MAHARDIKAMAHARDIKA
Jurnal Kesehatan MahardikaJurnal Kesehatan MahardikaBayi yang lahir dengan Berat badan lahir rendah (BBLR) penyebab tidak langsung dari kematian neonatal. BBLR berkontribusi 60% hingga 80% dari semua kematian neonatal dan berdasarkan survei awal angka kejadian BBLR sebanyak 30 bayi dari 90 kelahiran dikarenakan status gizi ibu pada masa kehamilannya. Untuk mengetahui hubungan status gizi ibu hamil dengan BBLR. Penelitian ini menggunakan desain kohort restropektif studi. Populasi dan sampel penelitian ini adalah seluruh ibu yang melahirkan dengan kejadian BBLR bulan Juni 2020 – Juni 2021, analisis data menggunakan chis-square. Mayoritas ibu yang bergizi kurang (93,3%) mengalami berat bayi rendah sebanyak (83,3%). Berdasarkan hasil uji chis-square Status gizi berdasarkan LILA dengan BBLR diperoleh p-value =1,00 dan antara status gizi berdasarkan IMT dengan BBLR diperoleh p-value 0,029. Terdapat hubungan yang signifikan antara status gizi berdasarkan LILA dan IMT dengan Berat Badan Lahir Rendah. Diharapkan Bidan meningkatkan penyuluhan tentang gizi selama kehamilan sehingga dapat mencegah terjadinya BBLR.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara LILA dengan Berat Badan Lahir Rendah di Klinik Pratama Hanum Tahun 2021, namun terdapat hubungan antara IMT dengan Berat Badan Lahir Rendah di Klinik Pratama Hanum Tahun 2021.Bidan diharapkan dapat meningkatkan penyuluhan tentang gizi dan nutrisi selama kehamilan untuk mencegah berat badan lahir rendah.Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengembangkan penelitian gizi ibu hamil dengan BBLR.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih mendalam mengenai faktor-faktor lain yang berkontribusi terhadap BBLR, seperti faktor sosial ekonomi, akses terhadap layanan kesehatan, dan pola makan ibu hamil. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada intervensi gizi yang spesifik dan terarah untuk ibu hamil dengan status gizi kurang, misalnya pemberian suplementasi zat besi dan asam folat, serta edukasi mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang. Ketiga, studi longitudinal dapat dilakukan untuk menelusuri dampak status gizi ibu hamil terhadap perkembangan anak di masa depan, termasuk pertumbuhan fisik, kognitif, dan perilaku, sehingga dapat memberikan bukti ilmiah yang kuat untuk mendukung program-program pencegahan BBLR yang lebih efektif dan berkelanjutan.
| File size | 139.84 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
STIKBARSTIKBAR Wanita yang memiliki riwayat berat badan lahir rendah sebelumnya memiliki odds ratio 5,21 kali lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahirWanita yang memiliki riwayat berat badan lahir rendah sebelumnya memiliki odds ratio 5,21 kali lebih tinggi untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahir
PARIPARI Kombinasi ini memainkan peran penting dalam menjaga akurasi pengobatan, terutama ketika posisi pasien berubah akibat fluktuasi berat badan. Metode: PenelitianKombinasi ini memainkan peran penting dalam menjaga akurasi pengobatan, terutama ketika posisi pasien berubah akibat fluktuasi berat badan. Metode: Penelitian
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk kasus dan simple random sampling untuk kontrol. Penelitian ini telah di laksanakan pada tanggalTeknik pengambilan sampel menggunakan total sampling untuk kasus dan simple random sampling untuk kontrol. Penelitian ini telah di laksanakan pada tanggal
UNARUNAR Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengungkap persepsi tenaga kesehatan terhadap dampak perubahan sosial budaya terhadap praktik pelayanan kesehatanPenelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengungkap persepsi tenaga kesehatan terhadap dampak perubahan sosial budaya terhadap praktik pelayanan kesehatan
UNARUNAR Mayoritas responden (67,5%) memiliki pengetahuan baik tentang bahaya rokok, dengan tambahan 30% cukup dan 2,5% kurang. Pengetahuan tersebut berhubunganMayoritas responden (67,5%) memiliki pengetahuan baik tentang bahaya rokok, dengan tambahan 30% cukup dan 2,5% kurang. Pengetahuan tersebut berhubungan
UNARUNAR Water tepid sponge proses kompres hangat yang diberikan kepada pasien yang sedang demam tinggi tujuannya untuk menurunkan suhu tubuh yang meningkat. PenelitianWater tepid sponge proses kompres hangat yang diberikan kepada pasien yang sedang demam tinggi tujuannya untuk menurunkan suhu tubuh yang meningkat. Penelitian
UNARUNAR Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil simpulan. 1) Tingkat pengetahuan remaja perempuan sebelum diberikan pendidikan kesehatanBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat diambil simpulan. 1) Tingkat pengetahuan remaja perempuan sebelum diberikan pendidikan kesehatan
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Dukungan Keluarga dan Status Gizi. Jenis penelitian ini merupakan survei analitik dengan rancangan cross-sectionalTujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan Dukungan Keluarga dan Status Gizi. Jenis penelitian ini merupakan survei analitik dengan rancangan cross-sectional
Useful /
STIKBARSTIKBAR Indikasi paling umum untuk seksio sesarea adalah Disproporsi Sefalo-Pelvis (DSP) 323 (17,78%) diikuti oleh distress janin 292 (16,07%) dan indikasi terkecilIndikasi paling umum untuk seksio sesarea adalah Disproporsi Sefalo-Pelvis (DSP) 323 (17,78%) diikuti oleh distress janin 292 (16,07%) dan indikasi terkecil
STIKBARSTIKBAR Metode: Studi cross-sectional dilakukan melalui survei daring di kalangan mahasiswa di Indonesia. Data demografi, termasuk usia, jenis kelamin, agama,Metode: Studi cross-sectional dilakukan melalui survei daring di kalangan mahasiswa di Indonesia. Data demografi, termasuk usia, jenis kelamin, agama,
STIKESALMAARIFSTIKESALMAARIF Faktor paling dominan adalah usia (OR = 6,912). Disimpulkan bahwa usia merupakan faktor risiko utama hipertensi. Upaya promotif dan preventif terhadapFaktor paling dominan adalah usia (OR = 6,912). Disimpulkan bahwa usia merupakan faktor risiko utama hipertensi. Upaya promotif dan preventif terhadap
UNIMAUNIMA Penelitian ini menyimpulkan bahwa gender, pelatihan brevet, dan religiusitas memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap minat berkarir di bidangPenelitian ini menyimpulkan bahwa gender, pelatihan brevet, dan religiusitas memiliki pengaruh signifikan dan positif terhadap minat berkarir di bidang