UNAIM WAMENAUNAIM WAMENA

Jurnal HonaiJurnal Honai

Pendidikan tinggi di Indonesia memegang peranan strategis dalam membangun sumber daya manusia yang bermutu dan berdaya saing, khususnya melalui penyelenggaraan Tridharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Namun, penyelenggaraan Tridharma di daerah terpencil seperti Pegunungan Papua menghadapi tantangan yang kompleks, antara lain keterbatasan infrastruktur, kesenjangan pendidikan, perbedaan budaya, dan dampak perubahan iklim. Tantangan geografis, seperti medan yang sulit dan aksesibilitas yang terbatas, serta tuntutan hidup yang tinggi bagi para akademisi, menjadi kendala utama dalam penyelenggaraan program pengabdian kepada masyarakat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di Pegunungan Papua untuk mengidentifikasi tantangan dan strategi penyelenggaraan Tridharma. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipan, dan FGD, serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) menjadi kunci untuk mengatasi tantangan tersebut. Beberapa solusi yang diusulkan antara lain peningkatan infrastruktur dan teknologi, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pendekatan berbasis kearifan lokal, pemberian insentif bagi para akademisi, dan program berkelanjutan yang adaptif terhadap perubahan iklim. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi Tridharma Perguruan Tinggi di Papua Pegunungan memerlukan pendekatan holistik dan kolaboratif untuk menciptakan dampak yang signifikan terhadap masyarakat setempat. Rekomendasi strategis meliputi peningkatan pendidikan, evaluasi berkelanjutan, dan pembentukan platform kolaboratif yang inklusif.

Tridharma perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Papua Pegunungan, namun menghadapi tantangan infrastruktur, kesenjangan pendidikan, perbedaan budaya, dan perubahan iklim.Geografis yang sulit, beban kerja akademisi, dan biaya hidup tinggi menghambat pelaksanaan program pengabdian masyarakat.Contoh program KKN tematik dan kolaborasi dengan pemerintah serta LSM menunjukkan bahwa pengabdian berkelanjutan dapat dicapai dengan pendekatan yang menghargai kearifan lokal.

Penelitian selanjutnya dapat mengkaji efektivitas platform e‑learning hybrid yang disesuaikan dengan bahasa dan budaya lokal untuk meningkatkan akses pendidikan tinggi di Papua Pegunungan, dengan mengukur dampak pada partisipasi mahasiswa dan kualitas pembelajaran. Selain itu, studi co‑creation antara universitas, komunitas adat, dan LSM dapat mengembangkan kurikulum STEM yang mengintegrasikan kearifan lokal, kemudian dievaluasi kontribusinya terhadap keterlibatan siswa dan pemberdayaan masyarakat. Selanjutnya, perlu dievaluasi mekanisme pendanaan partisipatif yang menggabungkan crowdfunding dengan hibah pemerintah untuk proyek layanan masyarakat berkelanjutan, menilai aspek tata kelola, transparansi, serta hasil jangka panjang pada kesejahteraan komunitas. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antara pendidikan tinggi, teknologi, dan kebudayaan lokal, serta menyediakan model replikasi yang dapat diadopsi di wilayah terpencil lainnya.

  1. #pemberdayaan masyarakat#pemberdayaan masyarakat
  2. #collaborative governance#collaborative governance
Read online
File size468.88 KB
Pages17
Short Linkhttps://juris.id/p-1Xd
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test