STIK SAMSTIK SAM

Jurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan KesehatanJurnal Ilmiah Manuntung: Sains Farmasi Dan Kesehatan

Masyarakat Budaya Pampang masih memegang tradisi penggunaan obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik masyarakat Kelurahan Budaya Pampang yang menggunakan obat tradisional untuk penyakit hipertensi dan pola penggunaan obat tradisional untuk penyakit hipertensi pada masyarakat. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling dengan 48 responden. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden terbanyak adalah laki-laki (54,2%), berusia >45 tahun (81,2%), pendidikan SD (41,7%), pekerjaan IRT (39,6%), lama menderita hipertensi >1 tahun (77,1%), dan lama mengkonsumsi obat tradisional >1 tahun (64,6%). Jenis tanaman yang paling banyak digunakan adalah daun salam (16,7%), bentuk sediaan terbanyak yaitu sediaan segar (91,7%), cara pengolahan terbanyak dengan cara direbus (68,7%), frekuensi penggunaan 2x sehari (43,8%). Alasan menggunakan obat tradisional karena harganya lebih murah (89,6%), mudah didapat atau ditanam sendiri (81,3%), dan mudah disiapkan atau diracik (79,2%). Berdasarkan hasil penelitian terdapat 16 spesies tanaman obat berkhasiat sebagai antihipertensi yang dapat menjadi dasar pengembangan obat di masa depan.

Karakteristik responden terbanyak adalah responden dengan rentang umur 46-65 tahun (58,3%), jenis kelamin laki-laki (54,2%), pendidikan terakhir SD (41,7%), pekerjaan IRT (39,6%), lama menderita hipertensi lebih dari 1 tahun (77,1%), dan lama mengkonsumsi obat tradisional lebih dari 1 tahun (64,6%).Pola penggunaan obat tradisional berdasarkan pemilihan tanaman yang terbanyak adalah daun salam (16,7%), bentuk sediaan yang banyak digunakan yaitu sediaan segar (91,7%), tanaman yang paling banyak dilakukan pengolahan dengan cara direbus (68,7%), frekuensi penggunaan 2 kali sehari (43,8%).Alasan penggunaan obat tradisional karena harga obat herbal lebih murah (89,6%), obat herbal mudah didapat atau ditanam sendiri (81,3%), obat herbal mudah disiapkan atau diracik (79,2%), khasiat obat herbal sama dengan obat sintetik (52,1%), obat herbal mengandung berbagai senyawa aktif yang berkhasiat (64,6%), obat herbal tidak memiliki efek samping yang merugikan (72,9%), tidak sembuh dengan obat sintetik (35,4%), dan obat herbal aman dikonsumsi kapan saja (68,8%).

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat 16 spesies tanaman obat berkhasiat sebagai antihipertensi. Penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengisolasi senyawa aktif dari tanaman-tanaman tersebut, serta mengevaluasi efektivitas dan keamanan penggunaan obat tradisional dalam pengobatan hipertensi. Selain itu, studi komparatif antara obat tradisional dan obat konvensional dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas, keamanan, dan biaya pengobatan. Penelitian juga dapat fokus pada pengembangan formulasi obat tradisional yang lebih efektif dan mudah digunakan, serta mengeksplorasi potensi sinergi antara obat tradisional dan pengobatan konvensional untuk meningkatkan hasil pengobatan hipertensi.

  1. GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL UNTUK PENYAKIT HIPERTENSI PADA MASYARAKAT KELURAHAN BUDAYA PAMPANG... doi.org/10.51352/jim.v10i2.866GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT TRADISIONAL UNTUK PENYAKIT HIPERTENSI PADA MASYARAKAT KELURAHAN BUDAYA PAMPANG doi 10 51352 jim v10i2 866
Read online
File size350.66 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test