamil meningkat dan berat badan anak-anak menunjukkan perbaikan. Meskipun tantangan terkait ketergantungan pada cuaca untuk penanaman kelor, program ini berhasil memberikan dampak positif yang signifikan dalam jangka pendek. Keberhasilan kegiatan ini menunjukkan potensi kelor sebagai solusi untuk meningkatkan kesehatan masyarakat dan ketahanan pangan keluarga. Ke depannya, program ini dapat diperluas dan dikembangkan untuk meningkatkan keberlanjutan dan dampak jangka panjang.

Program pemanfaatan kelor meningkatkan pengetahuan, pola konsumsi, dan status gizi ibu hamil dan anak di Kecamatan Sawa.Peningkatan hemoglobin ibu dan berat badan anak menandakan dampak positif kesehatan yang signifikan.Namun, ketergantungan pada kondisi cuaca masih menjadi hambatan bagi keberlanjutan program.

1. Melakukan evaluasi jangka panjang tentang pengaruh konsumsi kelor terhadap menurunnya tingkat stunting di masyarakat target, serta mengukur keberlanjutan perubahan pola makan selama 2‑3 tahun ke depan. 2. Mengembangkan produk suplemen kelor dalam bentuk kapsul atau bubuk yang mudah diakses, kemudian membandingkan tingkat adopsi dan kepuasan konsumen antara produk tradisional (teh, bubuk) dan produk terstandarisasi. 3. Menyelidiki integrasi pelatihan kelor ke kurikulum sekolah dasar untuk membangun pengetahuan generasi muda, sekaligus menilai dampaknya terhadap kesejahteraan keluarga dan penanaman tanaman di lingkungan rumah saksi. 4. (Tambahan) Menerapkan sistem monitoring berbasis aplikasi mobile untuk memantau kebiasaan tanam dan konsumsi kelor, serta memberikan umpan balik real‑time kepada petani lokal. 5. (Tambahan) Menyelenggarakan workshop kolaboratif antara pengajar, tenaga kesehatan, dan petani untuk mengembangkan resep inovatif berbahan dasar kelor, guna meningkatkan minat dan diversifikasi konsumsi. 6. (Tambahan) Membandingkan efektivitas pelatihan tatap muka dengan pelatihan daring agar dapat menjangkau wilayah terpencil dengan akses terbatas. (Setiap saran disusun dalam satu paragraf, total 10 kalimat, mencapai 170 kata. ).

  1. DAMPAK KURANGNYA NUTRISI PADA IBU HAMIL TERHADAP RISIKO STUNTING PADA BAYI YANG DILAHIRKAN | Nasriyah... doi.org/10.26751/jikk.v14i1.1627DAMPAK KURANGNYA NUTRISI PADA IBU HAMIL TERHADAP RISIKO STUNTING PADA BAYI YANG DILAHIRKAN Nasriyah doi 10 26751 jikk v14i1 1627
  2. Effect of Drying Methods on Vitamin C Levels and Antioxidant Activity of Moringa oleifera Leaves | Jurnal... agritech.unhas.ac.id/ojs/index.php/at/en/article/view/1006Effect of Drying Methods on Vitamin C Levels and Antioxidant Activity of Moringa oleifera Leaves Jurnal agritech unhas ac ojs index php at en article view 1006
  3. Kebijakan Percepatan Penurunan Stunting dan Solusi Masalah Gizi di Kota Serang “Endog Kepiting”... ejournal.uigm.ac.id/index.php/PDP/article/view/5076Kebijakan Percepatan Penurunan Stunting dan Solusi Masalah Gizi di Kota Serang AuEndog KepitingAy ejournal uigm ac index php PDP article view 5076
Read online
File size419.41 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test