POLTEKKES SORONGPOLTEKKES SORONG

Nursing ArtsNursing Arts

Pada 2019, kasus Diabetes Mellitus (DM) tercatat sebanyak 463 juta, turun menjadi 424,9 juta pada 2020, lalu meningkat menjadi 537 juta pada 2021 dan 830 juta pada 2022. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengetahuan remaja tentang pencegahan DM berdasarkan tahap perkembangan dan jenis kelamin. Metode yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif dengan 86 responden dari total populasi 344, menggunakan teknik quota sampling. Instrumen berupa kuesioner dan dianalisis dengan uji frekuensi. Hasil menunjukkan remaja tahap tengah mendominasi (94,2%) dengan 94,8% memiliki pengetahuan baik. Remaja awal (2,3%) memiliki pengetahuan seimbang, dan remaja akhir (3,5%) seluruhnya berpengetahuan baik. Responden laki-laki (54,7%) didominasi pengetahuan kurang (66,7%), sedangkan perempuan (45,3%) lebih banyak memiliki pengetahuan baik. Simpulan: Remaja tahap tengah memiliki pengetahuan tertinggi, dan perempuan lebih memahami pencegahan DM dibanding laki-laki.

Berdasarkan hasil temuan bahwa remaja tengah merupakan kelompok usia yang paling dominan dengan tingkat pengetahuan tertinggi, serta adanya perbedaan tingkat pengetahuan berdasarkan jenis kelamin, maka disarankan untuk melakukan penelitian lebih lanjut mengenai faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan pengetahuan pada remaja, khususnya perempuan.Selain itu, diperlukan pengembangan intervensi edukatif yang lebih efektif dan spesifik bagi remaja laki-laki, guna meningkatkan pemahaman mereka terkait pencegahan diabetes melitus sejak dini.

Penelitian selanjutnya dapat diajukan dengan pertanyaan: faktor-faktor psikososial apa yang secara signifikan memengaruhi peningkatan pengetahuan pencegahan diabetes mellitus pada remaja perempuan di daerah perkotaan? Selanjutnya, diperlukan studi eksperimental yang menguji efektivitas program edukasi interaktif berbasis aplikasi mobile khusus untuk remaja laki-laki, serta membandingkan dampaknya terhadap perubahan pengetahuan dan perilaku sehat dibandingkan metode konvensional. Penelitian tambahan dapat meneliti peran keterlibatan keluarga dan kurikulum sekolah dalam memperkuat pemahaman remaja tentang faktor risiko diabetes, dengan menggunakan desain quasi‑eksperimental yang melibatkan guru, orang tua, dan siswa. Selain itu, penelitian longitudinal selama dua tahun dapat menilai sejauh mana pengetahuan yang diperoleh selama intervensi tetap terjaga dan berkontribusi pada penurunan faktor risiko diabetes pada kedua jenis kelamin. Studi kualitatif juga dapat diadakan untuk mengidentifikasi hambatan budaya dan gender yang menghalangi adopsi perilaku pencegahan pada remaja laki‑laki dan perempuan. Semua penelitian tersebut diharapkan dapat memberikan bukti empiris untuk merancang kebijakan pendidikan kesehatan yang lebih tepat sasaran.

  1. Diabetes in the Pediatric Age Group: A Case Series and Review of Literature - Journal of Pediatrics Review.... jpr.mazums.ac.ir/article-1-526-en.htmlDiabetes in the Pediatric Age Group A Case Series and Review of Literature Journal of Pediatrics Review jpr mazums ac ir article 1 526 en html
  2. 58 A case report ‘youth onset T2DM’ | BMJ Paediatrics Open. case report youth onset t2dm... bmjpaedsopen.bmj.com/content/8/Suppl_4/A21.258AIA case report Aoyouth onset T2DMAo BMJ Paediatrics Open case report youth onset t2dm bmjpaedsopen bmj content 8 Suppl 4 A21 2
  3. Exploring the Diagnostic Complexity of Diabetes Subtypes in Pediatric Obesity: A Case Report of an Adolescent... cureus.com/articles/276635-exploring-the-diagnostic-complexity-of-diabetes-subtypes-in-pediatric-obesity-a-case-report-of-an-adolescent-with-prader-willi-phenotype-and-literature-reviewExploring the Diagnostic Complexity of Diabetes Subtypes in Pediatric Obesity A Case Report of an Adolescent cureus articles 276635 exploring the diagnostic complexity of diabetes subtypes in pediatric obesity a case report of an adolescent with prader willi phenotype and literature review
Read online
File size623.18 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test