PPNIUNIMMANPPNIUNIMMAN

Jurnal Siti RufaidahJurnal Siti Rufaidah

Body shaming adalah perilaku yang merendahkan atau mengomentari fisik seseorang secara negatif, yang dapat berisiko menimbulkan dampak psikologis, seperti kecemasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara body shaming, penggunaan media sosial, dan kecemasan pada remaja di MTsN Al-Istiqomah Wungu Madiun. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel penelitian terdiri dari 60 responden berusia 13 hingga 15 tahun yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner body shaming, media sosial, dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Untuk analisis data, digunakan uji regresi linier multivariat. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan antara body shaming dengan kecemasan (p<0,05) dan antara media sosial dengan kecemasan (p<0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa body shaming dan penggunaan media sosial yang berlebihan dapat meningkatkan kecemasan pada remaja. Oleh karena itu, penting untuk memberikan edukasi mengenai dampak negatif body shaming dan penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental remaja.

Body shaming dan penggunaan media sosial berhubungan signifikan dengan kecemasan pada siswa MTsN Al-Istiqomah Wungu Madiun.Diperlukan edukasi untuk meningkatkan kesadaran mengenai dampak negatif body shaming dan penggunaan media sosial, serta menyediakan dukungan psikologis bagi remaja.Remaja yang sering mengalami body shaming dan intens menggunakan media sosial memiliki risiko kecemasan lebih tinggi.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi mekanisme psikologis yang mendasari hubungan antara body shaming, penggunaan media sosial, dan kecemasan pada remaja, misalnya dengan menggunakan pendekatan kualitatif untuk menggali pengalaman subjektif remaja terkait body shaming dan media sosial. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan intervensi yang efektif untuk mengurangi dampak negatif body shaming dan penggunaan media sosial terhadap kesehatan mental remaja, seperti program edukasi tentang citra tubuh positif dan keterampilan mengelola kecemasan. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi peran faktor-faktor lain yang mungkin memoderasi atau memediasi hubungan antara variabel-variabel tersebut, seperti dukungan sosial dari keluarga dan teman sebaya, atau tingkat harga diri remaja. Dengan demikian, pemahaman yang lebih komprehensif tentang masalah ini dapat diperoleh, dan intervensi yang lebih tepat sasaran dapat dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis remaja.

  1. HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA FK UNTAR | Jurnal Kesehatan... journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/18872HUBUNGAN PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN TINGKAT KECEMASAN PADA MAHASISWA FK UNTAR Jurnal Kesehatan journal universitaspahlawan ac index php jkt article view 18872
  2. Hubungan Body Shaming dan Media Sosial dengan Kecemasan di MTsN Al-Istiqomah Wungu Madiun | Jurnal Siti... doi.org/10.57214/jasira.v3i4.266Hubungan Body Shaming dan Media Sosial dengan Kecemasan di MTsN Al Istiqomah Wungu Madiun Jurnal Siti doi 10 57214 jasira v3i4 266
  3. PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK EFEKTIVITAS KOMUNIKASI | Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA).... doi.org/10.36085/jimakukerta.v2i3.4525PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL UNTUK EFEKTIVITAS KOMUNIKASI Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata JIMAKUKERTA doi 10 36085 jimakukerta v2i3 4525
  4. FAKTOR MEMPENGARUHI PERILAKU KECANDUAN SOSIAL MEDIA | INCARE, International Journal of Educational Resources.... ejournal.ijshs.org/index.php/incare/article/view/549FAKTOR MEMPENGARUHI PERILAKU KECANDUAN SOSIAL MEDIA INCARE International Journal of Educational Resources ejournal ijshs index php incare article view 549
Read online
File size564.2 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test