POLTEKKES PALEMBANGPOLTEKKES PALEMBANG

Journal of Medical Laboratory and ScienceJournal of Medical Laboratory and Science

Latar Belakang Rematoid faktor (RF) pada wanita pra-lansia adalah penanda autoantibodi yang penting dalam diagnosis Rheumatoid Arthritis (RA). Wanita pada usia ini cenderung memiliki respon imun yang meningkat terhadap self antigen, dipengaruhi oleh perubahan hormonal seperti menopause, yang dapat memicu autoimunitas. Tujuan : Pemeriksaan Rheumatoid Factor (RF) pada lansia bertujuan untuk deteksi dini penyakit kronis seperti Rheumatoid Arthritis (RA). Adapun tujuan penelitian Mengetahui gambaran Rheumatoid Factor (RF) pada wanita pra lansia di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Metode : Tehnik pengambilan sampel yang di gunakan dalam penelitian ini adalah tehnik total sampling. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 wanita pra lansia yang melakukan pengambilan darah di laboratorium RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda. Penelitian ini dilakukan secara kualitatif dan semi kuantitatif dengan menggunakaan analisa univariate. Hasil : penelitian menunjukkan bahwa 10% dari responden menunjukkan hasil positif untuk Rheumatoid Factor (RF), sementara 90% lainnya negatif. Faktor penyebab hasil positif meliputi pekerjaan, riwayat keluarga dengan penyakit sendi, lingkungan tempat tinggal, penggunaan obat-obatan, dan nyeri sendi persisten. Pentingnya faktor genetik, lingkungan, dan gaya hidup dalam patogenesis Rheumatoid Factor (RF).

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemeriksaan Rheumatoid Factor (RF) pada wanita pra lansia di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie Samarinda menghasilkan 10% hasil positif dan 90% hasil negatif.Hasil pemeriksaan menunjukkan titer Rheumatoid Factor (RF) pada sampel RF.1 sebesar 128 IU/mL dan sampel RF.Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga kesehatan melalui pola makan dan olahraga teratur, serta segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami keluhan nyeri atau sakit pada sendi.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan dengan memperluas cakupan studi ke berbagai fasilitas kesehatan, seperti panti jompo, untuk mendapatkan sampel yang lebih representatif dan meningkatkan validitas hasil. Selain itu, penelitian lebih lanjut dapat menggali lebih dalam faktor-faktor genetik dan lingkungan yang berkontribusi terhadap perkembangan Rheumatoid Factor (RF) pada wanita pra-lansia, dengan mempertimbangkan variabel tambahan seperti status sosial ekonomi dan paparan polutan. Terakhir, studi prospektif jangka panjang diperlukan untuk mengidentifikasi biomarker prediktif dan mengembangkan strategi pencegahan yang lebih efektif untuk mengurangi risiko Rheumatoid Arthritis (RA) pada kelompok usia ini, dengan fokus pada intervensi gaya hidup dan deteksi dini.

Read online
File size136.6 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test