UWIKAUWIKA
e-Jurnal Kewirausahaane-Jurnal KewirausahaanSalah satu yang diharapkan oleh investor dalam berinvestasi saham adalah mendapatkan dividen atas keuntungan perusahaan. LQ45 merupakan indeks kumpulan 45 saham teraktif yang mencerminkan saham yang sangat diminati pasar. Penelitian ini mengkaji apakah saham dengan likuiditas tinggi berbanding lurus dengan besarnya dividen yang dibagikan kepada investor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 emiten anggota LQ45, 40 emiten membagikan dividen, sedangkan 5 emiten tidak membagikan dividen. Selain itu, ditemukan 11 emiten memiliki rasio pembayaran dividen di atas 50%.
Salah satu yang diharapkan oleh investor dalam berinvestasi saham adalah mendapatkan dividen atas keuntungan perusahaan.LQ45 merupakan indeks kumpulan 45 saham teraktif yang mencerminkan saham yang sangat diminati pasar.Penelitian ini mengkaji apakah saham dengan likuiditas tinggi berbanding lurus dengan besarnya dividen yang dibagikan kepada investor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 emiten anggota LQ45, 40 emiten membagikan dividen, sedangkan 5 emiten tidak membagikan dividen.Selain itu, ditemukan 11 emiten memiliki rasio pembayaran dividen di atas 50%.Dari 45 emiten anggota LQ45 pada periode Agustus 2019 hingga Januari 2020, sebanyak 40 perusahaan membagikan dividen tunai pada tahun buku 2017, sementara 5 perusahaan tidak membagikan dividen.Penelitian ini dapat dikembangkan dengan mengajukan pertanyaan.Apakah hubungan antara likuiditas saham dan kebijakan dividen berubah seiring waktu ketika perusahaan mengalami transisi dari pertumbuhan ke fase matang.Studi lanjutan bisa membandingkan pola pembagian dividen perusahaan LQ45 selama periode 10 tahun untuk melihat apakah perusahaan yang awalnya menahan laba untuk ekspansi akhirnya beralih ke kebijakan dividen stabil, atau justru sebaliknya.Selain itu, penelitian baru bisa mengeksplorasi peran kepemilikan institusional atau manajerial dalam memperkuat atau melemahkan hubungan antara likuiditas dan dividen, dengan memasukkan variabel kontrol seperti struktur modal dan profitabilitas.Terakhir, penting untuk meneliti apakah investor ritel di Indonesia lebih responsif terhadap dividen tinggi atau terhadap pertumbuhan harga saham, karena jika mereka lebih fokus pada capital gain, maka kebijakan dividen mungkin hanya menjadi faktor sekunder meskipun likuiditas tinggi, sehingga perlu dikaji ulang asumsi bahwa dividen selalu menjadi penentu utama keputusan investasi.Temuan ini tidak mendukung asumsi bahwa likuiditas tinggi secara otomatis berbanding lurus dengan pembagian dividen besar, karena beberapa perusahaan dengan kapitalisasi besar justru memilih menahan laba atau membagikan dividen rendah.Salah satu yang diharapkan oleh investor dalam berinvestasi saham adalah mendapatkan dividen atas keuntungan perusahaan.LQ45 merupakan indeks kumpulan 45 saham teraktif yang mencerminkan saham yang sangat diminati pasar.Penelitian ini mengkaji apakah saham dengan likuiditas tinggi berbanding lurus dengan besarnya dividen yang dibagikan kepada investor.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 45 emiten anggota LQ45, 40 emiten membagikan dividen, sedangkan 5 emiten tidak membagikan dividen.Selain itu, ditemukan 11 emiten memiliki rasio pembayaran dividen di atas 50%.
Penelitian ini dapat dikembangkan dengan mengajukan pertanyaan: Apakah hubungan antara likuiditas saham dan kebijakan dividen berubah seiring waktu ketika perusahaan mengalami transisi dari pertumbuhan ke fase matang? Studi lanjutan bisa membandingkan pola pembagian dividen perusahaan LQ45 selama periode 10 tahun untuk melihat apakah perusahaan yang awalnya menahan laba untuk ekspansi akhirnya beralih ke kebijakan dividen stabil, atau justru sebaliknya. Selain itu, penelitian baru bisa mengeksplorasi peran kepemilikan institusional atau manajerial dalam memperkuat atau melemahkan hubungan antara likuiditas dan dividen, dengan memasukkan variabel kontrol seperti struktur modal dan profitabilitas. Terakhir, penting untuk meneliti apakah investor ritel di Indonesia lebih responsif terhadap dividen tinggi atau terhadap pertumbuhan harga saham, karena jika mereka lebih fokus pada capital gain, maka kebijakan dividen mungkin hanya menjadi faktor sekunder meskipun likuiditas tinggi, sehingga perlu dikaji ulang asumsi bahwa dividen selalu menjadi penentu utama keputusan investasi.
| File size | 789.56 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
FEB UMIFEB UMI Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakanPenelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan tahunan perusahaan. Sampel penelitian ditentukan menggunakan
JBE UPIYPTKJBE UPIYPTK Hasil analisis menunjukkan (1) profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress; (2) struktur modal berpengaruh negatif danHasil analisis menunjukkan (1) profitabilitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap financial distress; (2) struktur modal berpengaruh negatif dan
UKIPUKIP Penelitian ini menunjukkan bahwa systematic strategic planning tidak berpengaruh signifikan terhadap sustainable performance UMKM makanan dan minuman diPenelitian ini menunjukkan bahwa systematic strategic planning tidak berpengaruh signifikan terhadap sustainable performance UMKM makanan dan minuman di
UKIPUKIP Secara parsial, Solvabilitas, Profitabilitas, Likuiditas, Opini Audit tidak berpengaruh terhadap Audit Report Lag. Namun, Audit Tenure dan Ukuran PerusahaanSecara parsial, Solvabilitas, Profitabilitas, Likuiditas, Opini Audit tidak berpengaruh terhadap Audit Report Lag. Namun, Audit Tenure dan Ukuran Perusahaan
OJS INDONESIAOJS INDONESIA Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberdayaan perempuan melalui kelompok batik tulis Ronggo Mukti di Kelurahan Sidomukti dan untuk mengetahuiPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pemberdayaan perempuan melalui kelompok batik tulis Ronggo Mukti di Kelurahan Sidomukti dan untuk mengetahui
ECOJOINECOJOIN Hasil penelitian menunjukkan bahwa tren penghindaran pajak perusahaan manufaktur tinggi, yang terlihat dari nilai ETR dan CETR yang kecil. Secara garisHasil penelitian menunjukkan bahwa tren penghindaran pajak perusahaan manufaktur tinggi, yang terlihat dari nilai ETR dan CETR yang kecil. Secara garis
ECOJOINECOJOIN Metode penelitian yang digunakan adalah metode regresi berganda. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa komite audit, kepemilikan institusional memilikiMetode penelitian yang digunakan adalah metode regresi berganda. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa komite audit, kepemilikan institusional memiliki
ECOJOINECOJOIN Analisis data menunjukkan bahwa praktik good corporate governance (GCG) pada PDAM memiliki hubungan korelasi yang kuat namun tidak signifikan terhadapAnalisis data menunjukkan bahwa praktik good corporate governance (GCG) pada PDAM memiliki hubungan korelasi yang kuat namun tidak signifikan terhadap
Useful /
FEB UMIFEB UMI Berdasarkan hasil penelitian, kompensasi merupakan faktor terpenting dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan di PT Aneka Kimia Lestari. Karyawan cenderungBerdasarkan hasil penelitian, kompensasi merupakan faktor terpenting dalam meningkatkan kepuasan kerja karyawan di PT Aneka Kimia Lestari. Karyawan cenderung
FEB UMIFEB UMI Selain itu, work motivation dan self-efficacy juga terbukti berpengaruh positif terhadap perceived workplace support. Temuan penelitian ini memperlihatkanSelain itu, work motivation dan self-efficacy juga terbukti berpengaruh positif terhadap perceived workplace support. Temuan penelitian ini memperlihatkan
ECOJOINECOJOIN (1) Tidak terdapat pengaruh antara ownership concentration terhadap firm performance. (2) Tidak terdapat pengaruh antara managerial ownership terhadap(1) Tidak terdapat pengaruh antara ownership concentration terhadap firm performance. (2) Tidak terdapat pengaruh antara managerial ownership terhadap
ECOJOINECOJOIN 3 dapat disimpulkan bahwa pengendalian intern (20,27%) lebih dominan daripada tindak lanjut temuan audit (12,27%) dalam mempengaruhi kualitas laporan keuangan,3 dapat disimpulkan bahwa pengendalian intern (20,27%) lebih dominan daripada tindak lanjut temuan audit (12,27%) dalam mempengaruhi kualitas laporan keuangan,