UWIKAUWIKA

e-Jurnal Kewirausahaane-Jurnal Kewirausahaan

Emosi adalah kecenderungan dalam perilaku manusia. Konsumen sebagai manusia secara umum akan bertindak rasional sebagai insan ekonomi. Berbagai riset menemukan adanya kecenderungan di mana faktor emosi juga mengatur tindakan rasional konsumen terutama dalam proses keputusan pembelian. Emosi menjadi faktor pendorong konsumen dalam melakukan pembelian yang di luar kebiasaan, bahkan dalam pembelian di masa pandemi menunjukkan kenaikan signifikan terutama pada produk-produk suplemen kesehatan. Panic buying pun sempat terjadi di awal-awal masa pandemi seperti pembelian masker dan belanja di pasar-pasar swalayan, karena kebijakan lockdown di beberapa negara. Data dalam penelitian ini diperoleh dengan melibatkan 50 orang responden di Surabaya yang secara aktif melakukan pembelian suplemen vitamin selama masa pandemi baik di apotek maupun yang dilakukan secara online, baik suplemen lokal maupun suplemen impor dengan harga yang lebih mahal. Responden dipilih dengan teknik nonprobability sampling dengan memastikan bahwa responden berada dalam kondisi sehat, melakukan pembelian dan konsumsi suplemen vitamin selama masa pandemi. Hasil analisis data diperoleh dengan menggunakan analisis faktor dan regresi untuk mendapatkan faktor-faktor emosi apa saja yang mempengaruhi keputusan konsumen dalam pembelian suplemen vitamin selama masa pandemi. Diperoleh 46,7% responden dipengaruhi oleh faktor emosi negatif seperti rasa takut, rasa khawatir dan rasa sedih dalam keputusan membeli secara signifikan, dan hanya 18% saja konsumen yang membeli suplemen vitamin dipengaruhi oleh Faktor Emosi Positif seperti rasa bahagia dan bersemangat.

Emosi secara umum mampu menciptakan daya dorong atau motivasi konsumen untuk melakukan pembelian.Pembelian suplemen vitamin secara spesifik di masa pandemi dipicu oleh rasa takut, rasa khawatir, dan rasa sedih yang mendominasi perasaan konsumen.Temuan ini dapat menjadi dasar bagi pemasar dalam merancang strategi pemasaran yang efektif selama masa pandemi.

Pertama, perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk menyelidiki bagaimana perubahan emosi seiring waktu selama masa pandemi memengaruhi pola pembelian berulang terhadap suplemen kesehatan, apakah konsumen beralih dari pembelian impulsif berbasis ketakutan menjadi pembelian rutin berbasis kebiasaan. Kedua, perlu dikaji bagaimana media sosial dan pengaruh figur publik (influencer) memperkuat atau mengurangi emosi negatif yang mendorong pembelian suplemen, khususnya di kalangan usia muda. Ketiga, penting untuk mengeksplorasi apakah intervensi edukasi kesehatan yang dirancang secara emosional positif—seperti pesan harapan dan pemberdayaan—dapat menggeser dominasi emosi negatif dalam keputusan pembelian, sehingga konsumen membuat pilihan lebih rasional dan berkelanjutan. Ketiga penelitian ini dapat membantu memahami dinamika emosional konsumen secara lebih dalam dan membantu perusahaan serta kebijakan kesehatan merespons krisis secara lebih seimbang dan berkelanjutan.

  1. #minat berwirausaha#minat berwirausaha
  2. #usia muda#usia muda
Read online
File size526.83 KB
Pages11
Short Linkhttps://juris.id/p-2HV
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test