LENTERADUALENTERADUA

JNANALOKAJNANALOKA

Pada proses bisnis, entitas dituntut untuk menyesuaikan zaman dan preferensi konsumen yang terus berubah. Media iklan masih menjadi referensi utama konsumen dalam memutuskan mengonsumsi suatu produk maupun jasa. Iklan terutama dari media sosial banyak dijadikan referensi karena menyesuaikan dengan perkembangan zaman dan preferensi konsumen yang ada. Saluran ini dipandang menjadi media yang efektif dan efisien guna mempengaruhi sisi psikologis konsumen. Riset ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana iklan mempengaruhi need for cognition guna memicu respons kognitif, serta apakah respons kognitif tersebut dapat mengintervensi niat perilaku. Kajian ini menawarkan kebaruan yaitu berfokus pada aspek kognitif serta penggunaan alat analisis yang lebih relevan yaitu SEM-PLS. Riset ini memanfaatkan metode kuantitatif studi kasus, dengan populasi para responden yang pernah terpapar iklan provider internet terkhusus di daerah Yogyakarta, baik itu langsung maupun tidak langsung. Proses penghimpunan data pada riset ini memanfaatkan metode survei dengan jumlah sampel yaitu 60 responden. Hasil riset ini secara simultan maupun parsial menjelaskan bahwa need for cognition berpengaruh positif signifikan terhadap respons kognitif, dan juga respons kognitif berpengaruh positif signifikan terhadap niat perilaku. Temuan pada kajian ini membuktikan bahwa iklan masih menjadi saluran yang efektif untuk dapat mempengaruhi persepsi konsumen. Kajian ini berguna pada pendekatan teoritis maupun praktis sebagai landasan ilmiah dalam usaha mengoptimalkan pesan iklan agar mudah direkognisi serta mampu mempengaruhi niat perilaku audiens.

Need for cognition berpengaruh positif signifikan terhadap respons kognitif, dan respons kognitif juga berpengaruh positif signifikan terhadap niat perilaku.Meskipun besaran pengaruhnya tidak besar secara statistik, temuan ini menunjukkan peran penting need for cognition dalam memproses pesan iklan menuju pembentukan niat perilaku.Setiap individu memiliki kapasitas kognitif yang berbeda, sehingga respons dan niat perilakunya terhadap iklan juga bervariasi.

Pertama, perlu diteliti bagaimana faktor emosional seperti perasaan senang atau tertekan memengaruhi proses kognitif terhadap iklan, karena emosi bisa memperkuat atau melemahkan efek pesan iklan pada niat beli. Kedua, sebaiknya dilakukan penelitian eksperimen untuk menguji langsung dampak variasi format iklan (seperti video pendek, gambar statis, atau iklan interaktif) terhadap respons kognitif konsumen, agar dapat diketahui mana bentuk yang paling efektif merangsang pemikiran mendalam. Ketiga, perlu dikaji bagaimana perbedaan generasi (misalnya Gen Z dibanding generasi lebih tua) memproses pesan iklan dari sisi need for cognition, mengingat gaya konsumsi media dan pola berpikir mereka berbeda; penelitian ini bisa membantu merancang iklan yang lebih personal dan relevan bagi tiap kelompok usia. Penggabungan ketiga aspek ini—emosi, format iklan, dan perbedaan generasi—dalam satu kerangka studi dapat memberikan gambaran lebih utuh tentang efektivitas iklan modern. Penelitian lanjutan juga sebaiknya menggunakan metode eksperimen terkontrol agar hasilnya lebih kuat dan bisa mengungkap hubungan sebab-akibat secara langsung. Dengan pendekatan seperti ini, pemasar bisa lebih tepat sasaran dalam merancang kampanye iklan yang tidak hanya menarik perhatian, tetapi juga memicu proses berpikir yang mendalam dan berujung pada niat membeli. Temuan dari studi semacam ini juga bisa menjadi dasar pengembangan strategi iklan digital yang lebih adaptif dan responsif terhadap karakteristik audiens. Selain itu, penting untuk mengeksplorasi bagaimana konteks penggunaan media (misalnya saat santai atau saat bekerja) memengaruhi respons kognitif terhadap iklan. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengukur durasi paparan iklan ideal yang paling efektif dalam memicu need for cognition tanpa menimbulkan kejenuhan. Dengan menggabungkan variabel-variabel baru ini, riset ke depan bisa memberikan kontribusi signifikan baik bagi teori komunikasi pemasaran maupun praktik periklanan. Temuan tersebut akan membantu merancang iklan yang lebih cerdas, efisien, dan manusiawi.

  1. Vol 2 No 2 (2019): Indonesian Business Review | Indonesian Business Review. vol indonesian business review... doi.org/10.21632/ibr.2.2.233-248Vol 2 No 2 2019 Indonesian Business Review Indonesian Business Review vol indonesian business review doi 10 21632 ibr 2 2 233 248
  2. PENGARUH IKLAN POLITIK DALAM MENGAMBIL ASPIRASI RAKYAT | SIBATIK JOURNAL: Jurnal Ilmiah Bidang Sosial,... doi.org/10.54443/sibatik.v1i8.178PENGARUH IKLAN POLITIK DALAM MENGAMBIL ASPIRASI RAKYAT SIBATIK JOURNAL Jurnal Ilmiah Bidang Sosial doi 10 54443 sibatik v1i8 178
  3. Analisa Pengaruh Beban Kerja, Kepuasan Kerja, dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Perawat dan Tenaga... journal.stedca.com/index.php/seamac/article/view/43Analisa Pengaruh Beban Kerja Kepuasan Kerja dan Motivasi Kerja terhadap Kinerja Perawat dan Tenaga journal stedca index php seamac article view 43
  4. Pengaruh Need for Cognition serta Proses Kognisi Pesan Iklan pada Niat Perilaku | JNANALOKA. pengaruh... lenteradua.net/jurnal/index.php/jnanaloka/article/view/179Pengaruh Need for Cognition serta Proses Kognisi Pesan Iklan pada Niat Perilaku JNANALOKA pengaruh lenteradua jurnal index php jnanaloka article view 179
Read online
File size376.79 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test