UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar belakang: Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang sering kali menyebabkan komplikasi oral, termasuk perubahan dan kerusakan gingiva akibat peningkatan inflamasi. Insidensi penyakit periodontal meningkat dua hingga tiga kali lebih besar dibandingkan dengan individu tanpa diabetes, yang memperburuk kerusakan jaringan gingiva dan memperlambat penyembuhan. Hiperglikemia memicu pembentukan advanced glycation end-products (AGEs), yang meningkatkan produksi sitokin proinflamasi. Penulisan artikel bertujuan untuk mengidentifikasi perubahan pada gingiva yang terkait dengan diabetes melitus. Metode: Penelitian ini menggunakan metode literature review terhadap artikel yang dipublikasikan secara daring melalui database seperti Google Scholar dan Pubmed. Artikel yang dianalisis merupakan publikasi dari tahun 2019 hingga 2024, dengan total 21 artikel yang memenuhi kriteria inklusi serta relevan dengan tujuan penelitian. Hasil: Hasil kajian menunjukkan perubahan pada gingiva pasien diabetes melitus disebabkan oleh interaksi antara hiperglikemia, peningkatan stres oksidatif, serta gangguan pada sistem imun, yang memperburuk peradangan dan kerusakan jaringan gingiva. Faktor-faktor seperti peningkatan radikal bebas, gangguan penyembuhan jaringan akibat disfungsi vaskular, serta penurunan produksi kolagen turut memperparah kerusakan jaringan. Kesimpulan: Perubahan fisiologis tubuh yang terjadi meningkatkan risiko terjadinya penyakit periodontal pada pasien diabetes melitus. Gingivitis dan periodontitis merupakan dua bentuk umum dari penyakit periodontal yang disebabkan oleh biofilm patogen di sekitar gigi.

Perubahan fisiologis tubuh yang terjadi meningkatkan risiko terjadinya penyakit periodontal pada pasien diabetes melitus.Gingivitis dan periodontitis merupakan dua bentuk umum dari penyakit periodontal yang disebabkan oleh biofilm patogen di sekitar gigi.Penanganan yang tepat dan pemeliharaan kesehatan gigi dan mulut yang baik sangat penting untuk mencegah komplikasi lebih lanjut pada pasien diabetes melitus.

Berdasarkan tinjauan literatur, penelitian lebih lanjut dapat difokuskan pada pengembangan strategi intervensi yang efektif untuk mengurangi inflamasi gingiva pada pasien diabetes melitus. Selain itu, penelitian longitudinal diperlukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari kontrol glikemik yang optimal terhadap kesehatan periodontal. Studi komparatif juga dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor genetik dan lingkungan yang berkontribusi terhadap kerentanan terhadap penyakit periodontal pada pasien diabetes. Terakhir, penelitian yang mengeksplorasi peran probiotik dalam memodulasi mikrobiota oral dan mengurangi risiko penyakit periodontal pada pasien diabetes melitus akan memberikan wawasan berharga untuk pengembangan terapi preventif.

  1. Severity of Periodontal Status in Type I and Type II Diabetes Mellitus | Pakistan Journal of Medical... doi.org/10.53350/pjmhs22165620Severity of Periodontal Status in Type I and Type II Diabetes Mellitus Pakistan Journal of Medical doi 10 53350 pjmhs22165620
Read online
File size481.08 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test