POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS)Plasma kaya trombosit (PRP) telah digunakan secara luas dalam berbagai pengaturan klinis untuk perbaikan jaringan, khususnya dalam rejuvenasi kulit, pengelolaan bekas luka, dan penyembuhan luka. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi profil jumlah trombosit sebelum dan setelah proses persiapan PRP. Sampel darah utuh dikumpulkan dari peserta perempuan yang memenuhi kriteria dan tingkat trombosit dianalisis menggunakan analis hematologi. Temuan menunjukkan kenaikan empat kali lipat pada rata-rata jumlah trombosit, dari 190,6×103 sel/µL menjadi 781,1×103 sel/μL setelah persiapan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tingkat trombosit dasar dalam darah utuh secara proporsional langsung terkait dengan konsentrasi trombosit akhir dalam PRP.
Penelitian ini menunjukkan kenaikan empat kali lipat pada jumlah trombosit setelah persiapan PRP, dari 190,6×103 sel/µL menjadi 781,1×103 sel/µL.Temuan ini konsisten dengan penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa jumlah trombosit dalam PRP dua hingga lima kali lebih tinggi daripada dalam darah utuh.Ada korelasi positif antara jumlah trombosit dasar dalam darah utuh dan konsentrasi trombosit dalam PRP.
Untuk penelitian lanjutan, dapat diusulkan untuk menyelidiki faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas PRP, seperti durasi penyimpanan darah utuh sebelum persiapan PRP dan metode persiapan PRP yang berbeda. Selain itu, studi komparatif antara PRP dan produk darah lainnya dalam hal efektivitas penyembuhan luka dapat dilakukan. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi peran PRP dalam pengobatan kondisi medis tertentu, seperti osteoarthritis atau regenerasi jaringan.
- Literature Review: Perbandingan Efektivitas Platelet Rich Plasma (PRP) dengan Asam Hialuronat (HA) sebagai... doi.org/10.26630/jk.v11i1.1608Literature Review Perbandingan Efektivitas Platelet Rich Plasma PRP dengan Asam Hialuronat HA sebagai doi 10 26630 jk v11i1 1608
- 0. web page protected decrypted medicahospitalia.rskariadi.co.id/index.php/mh/article/view/4210 web page protected decrypted medicahospitalia rskariadi index php mh article view 421
- Platelet-Rich Plasma in the Treatment of Musculoskeletal Disease in 2025 and Beyond - Benjamin B. Rothrauff,... journals.sagepub.com/doi/10.1177/03635465251395284Platelet Rich Plasma in the Treatment of Musculoskeletal Disease in 2025 and Beyond Benjamin B Rothrauff journals sagepub doi 10 1177 03635465251395284
| File size | 214.26 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Adapun tujuan penelitian Mengetahui gambaran Rheumatoid Factor (RF) pada wanita pra lansia di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Metode: Tehnik pengambilanAdapun tujuan penelitian Mengetahui gambaran Rheumatoid Factor (RF) pada wanita pra lansia di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Metode: Tehnik pengambilan
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Berdasarkan hasil penelitian, tidak ditemukan asosiasi signifikan antara jumlah leukosit dengan hasil antigen NS‑1 pada pasien yang dicurigai DHF. namun,Berdasarkan hasil penelitian, tidak ditemukan asosiasi signifikan antara jumlah leukosit dengan hasil antigen NS‑1 pada pasien yang dicurigai DHF. namun,
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM typhi dan dua serotipe paratyphi. Temuan ini menegaskan bahwa S. typhi menyebabkan anemia lebih berat karena faktor virulensi yang meningkatkan toksintyphi dan dua serotipe paratyphi. Temuan ini menegaskan bahwa S. typhi menyebabkan anemia lebih berat karena faktor virulensi yang meningkatkan toksin
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa frekuensi dua kali seminggu efektif menurunkan limbah metabolik dan mempertahankan albumin, namun belum cukup untukKesimpulan penelitian menegaskan bahwa frekuensi dua kali seminggu efektif menurunkan limbah metabolik dan mempertahankan albumin, namun belum cukup untuk
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG 0). In terms of color, L1 and L2 were the most preferred; for aroma and texture, L2 and L3 were preferred; while L2 received the highest score for taste.0). In terms of color, L1 and L2 were the most preferred; for aroma and texture, L2 and L3 were preferred; while L2 received the highest score for taste.
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG ANOVA results showed no significant differences (p>0. 05) in all organoleptic aspects. Based on nutritional analysis, cookies from P1 (20%:25%) had theANOVA results showed no significant differences (p>0. 05) in all organoleptic aspects. Based on nutritional analysis, cookies from P1 (20%:25%) had the
POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG 20 responden (50%) berada pada kategori defisit vitamin C, namun uji statistik menghasilkan p=0,184 sehingga tidak ditemukan hubungan bermakna. Selain20 responden (50%) berada pada kategori defisit vitamin C, namun uji statistik menghasilkan p=0,184 sehingga tidak ditemukan hubungan bermakna. Selain
POLTEKKESDEPKES SBYPOLTEKKESDEPKES SBY Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pemeriksaan rekam medis. Stunting didefinisikan sebagai nilai Z‑score tinggi‑bawah < -2 SD berdasarkanData dikumpulkan melalui wawancara terstruktur dan pemeriksaan rekam medis. Stunting didefinisikan sebagai nilai Z‑score tinggi‑bawah < -2 SD berdasarkan
Useful /
UNRIUNRI Hasil menunjukkan terdapat 13 tipe bahaya utama dan 23 risiko terkait (fisik, kimia, ergonomis), dengan 14 risiko (71 %) berada pada kategori sedangHasil menunjukkan terdapat 13 tipe bahaya utama dan 23 risiko terkait (fisik, kimia, ergonomis), dengan 14 risiko (71 %) berada pada kategori sedang
POLTEKKES MATARAMPOLTEKKES MATARAM Uji Mann‑Whitney tidak menemukan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p = 0,068, p > 0,05). Kesimpulan penelitian menyatakan tidak adaUji Mann‑Whitney tidak menemukan perbedaan signifikan antara kedua kelompok (p = 0,068, p > 0,05). Kesimpulan penelitian menyatakan tidak ada
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Penelitian ini menganalisis kadar Hb pada pasien TBC paru yang menjalani terapi OAT. Metode: Studi deskriptif dengan sampel yang digunakan yaitu pasienPenelitian ini menganalisis kadar Hb pada pasien TBC paru yang menjalani terapi OAT. Metode: Studi deskriptif dengan sampel yang digunakan yaitu pasien
POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG Aspek bukti fisik p-value (0,175), kehandalan p-value (0,574), kesigapan p-value (0,419), jaminan p-value (0,072), dan empati p-value (0,175), secara statistikAspek bukti fisik p-value (0,175), kehandalan p-value (0,574), kesigapan p-value (0,419), jaminan p-value (0,072), dan empati p-value (0,175), secara statistik