UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang: Hipertensi (HT) adalah penyakit multofaktorial yakni penyakit yang dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu ciri-ciri individu seperti umur, jenis kelamin dan suku, faktor genetik serta faktor lingkungan yang meliputi obesitas, stres, konsumsi garam, jam kerja dan sebagainya. Penelitian epidemiologi menyarankan jam kerja yang panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya hipertensi. Jam kerja yang panjang mengekspos pekerja untuk waktu yang cukup lama sebagai faktor psikososial berbahaya, seperti ketegangan pekerjaan. Metode: Metode penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah pegawai di PT. X Kabupaten Berau yang berjumlah 98 orang yang dipilih menjadi sampel dengan teknik total. Hasil penelitian dianalisis dengan distribusi frekuensi ditabulasi silang kemudian diuji dengan uji Chi-square. Hasil: Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan bahwa pegawai bekerja ≤40 jam dan memiliki tekanan darah normal sebanyak 48 orang (73,8%), pada pegawai yang bekerja ≤40 jam dan mengalami hipertensi sebanyak 17 orang (26,2%), pegawai yang bekerja >40 jam dan memiliki tekanan darah normal sebanyak 13 orang (39,4%), dan pegawai yang bekerja >40 jam dan memiliki tekanan darah tinggi sebanyak 20 orang (60,6%). Hasil analisa bivariat dengan uji Chi-square diperoleh nilai p value = 0,001 dimana p value < 0,05, artinya Ho ditolak, maka terdapat hubungan yang signifikan antara jam kerja dengan tingkat kejadian hipertensi. Simpulan: Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan bermakna antara jam kerja dengan tingkat kejadian hipertensi pada pegawai di PT. X Kabupaten Berau.

X Kabupaten Berau bekerja ≤40 jam dalam seminggu.X Kabupaten Berau memiliki tekanan darah normal, namun hampir 38% mengalami hipertensi.Terdapat hubungan yang signifikan antara jam kerja dengan tingkat kejadian hipertensi pada pegawai di PT.

Pertama, perlu dilakukan penelitian longitudinal untuk mengetahui bagaimana pola jam kerja dalam jangka panjang memengaruhi perkembangan hipertensi, mengingat studi ini hanya bersifat cross-sectional sehingga tidak dapat menangkap hubungan kausal secara pasti. Kedua, penting untuk meneliti faktor perantara seperti stres kerja, kualitas tidur, dan aktivitas fisik selama bekerja, agar dapat dipahami lebih dalam mengapa jam kerja panjang meningkatkan risiko hipertensi. Ketiga, diperlukan studi komparatif antar perusahaan di sektor serupa untuk melihat apakah temuan ini konsisten di lingkungan kerja lain, serta untuk mengidentifikasi kebijakan perusahaan yang mungkin memperburuk atau memitigasi risiko hipertensi akibat jam kerja panjang.

  1. The association between long working hours and health: A systematic review of - Sjweh. association... doi.org/10.5271/sjweh.3388The association between long working hours and health A systematic review of Sjweh association doi 10 5271 sjweh 3388
Read online
File size346.58 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test