Q2LIIQ2LII

JURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKATJURNAL LENTERA ILMIAH PENGABDIAN MASYARAKAT

Perempuan menopause yang menjalani mastektomi menghadapi tantangan fisik dan psikologis yang kompleks, termasuk perubahan citra tubuh, perasaan rendah diri, dan kecemasan terhadap masa depan. Mastektomi adalah tindakan operasi yang bertujuan untuk mengangkat jaringan payudara sebagai salah satu bentuk penatalaksanaan kanker payudara. Wanita menopause yang menjalani prosedur ini kerap menghadapi beragam tantangan, baik dari aspek fisik, mental, maupun sosial. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup perempuan menopause pasca mastektomi melalui edukasi psikososial, pelatihan manajemen diri, dan penguatan dukungan kelompok sebaya. Metode pelaksanaan berupa penyuluhan, diskusi kelompok terarah (FGD), dan cipher pelatihan coping mechanism. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta terhadap kondisi pasca mastektomi dan meningkatnya rasa percaya diri. Kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang dapat direplikasi di fasilitas pelayanan kesehatan lainnya.

Kegiatan pengabdian masyarakat berhasil meningkatkan pemahaman, kepercayaan diri, dan kualitas hidup perempuan menopause pasca mastektomi.Rekomendasi utama meliputi perlunya dukungan berkelanjutan melalui komunitas pendamping, peningkatan peran tenaga kesehatan dalam pemberian edukasi empati, dan integrasi program dukungan psikososial ke dalam layanan rawat jalan onkologi dan ginekologi.Oleh karena itu, perlu memperkuat peran tenaga kesehatan, terutama perawat dan bidan, sebagai fasilitator konseling emosional dan pendampingan pasien kanker payudara pada kelompok usia menopause.

1. Menyelidiki dampak jangka panjang intervensi psikososial terhadap kualitas hidup perempuan menopause pasca mastektomi melalui studi longitudinal yang mencakup variabel budaya, sosial ekonomi, dan dukungan keluarga. 2. Mengembangkan dan mengevaluasi platform dukungan digital berbasis komunitas yang terintegrasi dengan program edukasi lokal, guna memperluas jangkauan intervensi psikososial bagi kelompok perempuan yang sulit diakses secara fisik. 3. Mempertimbangkan peran pelatihan pengasuh keluarga dalam memperkuat sistem dukungan emosional, serta mengkaji dampaknya terhadap tingkat kepuasan dan pemulihan psikologis pasien. 4. Menganalisis preferensi dan kebutuhan perempuan menopause di berbagai wilayah, baik urban maupun rural, untuk menyesuaikan teknologi dan metode penyampaian intervensi, sehingga terjadi adopsi dan keberlanjutan yang lebih tinggi. 5. Menginvestigasi hubungan antara strategi coping individu dan hasil kesehatan mental pada pasien kanker payudara pasca mastektomi, guna mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung adaptasi yang efektif. 6. Mengamati efek kolaborasi lintas sektor—seperti antara lembaga kesehatan, LSM, dan universitas—dalam penyelenggaraan program edukasi dan dukungan psikososial, sehingga menciptakan model layanan terpadu yang berkelanjutan.

Read online
File size300.6 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test