POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG
Kupang Journal of Food and Nutrition ResearchKupang Journal of Food and Nutrition ResearchThe prevalence of anemia is 32%, meaning that 3 to 4 out of every 10 adolescents have anemia. One way to address anemia is through the consumption of foods rich in iron and vitamin C. Jackfruit seeds and pumpkin are local food ingredients that contain iron, protein, and vitamin C, and can be processed into functional food products such as cookies. This study aimed to determine the effect of substituting jackfruit seed flour and pumpkin flour on the organoleptic properties and nutritional value of cookies as an effort to diversify nutritious local foods to prevent anemia in adolescent girls. This research was an experimental study using a Completely Randomized Design (CRD) with three treatments of jackfruit seed flour and pumpkin flour ratios: P1 (20%:25%), P2 (25%:20%), and P3 (30%:15%). Organoleptic tests were conducted by 30 student panelists from the Nutrition Department of Poltekkes Kemenkes Kupang. Data were analyzed using ANOVA to examine differences between treatments. Results: Conversion results showed that 1,000 grams of jackfruit seeds produced 650 grams of flour (conversion ratio 1.53:1), while 1,500 grams of pumpkin produced 400 grams of flour (conversion ratio 3.75:1). The organoleptic test results indicated that all treatments received average scores close to 5, categorized as “liked very much. Treatment P3 (30%:15%) received the highest scores for color (4.90), aroma (4.73), texture (4.80), and taste (4.73). ANOVA results showed no significant differences (p>0.05) in all organoleptic aspects. Based on nutritional analysis, cookies from P1 (20%:25%) had the highest nutritional content, with protein 0.66 g, iron 0.17 mg, and vitamin C 0.36 IU per piece. To meet 10% of the daily iron requirement for adolescent girls, it is recommended to consume 11 pieces of P1 cookies. Conclusion: Substitution of jackfruit seed flour and pumpkin flour up to 45% (P3) produced cookies with a high level of preference without reducing organoleptic quality. P1 cookies are recommended because they have higher nutritional content, especially iron, protein, and vitamin C, which are beneficial in helping prevent anemia in adolescent girls.
Substitusi tepung biji nangka dan tepung labu kuning hingga 45% (P3) menghasilkan cookies dengan tingkat kesukaan tinggi tanpa menurunkan mutu organoleptik.Cookies P1 direkomendasikan karena memiliki kandungan zat gizi lebih tinggi, terutama zat besi, protein, dan vitamin C, yang bermanfaat untuk membantu mencegah anemia pada remaja putri.
Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengoptimalkan rasio tepung biji nangka dan labu kuning untuk menghasilkan cookies dengan kandungan zat besi dan vitamin C yang lebih tinggi, serta tekstur yang lebih disukai oleh remaja putri. Selain itu, studi tentang pengaruh penambahan bahan fortifikasi lain, seperti asam folat, pada cookies ini dapat dieksplorasi untuk meningkatkan efektivitasnya dalam mencegah anemia. Terakhir, penelitian mengenai stabilitas kandungan gizi cookies selama penyimpanan dalam berbagai kondisi juga perlu dilakukan untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga hingga mencapai konsumen. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif mengenai potensi cookies biji nangka dan labu kuning sebagai solusi alternatif untuk mengatasi masalah anemia pada remaja putri, serta memberikan dasar bagi pengembangan produk pangan fungsional yang inovatif dan berkelanjutan.
| File size | 737.56 KB |
| Pages | 9 |
| DMCA | Report |
Related /
JOURNAL IASSSFJOURNAL IASSSF Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan tetap menjadi masalah kesehatan global,Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis dan tetap menjadi masalah kesehatan global,
UIN SGDUIN SGD Temuan penelitian mengungkap tiga determinan struktural: (1) implementasi kebijakan sosial yang seragam yang bertentangan dengan prinsip keadilan distributif,Temuan penelitian mengungkap tiga determinan struktural: (1) implementasi kebijakan sosial yang seragam yang bertentangan dengan prinsip keadilan distributif,
UIN SGDUIN SGD Studi ini berfokus pada Kabupaten Pangandaran, menggunakan Analisis Jaringan Sosial (SNA) untuk memetakan dan menganalisis hubungan antara aktor kunci,Studi ini berfokus pada Kabupaten Pangandaran, menggunakan Analisis Jaringan Sosial (SNA) untuk memetakan dan menganalisis hubungan antara aktor kunci,
UIN SGDUIN SGD Instrumen hukum domestik yang ada menunjukkan kemampuan negara untuk menjaga operasi cloud seeding diatur dalam wilayah mereka, tetapi ketiadaan kerangkaInstrumen hukum domestik yang ada menunjukkan kemampuan negara untuk menjaga operasi cloud seeding diatur dalam wilayah mereka, tetapi ketiadaan kerangka
UIN SGDUIN SGD Pertama, harmonisasi regulasi lintas kementerian sangat penting, terutama untuk memastikan implementasi konsisten dari Peraturan Menteri Agama (PMA) No.Pertama, harmonisasi regulasi lintas kementerian sangat penting, terutama untuk memastikan implementasi konsisten dari Peraturan Menteri Agama (PMA) No.
UIN SGDUIN SGD Studi ini juga memperkaya diskursus hukum adat dengan menekankan pentingnya epistemologi lokal dan pemerintahan partisipatif dalam proses pengakuan, sertaStudi ini juga memperkaya diskursus hukum adat dengan menekankan pentingnya epistemologi lokal dan pemerintahan partisipatif dalam proses pengakuan, serta
UIN SGDUIN SGD Analisis juga mencakup sejauh mana Government Regulation 39/2023 selaras dengan semangat redistribusi agraria serta menjawab risiko pelanggaran hak asasiAnalisis juga mencakup sejauh mana Government Regulation 39/2023 selaras dengan semangat redistribusi agraria serta menjawab risiko pelanggaran hak asasi
JQWHJQWH Perawatan kehamilan dilakukan sesuai standar perawatan antenatal dan kehamilan fisiologis. Proses persalinan berjalan normal dengan menerapkan perawatanPerawatan kehamilan dilakukan sesuai standar perawatan antenatal dan kehamilan fisiologis. Proses persalinan berjalan normal dengan menerapkan perawatan
Useful /
LMULMU Sistem serat hibrida dan bahan semen hibrida (misalnya FA dan SF) dilaporkan meningkatkan kinerja mekanis sambil meningkatkan keberlanjutan, yang mendukungSistem serat hibrida dan bahan semen hibrida (misalnya FA dan SF) dilaporkan meningkatkan kinerja mekanis sambil meningkatkan keberlanjutan, yang mendukung
STIKMKSSTIKMKS Strategi adaptasi yang ditemukan meliputi pembelajaran mandiri, pelatihan internal, serta penggunaan media digital yang relevan. Kesimpulan: Temuan iniStrategi adaptasi yang ditemukan meliputi pembelajaran mandiri, pelatihan internal, serta penggunaan media digital yang relevan. Kesimpulan: Temuan ini
UIN SGDUIN SGD Penelitian ini relevan karena kurangnya lembaga yang berfungsi secara efektif untuk mewakili kepentingan individu asing di wilayah Republik Kazakhstan.Penelitian ini relevan karena kurangnya lembaga yang berfungsi secara efektif untuk mewakili kepentingan individu asing di wilayah Republik Kazakhstan.
UMBJMUMBJM Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia ibu dan riwayat Ketuban Pecah Dini (KPD) dengan kejadian asfiksia neonatorum. Ada hubunganPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara usia ibu dan riwayat Ketuban Pecah Dini (KPD) dengan kejadian asfiksia neonatorum. Ada hubungan