UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Stroke merupakan keadaan dimana ditemukan tanda klinis yang berkembang cepat berupa defisit neurologi fokal dan global, yang dapat memberat dan berlangsung lama selama 24 jam atau lebih dan dapat menyebabkan kematiaan tanpa penyebab lain yang jelas selain vaskuler. Diabetes Melitus tipe 2 merupakan salah satu faktor resiko untuk terjadinya stroke iskemik. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan diabetes melitus tipe 2 dengan stroke iskemik. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan penelitian Case Control. Penelitian ini dilakukan di Poliklinik Saraf RSBK Batam Tahun 2021. Populasi kasus dalam penelitian ini adalah seluruh pasien Stroke Iskemik. Teknik pengambilan sampel yaitu Purposive Sampling dengan 60 kasus dan 60 control. Peneliti mengamati data rekam medik pasien, dan uji analisis data menggunakan chi-square. Hasil analisis Hubungan Diabetes Melitus tipe 2 dengan Stroke Iskemik Pada Pasien Poliklinik Saraf di RSBK Batam Tahun 2021, dari 60 pasien stroke iskemik terdapat 45 pasien menderita diabetes melitus tipe 2 sedangkan dari 60 pasien tidak stroke iskemik terdapat 26 pasien menderita diabetes melitus tipe 2. Hasil uji chi-square diketahui adanya hubungan antara diabetes melitus tipe 2 dengan stroke iskemik dengan p value : 0,000 dimana nilai p <0,05 dan OR = 3,9.

.

Penelitian ini menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran mengenai pencegahan primordial terutama diabetes melitus. Sehubungan dengan temuan bahwa kadar HbA1c yang lebih tinggi berkorelasi dengan peningkatan risiko stroke iskemik, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada evaluasi intervensi intensif untuk pengendalian glikemik pada pasien diabetes, dengan tujuan untuk mengurangi risiko kejadian stroke. Selain itu, penelitian prospektif yang melibatkan pemantauan longitudinal faktor risiko kardiovaskular lainnya, seperti hipertensi dan dislipidemia, dapat memberikan wawasan lebih lanjut tentang mekanisme kompleks yang mendasari hubungan antara diabetes dan stroke. Terakhir, penelitian kuantitatif yang mengeksplorasi peran faktor genetik dan gaya hidup dalam memodulasi risiko stroke pada pasien diabetes akan berkontribusi pada pengembangan strategi pencegahan yang lebih personal dan efektif.

Read online
File size322.89 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test