UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

BBLB (makrosomia) maupun BBLR (mikrosomia) dapat berpotensi terhadap masalah kesehatan pada masa pertumbuhan bayi. Sebagian besar masalah ini terkait dengan berat lahir yang menjadi parameter terpenting dalam menentukan kelangsungan hidup bayi baru lahir. Perhitungan taksiran berat janin yang kurang tepat dapat menyebabkan tidak terdeteksinya masalah pada saat kehamilan, sehingga diperlukan penelitian untuk mengetahui rumus taksiran berat janin paling akurat. Penelitian ini menggunakan desain studi komparatif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi pada penelitian ini adalah ibu yang bersalin dan bayi lahir di praktik mandiri bidan X tahun 2024. Sampel ditentukan menggunakan non probability sampling berupa total sampling. Hasil penelitian diuji menggunakan paired t-test dan receiver operating characteristic (ROC). Tidak terdapat perbedaan yang bermakna antara rumus Dare (p-value 0,147) dengan berat bayi lahir namun terdapat perbedaan yang bermakna antara rumus Risanto (p-value 0,000) dengan berat bayi lahir. Dan didapatkan keakuratan berdasarkan Uji ROC rumus Dare sebesar 87% dan rumus Risanto sebesar 65%. Pengukuran taksiran berat janin menggunakan rumus Dare memiliki tingkat akurasi yang lebih akurat bila dibandingkan dengan rumus Risanto dalam menentukan perkiraan berat bayi lahir.

Tidak terdapat perbedaan signifikan antara taksiran berat janin menggunakan rumus Dare dengan berat lahir bayi (p = 0,147), sedangkan rumus Risanto menunjukkan perbedaan yang bermakna (p = 0,000).Berdasarkan analisis ROC, rumus Dare memiliki akurasi sebesar 87%, lebih tinggi dibandingkan rumus Risanto yang hanya 65%.Dengan demikian, rumus Dare lebih akurat dalam memprediksi taksiran berat janin dibandingkan rumus Risanto.

Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji akurasi rumus Dare dan Risanto pada populasi ibu hamil dengan kondisi khusus seperti obesitas atau kehamilan kembar, mengingat faktor-faktor ini dapat memengaruhi hasil pengukuran taksiran berat janin. Kedua, sebaiknya dikembangkan studi perbandingan antara rumus Dare dengan metode ultrasonografi di fasilitas layanan primer yang tidak memiliki akses penuh ke USG, untuk menilai apakah rumus Dare tetap unggul dalam kondisi keterbatasan teknologi. Ketiga, perlu diteliti bagaimana pelatihan standar bagi bidan dalam melakukan pengukuran tinggi fundus uteri dan lingkar abdomen dapat meningkatkan akurasi taksiran berat janin menggunakan rumus Dare, mengingat keahlian klinisi berpengaruh terhadap hasil estimasi. Penelitian-penelitian ini penting untuk memastikan bahwa estimasi berat janin tetap akurat, mudah diterapkan, dan andal di berbagai konteks pelayanan kesehatan ibu, terutama di daerah terpencil. Selain itu, validasi rumus Dare pada kelompok risiko tinggi dapat membantu deteksi dini makrosomia dan BBLR. Pengujian rumus di fasilitas tanpa USG juga menilai relevansi klinis metode klinis dalam era teknologi. Pelatihan pengukuran yang baku sangat penting karena ketidakkonsistenan bisa menurunkan akurasi. Penelitian lanjutan sebaiknya melibatkan sampel lebih besar dan desain longitudinal. Hal ini akan memperkuat bukti penggunaan rumus Dare sebagai standar estimasi berat janin. Dengan demikian, pelayanan antenatal dapat lebih optimal dan komplikasi persalinan bisa diminimalkan.

Read online
File size320.29 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test