UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI

Jurnal Mahasiswa KesehatanJurnal Mahasiswa Kesehatan

Anemia pada masa kehamilan merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai dengan angka kejadian yang cukup tinggi, termasuk di Jawa Timur (10,58%) dan Bangkalan (9,07%). Kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko komplikasi pada ibu maupun janin, terutama bila disertai kelainan posisi janin. Laporan kasus ini bertujuan menggambarkan asuhan kebidanan pada ibu primigravida trimester III dengan janin posisi lintang dan anemia ringan di wilayah kerja Puskesmas Tongguh. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian adalah ibu hamil G1P0A0 usia kehamilan 33–34 minggu dengan kadar Hb 10,2 g/dL. Data dikumpulkan melalui wawancara, pemeriksaan fisik, serta dokumentasi SOAP, kemudian dilakukan asuhan kebidanan dalam tiga kali kunjungan. Hasil kunjungan pertama menunjukkan keluhan nyeri perut bawah dengan pemeriksaan janin posisi lintang dan Hb 10,2 g/dL. Pada kunjungan kedua, keluhan nyeri masih dirasakan dan disertai edema pada tungkai bawah. Kunjungan ketiga menunjukkan peningkatan kadar Hb menjadi 11,3 g/dL meskipun nyeri semakin terasa. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi keteraturan konsumsi tablet Fe, anjuran pola makan bergizi, latihan posisi sujud untuk membantu perbaikan letak janin, serta anjuran posisi tidur yang nyaman. Disimpulkan bahwa pendampingan secara berkesinambungan dapat meningkatkan kadar Hb dan mendukung kesehatan ibu serta janin, meskipun posisi lintang tetap memerlukan pemantauan intensif.

Asuhan kebidanan pada primigravida trimester III dengan letak lintang dan anemia ringan menunjukkan perbaikan status hematologis ibu, dengan peningkatan kadar hemoglobin dari 10,2 g/dL menjadi 11,3 g/dL.Meskipun anemia berhasil diatasi, posisi lintang tetap menjadi perhatian utama karena meningkatkan risiko komplikasi persalinan.Oleh karena itu, pemantauan ketat, edukasi tanda bahaya, dan persiapan persalinan di fasilitas kesehatan rujukan sangat penting.

Berdasarkan laporan kasus ini, penelitian lanjutan dapat difokuskan pada efektivitas intervensi non-farmakologis, seperti manuver Leopold dan latihan posisi tertentu, dalam upaya koreksi letak lintang pada kehamilan trimester ketiga. Selain itu, perlu dilakukan studi lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko yang berkontribusi terhadap persistensi letak lintang meskipun telah diberikan intervensi yang tepat. Terakhir, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak psikologis dan sosial dari kehamilan dengan letak lintang terhadap ibu dan keluarga, serta mengembangkan strategi dukungan yang komprehensif untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

  1. Gambaran Deteksi Dini Anemia pada Ibu Hamil di Klinik Helen Tarigan Tahun 2021 | Healthcaring: Jurnal... doi.org/10.47709/healthcaring.v1i1.1319Gambaran Deteksi Dini Anemia pada Ibu Hamil di Klinik Helen Tarigan Tahun 2021 Healthcaring Jurnal doi 10 47709 healthcaring v1i1 1319
  2. Analisis Resiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil | PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL. analisis resiko anemia... doi.org/10.54832/phj.v4i2.388Analisis Resiko Kejadian Anemia pada Ibu Hamil PROFESSIONAL HEALTH JOURNAL analisis resiko anemia doi 10 54832 phj v4i2 388
  1. #pola asuh#pola asuh
  2. #ekstrak etanol#ekstrak etanol
Read online
File size131.22 KB
Pages4
Short Linkhttps://juris.id/p-33M
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test