UNMUNM

Jurnal Psikologi Pendidikan dan KonselingJurnal Psikologi Pendidikan dan Konseling

Optimisme karier merupakan faktor penting yang memengaruhi kesiapan mahasiswa dalam menghadapi dunia kerja. Mengingat besarnya tantangan ketidakpastian karier di era sekarang, pemahaman mengenai tingkat optimisme karier mahasiswa menjadi relevan untuk diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan tingkat optimisme karier mahasiswa di Jakarta. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan partisipan sebanyak 866 mahasiswa aktif dari beberapa perguruan tinggi di Jakarta. Instrumen yang digunakan adalah Career Futures Inventory (CFI) subskala Career Optimism yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Instrumen ini telah teruji validitas konstruk melalui analisis korelasi item-total (r ≥ 0,30) serta memiliki reliabilitas yang tinggi dengan nilai Cronbachs Alpha sebesar 0,85, sehingga layak digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa berada pada kategori optimisme tinggi (37,8%) dan sedang (29,8%), yang mengindikasikan adanya pandangan positif mahasiswa terhadap masa depan karier mereka. Temuan ini menekankan pentingnya dukungan karier di perguruan tinggi untuk meningkatkan kesiapan kerja mahasiswa. Selain itu, hasil penelitian memberikan dasar bagi pengembangan intervensi psikologis berbasis kampus yang berfokus pada peningkatan keyakinan diri, efikasi karier, serta pemahaman tentang dunia kerja sejak dini.

Berdasarkan analisis terhadap 866 mahasiswa dari berbagai universitas di Jakarta, dapat disimpulkan bahwa secara umum mahasiswa memiliki tingkat optimisme karier yang cukup baik.Mayoritas responden masuk dalam kategori optimisme tinggi (37,8%) dan sedang (29,8%).Tingginya tingkat optimisme ini menunjukkan bahwa mahasiswa Jakarta memiliki harapan dan keyakinan positif dalam mengejar ambisi karier mereka di masa depan.Namun, perlu diperhatikan bahwa sekitar 30% mahasiswa menunjukkan tingkat optimisme yang rendah hingga sangat rendah, yang mengindikasikan perlunya intervensi dan dukungan yang lebih terarah.

Berdasarkan temuan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi faktor-faktor spesifik yang memengaruhi tingkat optimisme karier mahasiswa di Jakarta, seperti dukungan sosial, pengalaman magang, atau kualitas pendidikan. Kedua, penting untuk meneliti bagaimana tingkat optimisme karier berkorelasi dengan variabel lain seperti kepuasan belajar, kemampuan adaptasi, dan kinerja kerja. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan dan evaluasi program intervensi yang dirancang untuk meningkatkan optimisme karier mahasiswa, khususnya bagi mereka yang menunjukkan tingkat optimisme yang rendah. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang optimisme karier mahasiswa di Jakarta dan bagaimana meningkatkan kesiapan mereka menghadapi tantangan dunia kerja.

Read online
File size402.25 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test