UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Ikterus neonatorum merupakan salah satu tanda klinis yang paling umum pada bayi baru lahir. Kejadian ikterus neonatorum menjadi penyebab paling banyak terjadi pada kelahiran neonatal. 30-50% bayi baru lahir mengalami ikterus neonatorum. Keadaan ini menyebabkan kadar bilirubin indirek meningkat dalam plasma. Fototerapi merupakan tatalaksana yang sering digunakan dalam menurunkan kadar bilirubin pada bayi. Penelitian pengaruh efektivitas fototerapi dalam menurunkan kadar bilirubin pada bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh efektivitas fototerapi terhadap bayi dengan hiperbilirubinemia di Rumah Sakit Santa Elisabeth Lubuk Baja. Metode: Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan menggunakan desain cross sectional. Data yang diperoleh selanjutnya akan diolah dan dianalisis dengan uji t berpasangan menggunakan program pengolahan data. Hasil: Uji t berpasangan memiliki hasil yang signifikan (p = 0,001). Rerata kadar bilirubin sebelum fototerapi diberikan kepada term infants adalah 16.87 ± 2.32 dan kadar bilirubin total setelah fototerapi 11.14 ± 2.50. Dengan rata - rata penurunan kadar bilirubin 5.73 ± 3.14 mg/dl.

Pengaruh efektivitas fototerapi terhadap penurunan kadar bilirubin total pada bayi dapat terjadi.Fototerapi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penurunan kadar bilirubin total pada bayi, dengan nilai p < 0.Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan efektivitas fototerapi dalam mengatasi hiperbilirubinemia neonatal.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengeksplorasi efektivitas fototerapi dengan kombinasi metode lain, seperti pemberian ASI dini atau penggunaan cahaya LED dengan panjang gelombang yang berbeda, guna memaksimalkan penurunan kadar bilirubin dan meminimalkan potensi efek samping. Selain itu, studi komparatif mengenai efektivitas fototerapi pada bayi dengan faktor risiko hiperbilirubinemia, seperti bayi dengan golongan darah yang tidak kompatibel dengan ibu atau bayi dengan defisiensi G6PD, perlu dilakukan untuk mengidentifikasi strategi penanganan yang lebih personal dan efektif. Terakhir, penelitian kualitatif yang melibatkan pengalaman ibu dalam menjalani terapi fototerapi dapat memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan dukungan psikososial bagi keluarga bayi dengan hiperbilirubinemia, sehingga dapat mengurangi kecemasan dan meningkatkan kepatuhan terhadap protokol pengobatan.

Read online
File size284.49 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test