UYMUYM

Jurnal KesehatanJurnal Kesehatan

Ibu hamil berisiko mengalami anemia karena faktor Umur Kehamilan, Paritas dan Jarak Kehamilan di Puskesmas Batakte sebanyak 30 orang. Ibu hamil mengalami anemia dan berisiko mengalami keguguran, pendarahan selama kehamilan, persalinan premature, gangguan janin, dan masa nifas. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan umur kehamilan, paritas dan jarak kehamilan dengan Kejadian Anemia pada Ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Batakte. Metode penelitian adalah survey analitik dengan rancangan kasus control (case control studi). Populasi kasus ialah ibu hamil dengan anemia sedangkan populasi kontrol ialah ibu hamil yang tidak mengalami anemia. Jumlah sampel sebanyak 38 dengan perbandingan kasus dan kontrol 1:1. Teknik sampling yang di gunakan simple random sampling, pengambilan data menggunakan koisioner dan rekam medis. analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil analisis menunjukan variabel umur kehamilan (p=0,003 dan OR=10,500), paritas (p=0,00 dan OR=10,500), dan jarak kehamilan (p=0,003 dan OR=10,500) berhubungan dengan kejadian anemia pada ibu hamil. Diharapkan kepada ibu hamil agar memeriksakan kehamilan enam kali selama sembilan bulan.

Terdapat hubungan antara umur kehamilan dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Batakte Kabupaten Kupang Barat dengan nilai p=0,003.Terdapat hubungan antara paritas dengan kejadian anemia pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Batakte Kabupaten Kupang Barat dengan nilai p=0,003.Terdapat hubungan antara jarak kehamilan ibu dengan kejadian anemia di Wilayah Kerja Puskesmas Batakte Kabupaten Kupang Barat dengan nilai p=0,000.

Penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk menggali lebih dalam faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi kejadian anemia pada ibu hamil, seperti pola makan, status sosial ekonomi, dan akses terhadap layanan kesehatan. Studi kualitatif dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman ibu hamil terkait anemia, serta hambatan yang mereka hadapi dalam mendapatkan perawatan yang adekuat. Selain itu, penelitian intervensi yang berfokus pada peningkatan konsumsi zat besi melalui edukasi gizi dan pemberian suplemen dapat dieksplorasi untuk efektivitasnya dalam mencegah dan mengatasi anemia pada ibu hamil. Penelitian ini penting untuk memberikan informasi yang komprehensif bagi pembuat kebijakan dan praktisi kesehatan dalam merancang program pencegahan dan penanganan anemia yang lebih efektif dan berkelanjutan, serta meningkatkan kesehatan ibu dan bayi di masa depan. Dengan memahami faktor-faktor yang berkontribusi terhadap anemia dan mengembangkan strategi intervensi yang tepat, kita dapat mengurangi dampak negatif anemia terhadap kesehatan ibu dan perkembangan janin, serta meningkatkan kualitas hidup keluarga.

Read online
File size325.19 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test