PIPI

Bilancia : Jurnal Ilmiah AkuntansiBilancia : Jurnal Ilmiah Akuntansi

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengkaji sejauh mana pengaruh penerapan good governance, budaya etis organisasi serta gaya kepemimpinan terhadap suatu kecenderungan terjadinya kecurangan pada akuntansi di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Penelitian ini berlandaskan pada teori Fraud Hexagon yang digunakan sebagai kerangka teoritis dalam menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya kecurangan akuntansi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan pendekatan deskriptif dengan jenis penelitian kuantitatif yang memanfaatkan data primer serta sekunder. Dalam penelitian ini populasi penelitian mencakup 30 OPD di Kabupaten Kampar. kemudian populasi ini sekaligus menjadi sampel penelitian. Survei yang menjadi teknik pengumpulan data digunakan dengan menggunakan instrumen kuesioner. Sementara untuk menganalisis data penelitian ini menggunakan regresi linear berganda yang menggunakan bantuan perangkat lunak SPSS versi 26.0. Hasil penelitian menemukan bahwa dari ketiga variabel independen kepemimpinan memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kecenderungan terjadinya kecurangan dalam akuntansi. Hal ini kemudian dibuktikan melalui nilai T hitung dari masing-masing variabel yang secara statistik signifikan, sehingga memperkuat kesimpulan bahwa faktor-faktor tersebut memainkan peran penting dalam mengurangi potensi kecurangan akuntansi di lingkungan OPD Kabupaten Kampar.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga variabel independen tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap kecenderungan kecurangan akuntansi.Implementasi good governance yang baik mampu menekan potensi fraud melalui penguatan transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas.Gaya kepemimpinan yang etis dan komunikatif memperkecil ruang bagi perilaku menyimpang.Sementara itu, budaya etis organisasi yang kuat mendorong internalisasi nilai integritas, sehingga meminimalkan tindakan kecurangan dalam sistem akuntansi pemerintahan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar OPD di Kabupaten Kampar melakukan langkah-langkah konkret dalam menangkal fraud. Pertama, membentuk unit pengendalian internal yang independen dan memperkuat fungsi audit internal. Kedua, menyelenggarakan pelatihan integritas dan etika bagi seluruh pegawai secara berkala. Ketiga, menerapkan sistem pelaporan pelanggaran (whistleblowing system) yang aman dan terpercaya. Keempat, memilih dan menempatkan pemimpin berdasarkan kompetensi, rekam jejak integritas, serta kemampuan manajerial. Selain itu, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan wilayah, menambah variabel lain dalam Fraud Hexagon seperti Collusion dan stimulus, serta menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan pemahaman yang lebih menyeluruh.

  1. Vol. 3 No. 1 (2021): Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi (September 2021) | Jurnal Ekonomi Manajemen... dinastirev.org/JEMSI/issue/view/33Vol 3 No 1 2021 Jurnal Ekonomi Manajemen Sistem Informasi September 2021 Jurnal Ekonomi Manajemen dinastirev JEMSI issue view 33
  2. Pengaruh Pengendalian Internal, Moralitas Individu Dan Budaya Etis Organisasi Pada Kecenderungan Kecurangan... ojs.unud.ac.id/index.php/Akuntansi/article/view/49086Pengaruh Pengendalian Internal Moralitas Individu Dan Budaya Etis Organisasi Pada Kecenderungan Kecurangan ojs unud ac index php Akuntansi article view 49086
  3. GOOD GOVERNANCE, BUDAYA ETIS, DAN KEPEMIMPINAN: IMPLIKASINYA PADA KECURANGAN AKUNTANSI DI OPD KAMPAR... doi.org/10.35145/bilancia.v9i3.5122GOOD GOVERNANCE BUDAYA ETIS DAN KEPEMIMPINAN IMPLIKASINYA PADA KECURANGAN AKUNTANSI DI OPD KAMPAR doi 10 35145 bilancia v9i3 5122
Read online
File size425.78 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test