IWIIWI

jurnal widyaiswara indonesiajurnal widyaiswara indonesia

Dalam Model Pengembangan Desain Pelatihan ADDIE (Analysis, Desaign, Develop, Implement, Evaluate), evaluasi merupakan salah satu tahapan penting yang berfungsi sebagai tolak ukur keberhasilan penyelenggaraan kegiatan pelatihan. Salah satu model evaluasi program pelatihan adalah model Kirkpatrick yang secara konseptual berpedoman pada tahapan belajar (reaction, learning, behaviour, result). Evaluasi reaksi pelatihan di Balai Besar Pemerintahan Desa di Malang belum sepenuhnya dilakukan secara maksimal. Selama ini, evaluasi reaksi yang telah dilakukan hanya bersifat normatif dan belum dapat menyajikan sebuah analisis yang dapat digunakan sebagai langkah kebijakan. Model SERVQUAL yang menitikberatkan pada 5 dimensi (Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy) diadopsi sebagai kerangka penelitian untuk mengukur tingkat kepuasan peserta pelatihan. Kuesioner disebarkan kepada 90 orang peserta pelatihan untuk kemudian dianalisa dengan menggunakan Importance Performance Analysis (IPA) guna mengetahui atribut apa saja yang perlu menjadi perhatian utama untuk dikaji dan diperbaiki dalam rangka meningkatkan pelayanan pelatihan.

Kesimpulan yang diperoleh dari Analisa data dan pembasahasan sebagai berikut.Dengan Importance Performance Analysis dapat diketahui bahwa dari 19 atribut model SERVQUAL terdapat 3 (tiga) atribut yang termasuk dalam kuadran I (concentrate here) yaitu meliputi TG.1 (Tangible) dengan pernyataan Ruangan kelas selama proses pelatihan dirasakan nyaman oleh peserta, TG.3 (Tangible) dengan pernyataan Pengajar menggunakan media pembelajaran yang modern dan menarik, dan AS.4 (Assurance) dengan pernyataan Pelatihan ini berdampak menumbuhkan rasa percaya diri peserta dalam menjalankan tugas kerja.1) ditemukan belum sepenuhnya dirasakan nyaman oleh peserta yang disebabkan oleh pengaturan tempat duduk yang tidak sesuai dengan pembelajaran andragogi, dan beberapa fasilitas pendukung dalam kelas yang kurang memadai.3) berupa perangkat keras (LCD Proyektor) yang masih kurang layak dan perangkat lunak (bahan tayang pengajar) yang perlu dikembangkan secara inovatif dan tampilan yang lebih menarik.Pelatihan yang diselenggarakan di Balai Besar Pemerintahan Desa di Malang (AS.4) belum sepenuhnya menumbuhkan rasa percaya diri alumni pasca mengikuti pelatihan.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran yang dapat diajukan untuk meningkatkan kualitas pelatihan di bidang pemerintahan desa. Pertama, perlu dilakukan pengkajian lebih dalam mengenai hal-hal yang membuat ruang kelas selama proses pelatihan belum nyaman sepenuhnya. Pengaturan tempat duduk yang sesuai dengan pembelajaran andragogi dan perbaikan fasilitas pendukung dalam kelas dapat meningkatkan kenyamanan peserta. Kedua, pengajar perlu meningkatkan kemampuan dalam membuat bahan tayang yang menarik dan modern. Penggunaan media pembelajaran yang inovatif dan tampilan yang menarik dapat meningkatkan kualitas belajar mengajar. Ketiga, pelatihan yang diselenggarakan perlu menumbuhkan rasa percaya diri peserta dalam menjalankan tugas kerja. Penyesuaian matrik kurikulum dengan memasukkan materi Achievement Motivation Training (AMT) dapat membantu meningkatkan rasa percaya diri alumni pasca mengikuti pelatihan.

Read online
File size315.1 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test