YARSIYARSI

Junior Medical JournalJunior Medical Journal

Latar belakang penelitian ini menunjukkan bahwa remaja putri memiliki kebutuhan tidur yang signifikan terhadap pembentukan hemoglobin, yang berperan penting dalam transportasi oksigen. Penelitian ini menggunakan desain cross‑sectional dengan 30 responden usia 12‑18 tahun dari desa Medong, Pandeglang, dan mengumpulkan data melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index serta tes hemoglobin. Hasilnya menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kualitas tidur yang buruk dan prevalensi anemia (p<0,05), sehingga disimpulkan bahwa kualitas tidur yang buruk berkontribusi pada tingginya prevalensi anemia pada remaja putri di wilayah tersebut.

Penelitian ini menemukan bahwa kualitas tidur yang buruk berkorelasi signifikan dengan prevalensi anemia pada remaja putri di desa Medong.Dari 30 peserta, 12,1 % mengalami anemia, dan semua kasus anemia terjadi pada peserta dengan kualitas tidur buruk.Oleh karena itu, kualitas tidur harus menjadi fokus intervensi untuk mencegah anemia pada remaja putri.

Solusi pertama adalah mengevaluasi secara rutin pola tidur dan status hemoglobin remaja di sekolah, sehingga dapat segera ditindaklanjuti bila ditemukan anomali; solusi kedua mengajukan studi longitudinal untuk meninjau dampak intervensi tidur—seperti pendidikan kebiasaan tidur awal, pengurangan layar, dan sleep hygiene—terhadap peningkatan kadar hemoglobin; solusi ketiga menggandeng lembaga kesehatan masyarakat dan bulu kota untuk mengintegrasikan program peningkatan kualitas tidur dan suplementasi zat besi ke dalam agenda kebijakan kesehatan remaja, sehingga dapat dicapai sinergi antara diet, imunisasi, dan pola hidup sehat.

Read online
File size241.99 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test