UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Bayi berat lahir rendah (BBLR) adalah bayi yang lahir dengan berat badan <2500 gram. BBLR berisiko meningkatkan mortalitas dan morbiditas. Beberapa faktor risiko yang mempengaruhi BBLR meliputi usia, paritas, dan jarak kehamilan. Penelitian ini menggunakan metode analisis data sekunder dengan desain cross-sectional yang dilakukan di RS Charis Medika Batam pada bulan Februari. Teknik pengambilannya total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 76 responden. Analisa Bivariat dilakukan untuk mengetahui Hubungan Usia Ibu, Paritas, dan Jarak Kehamilan dengan BBLR serta dilakukan pengujian dan analisis dengan uji Chi-Square yang berguna untuk mengetahui variabel satu dengan yang lain. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa usia ibu, paritas, dan jarak kehamilan memiliki hubungan dengan BBLR. Hasil uji statistik Chi-Square didapatkan nilai p untuk usia ibu dengan BBLR 0,000 (<0,05), nilai p untuk paritas dengan BBLR 0,00 (<0,05), dan nilai p untuk jarak kehamilan dengan BBLR 0,000 (< 0,05). Berdasarkan penelitian ini bahwa ada hubungan antara Usia Ibu, Paritas, dan Jarak Kehamilan pada Ibu Hamil dengan Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah (BBLR) di Rumah Sakit Charis Medika Batam.

Berdasarkan penelitian ini, terdapat hubungan antara usia ibu, paritas, dan jarak kehamilan pada ibu hamil dengan kejadian bayi berat lahir rendah (BBLR) di Rumah Sakit Charis Medika Batam.Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia ibu berisiko (di bawah 19 tahun dan di atas 35 tahun), paritas tinggi (≥ 3 anak), dan jarak kehamilan yang terlalu dekat (< 2 tahun) berkontribusi signifikan terhadap peningkatan risiko BBLR.Temuan ini menggarisbawahi pentingnya skrining dan intervensi dini pada ibu hamil dengan faktor risiko tersebut untuk mengurangi kejadian BBLR dan meningkatkan kesehatan ibu dan bayi.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian kualitatif untuk menggali lebih dalam pengalaman dan persepsi ibu hamil terkait faktor-faktor risiko BBLR, seperti pola makan, aktivitas fisik, dan dukungan sosial. Kedua, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengidentifikasi dampak jangka panjang dari BBLR terhadap perkembangan anak dan kesehatan ibu di kemudian hari. Ketiga, penelitian intervensi yang melibatkan edukasi dan konseling tentang pentingnya perencanaan kehamilan, nutrisi yang adekuat, dan perawatan antenatal dapat dilakukan untuk mengevaluasi efektivitas program pencegahan BBLR.

Read online
File size348.3 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test