UNIBAUNIBA

Zona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas BatamZona Kedokteran: Program Studi Pendidikan Dokter Universitas Batam

Latar Belakang : Corona Virus Disease-19 (COVID-19) menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan yang ditemukan pada dan dinyatakan sebagai pandemi pada 11 maret 2020. Mortalitas pada pasien COVID-19 diketahui berkaitan dengan usia dan riwayat penyakit. Dimana resiko mortalitas lebih besar didapati oleh pasien yang mempunyai riwayat penyakit ditambah dengan rentan usia, semakin tua umur pasien resiko semakin tinggi dapat berujung mengalami mortalitas. Metode : Metode penelitian ini adalah deskriptif analitik dengan pendekatan studi cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Badan Pengusaha Kota Batam pada bulan Desember tahun 2021. Teknik pengambilan sampel yaitu simple random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 59 responden. Analisis univariat disajikan dalam tabel distribusi frekuensi dan analisis bivariat menggunakan uji Chi Square. Hasil : Pasien tidak badai sitokin adalah 62,7% dan badai sitokin 37,3%. Tidak bronkopneumonia adalah 67,8%, dan bronkopneumonia 32,2%. Tidak Mortalitas COVID-19 adalah 64,4% dan ya mortalitas 35,6%. Ada hubungan yang signifikan antara mortalitas COVID-19 dengan usia pada pasien RSBP kota Batam (p value = 0,000). Adanya hubungan antara mortalitas COVID-19 dengan komorbid pada pasien RSBP kota Batam (p value = 0,000). Adanya hubungan antara mortalitas COVID-19 dengan cytokine storm pada pasien RSBP kota Batam (p value = 0,001).

Berdasarkan penelitian ini disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara karakteristik gambaran klinis dengan mortalitas pada pasien rawat inap ICU COVID-19 di RS BP kota Batam tahun 2021.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor spesifik komorbiditas yang paling berkontribusi terhadap peningkatan mortalitas pada pasien COVID-19 ICU, dengan mempertimbangkan jenis dan tingkat keparahan komorbiditas tersebut. Kedua, studi prospektif diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi dini, seperti pemberian terapi imunosupresan atau modulasi imun, dalam mengurangi risiko badai sitokin dan meningkatkan angka kesembuhan pasien COVID-19 yang dirawat di ICU. Ketiga, penelitian yang lebih mendalam perlu dilakukan untuk memahami mekanisme biologis yang mendasari hubungan antara usia dan mortalitas pada pasien COVID-19, termasuk peran perubahan sistem imun dan fungsi organ terkait usia dalam menentukan prognosis penyakit. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan membantu dalam pengembangan strategi pencegahan dan penanganan COVID-19 yang lebih efektif.

  1. Clinical, laboratory and radiological characteristics and outcomes of novel coronavirus (SARS-CoV-2)... doi.org/10.1371/journal.pone.0239235Clinical laboratory and radiological characteristics and outcomes of novel coronavirus SARS CoV 2 doi 10 1371 journal pone 0239235
  2. "Coronavirus Disease 2019: Review of Current Literatures" by Adityo Susilo, C. Martin Rumende... doi.org/10.7454/jpdi.v7i1.415Coronavirus Disease 2019 Review of Current Literatures by Adityo Susilo C Martin Rumende doi 10 7454 jpdi v7i1 415
Read online
File size536.63 KB
Pages16
DMCAReport

Related /

ads-block-test