UNARUNAR

Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia (Indonesian Health Scientific Journal)

Masa remaja merupakan masa perkembangan yang paling penting. Hal ini disebabkan adanya perubahan seperti perubahan fisik, hormonal, psikis, dan perubahan social. Berdasarkan Kemenkes (2023) persentase perokok di Indonesia terus meningkat, khususnya di kalangan remaja. Saat ini jumlah perokok aktif di Indonesia menjadi yang terbanyak ketiga di dunia, setelah Tiongkok dan India. Jumlah perokok di dunia saat ini mencapai 70,2 juta orang atau sekitar 34,5% dari populasi total dunia. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menganalisis efektivitas media audio visual terhadap dangers of smoking dalam meningkatkan pengetahuan, efikasi diri dan sikap remaja SMP Negeri 41 Medan. Penelitian ini menggunakan pra‑eksperimental dengan desain one group pre‑test‑post‑test dengan sampel sebanyak 40 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Uji statistik yang digunakan pada penelitian ini menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank. Pengetahuan menunjukkan bahwa nilai p‑value (0,000) < 0,05 terdapat perbedaan tingkat pengetahuan responden sebelum dan setelah intervensi dengan media audio visual, efikasi diri dan sikap menunjukkan nilai p‑value (0,000) < 0,05 yang berarti membuktikan adanya perubahan efikasi diri & sikap pada responden. Dengan demikian, media audio‑visual efektif meningkatkan pengetahuan, efikasi diri, dan sikap remaja kelas VII & VIII SMP Negeri 41 Medan.

Mayoritas responden (67,5%) memiliki pengetahuan baik tentang bahaya rokok, dengan tambahan 30% cukup dan 2,5% kurang.Pengetahuan tersebut berhubungan signifikan dengan peningkatan efikasi diri dan sikap positif dalam menjaga kesehatan.Media audio‑visual terbukti efektif meningkatkan pengetahuan, efikasi diri, dan sikap remaja kelas VII & VIII di SMP Negeri 41 Medan secara signifikan.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji perbandingan efektivitas media audio‑visual interaktif berbasis Augmented Reality versus video konvensional dalam meningkatkan pengetahuan, efikasi diri, dan sikap remaja terhadap bahaya merokok di sekolah menengah pertama, sehingga dapat menentukan teknologi mana yang memberikan dampak paling besar. Selanjutnya, perlu diteliti pengaruh kombinasi program audio‑visual dengan pendekatan peer‑education terhadap keberlanjutan perubahan perilaku anti‑rokok selama enam bulan setelah intervensi pada siswa kelas VII & VIII, guna mengevaluasi apakah dukungan sebaya dapat memperkuat hasil jangka panjang. Terakhir, penting memperluas cakupan penelitian ke daerah dengan tingkat prevalensi merokok yang berbeda, misalnya wilayah rural versus urban, untuk mengevaluasi faktor kontekstual yang memoderasi efektivitas media audio‑visual dalam edukasi bahaya merokok, sehingga strategi intervensi dapat disesuaikan dengan karakteristik wilayah masing‑masing.

Read online
File size474.56 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test