IITSSIITSS
Jurnal Sinar EdukasiJurnal Sinar EdukasiProliferasi bahasa Inggris sebagai lingua franca global telah mengubah prioritas pendidikan di berbagai konteks nasional, mendorong pembuat kebijakan untuk mempertimbangkan waktu, lingkup, dan pendekatan pedagogis terhadap pengajaran bahasa asing. Dalam konteks Indonesia yang memiliki keragaman linguistik luar biasa dengan lebih dari 700 bahasa asli selain bahasa nasional, Bahasa Indonesia, negara ini menghadapi tantangan yang kompleks dalam upaya mengembangkan kompetensi bahasa Inggris sambil menjaga warisan multikulturalnya. Tantangan ini menjadi sangat penting pada tingkat pendidikan dasar, di mana keputusan mengenai pengajaran bahasa Inggris awal berinteraksi dengan periode perkembangan kritis untuk literasi bahasa pertama, kematangan kognitif, dan pembentukan identitas budaya. Kebijakan Indonesia mengenai pendidikan bahasa Inggris telah mengalami ambivalensi filosofis dan rekalibrasi strategis. Pada era pasca-kemerdekaan, bahasa Inggris menempati posisi terbatas dalam kurikulum, diperkenalkan secara resmi hanya pada tingkat sekolah menengah saat pembuat kebijakan memprioritaskan konsolidasi bahasa nasional dan akses pendidikan. Namun, pengakuan yang semakin meningkat tentang pentingnya bahasa Inggris sebagai modal linguistik dalam ekonomi global yang semakin terhubung mendorong evolusi kebijakan menuju pengenalan lebih awal. Kurikulum 1994 secara inovatif mengizinkan bahasa Inggris sebagai konten lokal opsional di sekolah dasar, menandakan pengakuan awal akan manfaat pembelajaran bahasa awal, sementara iterasi kurikulum selanjutnya secara bertahap memperluas pengajaran bahasa Inggris, mencapai integrasi sistematis mulai Kelas IV dalam Kurikulum 2013. Inovasi kebijakan yang paling signifikan adalah Kurikulum Merdeka, yang diterapkan sejak 2022, merekonsep ulang tata kelola pendidikan dengan mendelegasikan otonomi kurikulum yang belum pernah terjadi sebelumnya kepada sekolah dan pendidik individu. Kebijakan ini mencerminkan posisi strategis Indonesia dalam jaringan regional dan global, terutama partisipasinya dalam Masyarakat Ekonomi ASEAN, di mana kompetensi bahasa Inggris semakin berfungsi sebagai prasyarat untuk keterlibatan ekonomi dan budaya yang bermakna. Penelitian empiris secara konsisten menunjukkan korelasi antara kompetensi bahasa Inggris dengan prospek pekerjaan yang lebih baik, terutama dalam sektor sentral aspirasi pembangunan Indonesia, termasuk pariwisata, teknologi informasi, manufaktur, dan perdagangan internasional. Selain itu, pendukung pengajaran bahasa asing awal mengutip manfaat kognitif yang signifikan terkait dengan multikulturalisme pada masa kanak-kanak, mencakup fungsi eksekutif yang ditingkatkan, kesadaran metalinguistik, fleksibilitas kognitif, dan kompetensi antarbudaya. Dari perspektif ini, memperkenalkan bahasa Inggris pada tingkat dasar mewakili bukan hanya persiapan ekonomi pragmatis tetapi investasi dalam pengembangan kognitif dan sosial holistik.
Analisis ini telah menerangi kompleksitas mendalam yang mencirikan pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia, mengungkapkan lanskap di mana aspirasi global berinteraksi tegang dengan realitas lokal, aspirasi kebijakan menghadapi hambatan implementasi, dan kemungkinan pedagogis bertemu dengan batasan struktural.Pemeriksaan hambatan sistemik - mencakup kekurangan persiapan guru, ketidaksetaraan distribusi sumber daya, kesenjangan pendekatan pedagogis, dan kelemahan kapasitas institusional - menunjukkan bahwa hambatan terhadap pengajaran bahasa Inggris yang efektif dan adil beroperasi bukan sebagai kekurangan terisolasi tetapi sebagai elemen saling terhubung dalam ekosistem pendidikan yang lebih luas yang secara sistematis memprioritaskan beberapa komunitas sambil mengesampingkan yang lain.Pembagian perkotaan-pedesaan yang menonjol menggambarkan kerugian ini, di mana sekolah yang melayani populasi yang sudah rentan secara bersamaan bergulat dengan guru yang tidak siap secara memadai, sumber daya material yang tidak mencukupi, pendekatan pedagogis yang tidak tepat, dan infrastruktur institusional yang lemah, menciptakan siklus ketidaksamaan pendidikan yang saling memperkuat.Kurikulum Merdeka mewakili upaya Indonesia yang paling ambisius untuk melampaui hambatan ini melalui struktur pemerintahan terdesentralisasi yang secara teoritis memungkinkan pengajaran yang responsif terhadap konteks, berakar pada budaya.Namun, kebijakan ini mengandung ketegangan bawaan antara aspirasi untuk fleksibilitas dan risiko memperburuk kesenjangan yang ada, terutama jika sekolah yang kurang beruntung kekurangan kapasitas untuk melaksanakan otonomi kurikulum yang bermakna.Devolusi wewenang pengambilan keputusan, meskipun potensial membebaskan, berasumsi kompetensi guru, infrastruktur institusional, dan ketersediaan sumber daya yang tidak merata tersebar di seluruh lanskap pendidikan Indonesia yang beragam.Kerangka kerja etnopedagogi dan pedagogi responsif budaya menawarkan jalur teoretis yang meyakinkan untuk menyatukan kompetensi bahasa Inggris global dengan warisan multikultural Indonesia.Bukti empiris yang muncul menunjukkan bahwa pedagogi yang mengintegrasikan kebijaksanaan lokal, melegitimasi repertoar linguistik penuh siswa, dan menempatkan pengetahuan budaya sebagai konten kurikuler inti dapat meningkatkan hasil belajar bahasa dan identitas budaya siswa.Namun, hambatan signifikan termasuk keterbatasan sumber daya material, kekurangan persiapan guru, kesenjangan sistem penilaian, dan keragaman konteks yang menantang solusi standar, membatasi implementasi dan skalabilitas yang luas.Menghadapi tantangan ini membutuhkan komitmen berkelanjutan dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk pembuat kebijakan, pendidik guru, pengembang kurikulum, dan peneliti yang bekerja sama untuk menciptakan kondisi di mana pendidikan bahasa Inggris yang berkelanjutan menjadi kenyataan di sekolah dasar Indonesia.
Untuk mendorong penelitian lebih lanjut tentang pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar Indonesia, perlu dipertimbangkan tiga arah studi. Pertama, penelitian dapat mengeksplorasi bagaimana Kurikulum Merdeka, dengan filosofi dan implementasinya yang baru, memengaruhi persiapan guru bahasa Inggris di sekolah dasar. Studi ini dapat menyelidiki apakah kebijakan ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar bahasa Inggris kepada siswa usia dini, dan apakah ada perbedaan signifikan antara sekolah perkotaan dan pedesaan dalam hal ini. Kedua, penelitian dapat berfokus pada pengembangan dan implementasi materi pembelajaran yang responsif budaya untuk pengajaran bahasa Inggris di sekolah dasar. Studi ini dapat mengeksplorasi bagaimana materi pembelajaran yang mengintegrasikan pengetahuan lokal, nilai-nilai, dan praktik dapat meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris dan memperkuat identitas budaya siswa. Ketiga, penelitian dapat menyelidiki bagaimana kebijakan pendidikan bahasa Inggris di Indonesia, khususnya Kurikulum Merdeka, dapat lebih efektif dalam mengakomodasi keragaman linguistik dan budaya negara. Studi ini dapat menganalisis apakah kebijakan saat ini cukup responsif terhadap kebutuhan dan tantangan yang dihadapi oleh berbagai kelompok siswa, terutama dalam konteks multikultural dan multilinguis Indonesia.
- INVESTIGATING ENGLISH LANGUAGE TEACHERS IN DEVELOPING TPACK AND MULTIMODAL LITERACY | Drajati | Indonesian... doi.org/10.17509/ijal.v7i3.9806INVESTIGATING ENGLISH LANGUAGE TEACHERS IN DEVELOPING TPACK AND MULTIMODAL LITERACY Drajati Indonesian doi 10 17509 ijal v7i3 9806
- Implementation Research - Jeanne Century, Amy Cassata, 2016. research jeanne century amy cassata skip... journals.sagepub.com/doi/10.3102/0091732X16665332Implementation Research Jeanne Century Amy Cassata 2016 research jeanne century amy cassata skip journals sagepub doi 10 3102 0091732X16665332
- Journal of Language and Linguistic Studies » Makale » An investigation of the relation between... doi.org/10.17263/jlls.851029Journal of Language and Linguistic Studies A Makale A An investigation of the relation between doi 10 17263 jlls 851029
- Challenges in Teaching English to Young Learners: Global Perspectives and Local Realities - Copland -... onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1002/tesq.148Challenges in Teaching English to Young Learners Global Perspectives and Local Realities Copland onlinelibrary wiley doi 10 1002 tesq 148
- Literacy in English and the Transformation of Self and Society in Post-Soeharto Indonesia: International... tandfonline.com/doi/abs/10.2167/beb493.0Literacy in English and the Transformation of Self and Society in Post Soeharto Indonesia International tandfonline doi abs 10 2167 beb493 0
| File size | 316.73 KB |
| Pages | 21 |
| DMCA | Report |
Related /
PAPANDAPAPANDA Indonesia dapat memanfaatkan beberapa hal berikut dari kurikulum Quebec.merubah tujuan pembelajaran matematika agar tidak hanya berfokus pada prestasi,Indonesia dapat memanfaatkan beberapa hal berikut dari kurikulum Quebec.merubah tujuan pembelajaran matematika agar tidak hanya berfokus pada prestasi,
IAIN KERINCIIAIN KERINCI Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode langsung, dengan teknik menjelaskan sebelum mengulang atau mengulang sebelum menjelaskan, merupakan pendekatanPenelitian ini menyimpulkan bahwa metode langsung, dengan teknik menjelaskan sebelum mengulang atau mengulang sebelum menjelaskan, merupakan pendekatan
UNIBAUNIBA Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kompetensi dan budaya organisasi mempengaruhi kinerja karyawan. Meningkatkan kualitas sumberPenelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana kompetensi dan budaya organisasi mempengaruhi kinerja karyawan. Meningkatkan kualitas sumber
IITSSIITSS Studi ini menekankan pentingnya model pendidikan yang menggabungkan potensi AI dengan aspek humanis pelatihan. Namun, tantangan etika, infrastruktur, danStudi ini menekankan pentingnya model pendidikan yang menggabungkan potensi AI dengan aspek humanis pelatihan. Namun, tantangan etika, infrastruktur, dan
UnsilUnsil Pelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan melalui strategi yang mengakomodasi kebutuhan siswa, namun perlu penguatan dalam strategi pembelajaranPelaksanaan pembelajaran berdiferensiasi telah diterapkan melalui strategi yang mengakomodasi kebutuhan siswa, namun perlu penguatan dalam strategi pembelajaran
UnsilUnsil Penelitian ini menganalisis implementasi Program Pengembangan Kompetensi Guru (PKG) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta dampaknyaPenelitian ini menganalisis implementasi Program Pengembangan Kompetensi Guru (PKG) Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) serta dampaknya
UNBARAUNBARA Hasil analisis menunjukkan bahwa Koefesien Determinasi (R2) sebesar 0,747. Hal ini berarti bahwa sumbangan pengaruh Kepemimpinan Transformasional (X₁)Hasil analisis menunjukkan bahwa Koefesien Determinasi (R2) sebesar 0,747. Hal ini berarti bahwa sumbangan pengaruh Kepemimpinan Transformasional (X₁)
CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS Hasil penelitian menunjukkan penurunan cemaran bakteri Coliform pada tahu segar yang direndam dalam larutan kunyit dengan konsentrasi yang berbeda. KunyitHasil penelitian menunjukkan penurunan cemaran bakteri Coliform pada tahu segar yang direndam dalam larutan kunyit dengan konsentrasi yang berbeda. Kunyit
Useful /
STAI ALISTAI ALI Pendekatan ini menekankan pada interaksi langsung antara guru dan murid dalam membaca Al-Quran secara berulang-ulang. Artikel ini mengeksplorasi keefektifanPendekatan ini menekankan pada interaksi langsung antara guru dan murid dalam membaca Al-Quran secara berulang-ulang. Artikel ini mengeksplorasi keefektifan
STAI ALISTAI ALI Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode drill efektif untuk meningkatkan kosakata siswa, hal ini ditunjukkan oleh peningkatan dari pertemuanHasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode drill efektif untuk meningkatkan kosakata siswa, hal ini ditunjukkan oleh peningkatan dari pertemuan
CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS Interaksi obat merupakan bagian dari Drug Related Problems (DRPs). Interaksi obat terjadi jika obat yang dikonsumsi mengubah efek dari obat lain yang dapatInteraksi obat merupakan bagian dari Drug Related Problems (DRPs). Interaksi obat terjadi jika obat yang dikonsumsi mengubah efek dari obat lain yang dapat
CENDEKIA UTAMA KUDUSCENDEKIA UTAMA KUDUS Penggunaan obat DM menyebabkan terjadinya adverse drug reaction (ADR) sehingga perlu dilakukan pemantauan penggunaan obat melalui evaluasi farmakovigilans.Penggunaan obat DM menyebabkan terjadinya adverse drug reaction (ADR) sehingga perlu dilakukan pemantauan penggunaan obat melalui evaluasi farmakovigilans.