UMMUMM
Legality : Jurnal Ilmiah HukumLegality : Jurnal Ilmiah HukumArtikel ini membahas pengelolaan limbah padat perkotaan (Municipal Solid Waste/MSW) di Indonesia yang dilihat dari konsep kota cerdas (smart city) dan ekonomi sirkular (circular economy). Politik hukum Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah masih terbatas pada konsep 3R yaitu mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), dan mendaur ulang (recycle). Sementara konsep ekonomi sirkular merujuk pada prinsip 10R yang meliputi menolak (refuse), memikirkan kembali (rethink), mengurangi (reduce), menggunakan kembali (reuse), memperbaiki (repair), merevisi (refurbish), memproduksi ulang (remanufacture), menggunakan kembali untuk tujuan lain (repurpose), mendaur ulang (recycle), dan memulihkan (recover). Konsep ekonomi sirkular dipercaya penting untuk mencapai tujuan dekarbonisasi sebagaimana diamanahkan oleh Perjanjian Paris. Dengan pendekatan sosio-hukum, penelitian ini mengkaji sejauh mana UU Pengelolaan Sampah dapat dijadikan dasar dalam penerapan ekonomi sirkular di wilayah perkotaan. Penelitian ini menemukan bahwa konsep ekonomi sirkular belum diterapkan dalam pengelolaan limbah di lingkup perkotaan. Kota cerdas berbasis ekonomi sirkular dalam pengelolaan MSW hanya dapat dicapai melalui fasilitas yang memadai dan perubahan perilaku masyarakat. Namun, masih dipertanyakan apakah pemerintah daerah sepenuhnya wajib mengelola sampah rumah tangga karena UU Pengelolaan Sampah tidak menjelaskan kewajiban ini secara tegas namun secara jelas mengatur kewajiban masyarakat untuk mengurangi dan menangani sampah rumah tangga sebagai penghasil limbah. Hal ini diperburuk oleh pembagian tugas penanganan sampah kepada beberapa lembaga, yang dalam praktiknya menciptakan kebingungan bagi masyarakat. Oleh karena itu, dibutuhkan reformasi hukum untuk menyelesaikan masalah yang saling bertentangan tersebut.
Masalah pengelolaan sampah di Indonesia pada tingkat normatif menyebabkan efek domino pada penerapannya di lapangan.Isi dari UU Pengelolaan Sampah belum menjelaskan secara eksplisit kewajiban pemerintah pusat dan daerah dalam pengelolaan sampah, bahkan cenderung dialihkan kepada masyarakat.Penelitian ini menyarankan bahwa kewajiban pemerintah pusat dan daerah harus diatur secara eksplisit dalam UU tersebut.Selain itu, delegasi urusan pemerintahan terkait pengelolaan sampah kepada dua institusi yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga menimbulkan masalah operasional karena adanya perbedaan interpretasi kewenangan yang menyebabkan kebingungan di masyarakat.Maka, penelitian ini mengarahkan bahwa masalah pengelolaan sampah harus diserahkan kepada satu institusi saja, yaitu KLHK.Terkait administrasi teknis pengelolaan sampah yang saat ini dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT), melekatnya UPT pada birokrasi pemerintah daerah menyebabkan kurang fleksibelnya pengelolaan keuangan dalam mengindustrikan pengelolaan sampah.Untuk itu, penelitian ini mengusulkan agar administrasi pengelolaan sampah dipindahkan ke Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang lebih fleksibel secara keuangan.
Penelitian lanjutan sebaiknya mengeksplorasi bagaimana penerapan prinsip 10R dari ekonomi sirkular bisa diintegrasikan secara menyeluruh ke dalam sistem pengelolaan sampah di tingkat perkotaan Indonesia, agar tidak hanya terbatas pada 3R seperti saat ini. Selain itu, perlu ada penelitian yang mengkaji efektivitas penggabungan tugas pengelolaan sampah dari dua lembaga berbeda, yaitu Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, ke dalam satu lembaga tunggal agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan. Penelitian juga diperlukan untuk menganalisis model bisnis pengelolaan sampah yang bisa dikembangkan oleh BLUD dalam konteks memaksimalkan potensi ekonomi dari limbah, sekaligus meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan program pengelolaan sampah di daerah. Studi komparatif dengan negara lain yang telah berhasil menerapkan model kota cerdas berbasis ekonomi sirkular juga akan memberikan rekomendasi kebijakan yang lebih tepat guna bagi Indonesia.
- Constitutional Design of State Policy as Guidelines on Indonesia’s Presidential System Development... doi.org/10.24090/volksgeist.v6i1.7981Constitutional Design of State Policy as Guidelines on IndonesiaAos Presidential System Development doi 10 24090 volksgeist v6i1 7981
- Political Configuration of Electoral System Law in Indonesia from State Administration Perspective |... ejournal.uinsaizu.ac.id/index.php/volksgeist/article/view/7940Political Configuration of Electoral System Law in Indonesia from State Administration Perspective ejournal uinsaizu ac index php volksgeist article view 7940
- Economic Complexity and Sustainable Growth in Developing Countries | Economics Development Analysis Journal.... doi.org/10.15294/EDAJ.V11I1.47294Economic Complexity and Sustainable Growth in Developing Countries Economics Development Analysis Journal doi 10 15294 EDAJ V11I1 47294
| File size | 425.67 KB |
| Pages | 21 |
| DMCA | Report |
Related /
YAYASANASSYIFAYAYASANASSYIFA Kegiatan ini dapat menjadi model pelatihan berkelanjutan untuk mendukung kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja. Tahap selanjutnya akan dilakukan kegiatanKegiatan ini dapat menjadi model pelatihan berkelanjutan untuk mendukung kesiapan lulusan menghadapi dunia kerja. Tahap selanjutnya akan dilakukan kegiatan
UNRAMUNRAM Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun 2025 ini dilaksanakan di Kampoeng Oase Songo, Kelurahan Simomulyo, Surabaya, dengan tujuan meningkatkan kapasitasKegiatan pengabdian kepada masyarakat tahun 2025 ini dilaksanakan di Kampoeng Oase Songo, Kelurahan Simomulyo, Surabaya, dengan tujuan meningkatkan kapasitas
YAYASANASSYIFAYAYASANASSYIFA Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan TPQ di Desa Risa memainkan peranan penting dalam membentuk karakter dan keimanan anak-anak, serta memberikanHasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan TPQ di Desa Risa memainkan peranan penting dalam membentuk karakter dan keimanan anak-anak, serta memberikan
MYJOURNALMYJOURNAL Metode kualitatif deskriptif digunakan dalam studi ini, dengan data yang dikumpulkan melalui tinjauan pustaka. Keterlibatan masyarakat yang sudah memahamiMetode kualitatif deskriptif digunakan dalam studi ini, dengan data yang dikumpulkan melalui tinjauan pustaka. Keterlibatan masyarakat yang sudah memahami
IPBIPB Pendekatan berpikir sistem digunakan dengan Diagram Loop Kausal (CLD) untuk memetakan dan menganalisis interkoneksi dinamis antara ketiga domain tersebut.Pendekatan berpikir sistem digunakan dengan Diagram Loop Kausal (CLD) untuk memetakan dan menganalisis interkoneksi dinamis antara ketiga domain tersebut.
OPENGLOBALSCIOPENGLOBALSCI Hasil uji coba menunjukkan bahwa ketiga program sedekah sampah masuk dalam kategori berkelanjutan (71–75%) dan tiga lainnya dalam kategori sangat berkelanjutanHasil uji coba menunjukkan bahwa ketiga program sedekah sampah masuk dalam kategori berkelanjutan (71–75%) dan tiga lainnya dalam kategori sangat berkelanjutan
OSOOSO Untuk pengembangan yang berkelanjutan, diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan semua pemangku kepentingan, dengan memanfaatkan kekuatan internal,Untuk pengembangan yang berkelanjutan, diperlukan pendekatan holistik yang melibatkan semua pemangku kepentingan, dengan memanfaatkan kekuatan internal,
JURNALKUJURNALKU d. 2023 dan mengandung kata kunci “sustainability policy. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa saat ini tidak terlalu banyak artikel dengan kata kuncid. 2023 dan mengandung kata kunci “sustainability policy. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa saat ini tidak terlalu banyak artikel dengan kata kunci
Useful /
STIEJBSTIEJB Penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Mimika, yang dianalisis dengan mengkritisi perkembangan strukturPenelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Mimika, yang dianalisis dengan mengkritisi perkembangan struktur
OPENGLOBALSCIOPENGLOBALSCI 40 cm). Rolling quality was highest in CO (score 10), while RV mats showed lower rolling integrity (score 6. 7). V treatment achieved the smallest roll40 cm). Rolling quality was highest in CO (score 10), while RV mats showed lower rolling integrity (score 6. 7). V treatment achieved the smallest roll
OPENGLOBALSCIOPENGLOBALSCI Statistical analysis showed that turmeric powder supplementation had no significant effect on feed intake (P > 0. 05), with average intake ranging fromStatistical analysis showed that turmeric powder supplementation had no significant effect on feed intake (P > 0. 05), with average intake ranging from
UNILAUNILA Pemberian inokulum ektomikoriza pada semai damar mata kucing berpengaruh terhadap persen kolonisasi ektomikoriza sebesar 45,81% - 76,94%. Pemberian ektomikorizaPemberian inokulum ektomikoriza pada semai damar mata kucing berpengaruh terhadap persen kolonisasi ektomikoriza sebesar 45,81% - 76,94%. Pemberian ektomikoriza