SARI MUTIARASARI MUTIARA

JURNAL PSYCHOMUTIARAJURNAL PSYCHOMUTIARA

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan proses penerimaan diri pada individu dewasa awal yang mengalami disabilitas fisik akibat kecelakaan serius dan mengidentifikasi tantangan yang dihadapi selama proses tersebut. Partisipan penelitian adalah lima laki‑laki dewasa awal (usia 20‑35 tahun) dengan disabilitas fisik akibat kecelakaan serius. Metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan wawancara mendalam digunakan untuk mengumpulkan data. Hasil menunjukkan bahwa partisipan melalui lima tahap penerimaan diri: respon emosional awal, rasa ingin tahu, toleransi, membiarkan ketidaknyamanan hadir, dan penerimaan diri akhir. Tantangan yang dihadapi meliputi psikologis (kehilangan kepercayaan diri, trauma), sosial (diskriminasi, pandangan negatif), dan ekonomi (tekanan untuk mempertahankan pendapatan). Penelitian ini memberikan wawasan bagi individu dengan disabilitas untuk lebih memahami proses penerimaan dan mendorong masyarakat membangun empati serta rasa hormat terhadap penyandang disabilitas.

Proses self acceptance pada penyandang disabilitas fisik dewasa awal akibat kecelakaan serius berlangsung melalui lima tahapan yang mendukung teori Germer.respon emosional awal, rasa ingin tahu, toleransi, membiarkan ketidaknyamanan hadir, dan penerimaan diri.Setiap individu memiliki rentang waktu yang berbeda (2 bulan hingga 2 tahun) dalam mencapai penerimaan diri.Tantangan yang dihadapi meliputi aspek psikologis, sosial, dan ekonomi, sedangkan faktor pendukungnya adalah rasa ikhlas, pendekatan spiritual, dukungan sosial, dan fokus pada pengembangan potensi.

Penelitian selanjutnya dapat meneliti bagaimana intervensi berbasis komunitas dapat mempercepat pergerakan peserta melalui tahap‑tahap self acceptance, dengan menanyakan pertanyaan seperti: Apakah program dukungan sosial berbasis komunitas mengurangi waktu yang dibutuhkan untuk mencapai penerimaan diri pada penyandang disabilitas fisik dewasa awal? Investigasi lebih lanjut dapat melibatkan peneliti kualitatif dan kuantitatif untuk menilai efektivitas pendekatan spiritual dalam meningkatkan kepercayaan diri, dengan mengajukan pertanyaan penelitian: Bagaimana pemodelan spiritual berkontribusi pada peningkatan kepercayaan diri dan pengurangan stres psikologis pada penyandang disabilitas? Terakhir, studi longitudinal dapat mengevaluasi dampak jangka panjang faktor ekonomi dan akses pendapatan terhadap stabilitas emosional dan kualitas hidup penyandang disabilitas, dengan menanyakan: Bagaimana ketahanan ekonomi memengaruhi proses self acceptance dan kualitas hidup jangka panjang pada penyandang disabilitas fisik setelah kecelakaan serius?.

  1. PERAN PENTING PENDIDIKAN JASMANI TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER | Jurnal Ilmiah Spirit. peran pendidikan... doi.org/10.36728/jis.v24i2.3553PERAN PENTING PENDIDIKAN JASMANI TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER Jurnal Ilmiah Spirit peran pendidikan doi 10 36728 jis v24i2 3553
  2. The theory of planned behavior: Frequently asked questions. theory planned behavior frequently asked... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/hbe2.195The theory of planned behavior Frequently asked questions theory planned behavior frequently asked onlinelibrary wiley doi 10 1002 hbe2 195
Read online
File size173.02 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test