UMWUMW

Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandala WaluyaJurnal Ilmiah Kesehatan Mandala Waluya

Telah diketahui pada penelitian-penelitian sebelumnya tanaman pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) mempunyai potensi besar dalam pengobatan. Hingga saat ini, belum ditemukan sumber informasi penelitian tentang senyawa flavonoid dari ekstrak pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) yang berkhasiat sebagai penurun kadar glukosa darah dengan mekanisme menghambat kerja enzim α-amilase. Salah satu bakteri yang diisolasi penghasil enzim α-amilase berasal dari saliva penderita diabetes melitus, sehingga pada bakteri itulah peneliti mencoba mengisolasi untuk mendapatkan enzim α-amilase. Berdasarkan hal ini akan diteliti apakah ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) yang mengandung flavonoid mempunyai aktivitas dalam penghambatan enzim α-amilase sebagai alternatif penghambat penyakit degeneratif diabetes melitus. Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimental laboratoris untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) dalam penghambat enzim α-amilase sebagai alternatif penghambatan penyakit degeneratif diabetes melitus. Populasi pada penelitian ini adalah daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.), dengan ekstrak etanol daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) dan saliva penderita diabetes melitus sebagai sampel dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan pada enzim α-amilase murni diperoleh nilai IC50 sebesar 27,69 ppm. Hal ini menandakan bahwa ekstrak daun pacar kuku tergolong memiliki kemampuan inhibisi yang kuat dalam menghambat kedua enzim tersebut.

Ekstrak daun pacar kuku (Lawsonia inermis Linn.) mampu menghambat aktivitas enzim α-amilase baik pada ekstrak kasar maupun enzim murni.Nilai IC50 yang diperoleh pada enzim α-amilase murni sebesar 27,69 ppm dan pada ekstrak kasar sebesar 35,76 ppm, menunjukkan kemampuan inhibisi yang kuat.Dengan demikian, ekstrak ini berpotensi sebagai alternatif penghambat penyakit degeneratif diabetes melitus melalui mekanisme penghambatan enzim α-amilase.

Pertama, perlu dikembangkan penelitian untuk mengidentifikasi spesies bakteri penghasil enzim α-amilase dari saliva penderita diabetes melitus secara lebih akurat menggunakan metode molekuler seperti PCR dan sekuensing 16S rRNA, agar dapat diketahui spesifisitas enzim yang dihasilkan dan relevansinya terhadap aktivitas inhibisi ekstrak. Kedua, perlu dilakukan studi pemisahan dan identifikasi senyawa aktif spesifik dalam ekstrak etanol daun pacar kuku, terutama flavonoid, alkaloid, dan tannin, untuk mengetahui senyawa mana yang paling berkontribusi terhadap aktivitas penghambatan enzim α-amilase. Ketiga, disarankan adanya uji aktivitas in vivo menggunakan model hewan terinduksi diabetes untuk mengevaluasi efektivitas ekstrak daun pacar kuku dalam menurunkan kadar glukosa darah secara keseluruhan, serta memastikan keamanan dan dosis optimalnya sebelum dikembangkan sebagai terapi alami. Ketiga arah penelitian ini dapat saling melengkapi untuk memperkuat dasar ilmiah pemanfaatan tanaman pacar kuku sebagai agen antidiabetes alami yang potensial.

Read online
File size212.15 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test