PARIPARI
JRI (Jurnal Radiografer Indonesia)JRI (Jurnal Radiografer Indonesia)Latar Belakang: Kanker serviks merupakan salah satu keganasan ginekologi yang umum di Indonesia dan secara global. Radioterapi adalah salah satu modalitas pengobatan utama untuk penyakit ini. Volumetric Modulated Arc Therapy (VMAT), jika dikombinasikan dengan Cone Beam Computed Tomography (CBCT), banyak digunakan untuk meningkatkan presisi penyampaian radiasi. Kombinasi ini memainkan peran penting dalam menjaga akurasi pengobatan, terutama ketika posisi pasien berubah akibat fluktuasi berat badan. Metode: Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki korelasi antara berat badan pasien dan pergeseran posisi pada koordinat X, Y, dan Z selama verifikasi VMAT pada pasien kanker serviks. Desain kualitatif deskriptif dengan pendekatan eksperimental digunakan. Sampel terdiri dari 10 pasien dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) normal dan kelebihan berat badan. Pengumpulan data meliputi observasi sesi pengobatan, wawancara dengan staf radiasi, dan dokumentasi hasil verifikasi CBCT. Pengukuran dilakukan khusus selama fraksi pengobatan ke-1, ke-11, dan ke-21 untuk mengevaluasi konsistensi posisi selama terapi. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa pasien dalam kelompok IMT kelebihan berat badan umumnya mengalami pergeseran koordinat yang lebih besar dibandingkan dengan mereka yang memiliki IMT normal. Semua pergeseran yang tercatat berada dalam batas toleransi yang dapat diterima, kurang dari 0,5 cm. Hasil ini menunjukkan bahwa berat badan memengaruhi stabilitas posisi selama terapi dan menyoroti pentingnya verifikasi yang cermat dan berkelanjutan sebelum setiap pemberian radiasi. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan signifikan dalam nilai pergeseran koordinat X, Y, dan Z antara pasien dengan IMT normal dan kelebihan berat badan. Verifikasi posisi pasien menggunakan CBCT sebelum radiasi, bersama dengan penerapan teknik VMAT, terbukti akurat dan efektif dalam memastikan pemberian perawatan yang optimal.
Penelitian ini menunjukkan bahwa pergeseran posisi pasien pada koordinat X, Y, dan Z, baik pada kelompok IMT normal maupun kelebihan berat badan, berada dalam batas toleransi yang ditetapkan.Hasil evaluasi menegaskan bahwa pendekatan yang diterapkan di RS Tzu Chi Hospital menghasilkan rata-rata pergeseran yang tidak melebihi batas toleransi yang direkomendasikan.Hal ini menunjukkan efektivitas protokol imobilisasi, verifikasi CBCT, dan teknik penyinaran VMAT dalam memastikan akurasi pengobatan.
Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat dipertimbangkan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengeksplorasi pengaruh perubahan berat badan yang signifikan selama radioterapi terhadap akurasi penyinaran, dengan fokus pada pengembangan strategi adaptif untuk meminimalkan dampak pergeseran posisi. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas berbagai teknik imobilisasi dan verifikasi posisi pada pasien dengan IMT yang berbeda, dengan tujuan mengidentifikasi protokol yang paling optimal untuk memastikan akurasi pengobatan. Ketiga, penelitian prospektif dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak pergeseran posisi yang terkait dengan perubahan berat badan terhadap hasil klinis pasien kanker serviks, seperti tingkat kontrol tumor lokal dan efek samping radioterapi, untuk memberikan bukti yang lebih kuat tentang pentingnya manajemen berat badan yang cermat selama pengobatan radiasi.
| File size | 366.38 KB |
| Pages | 8 |
| DMCA | Report |
Related /
JK RISKJK RISK Salah satu pilihan terapi kanker paru stadium lanjut dengan kemoterapi dan dievaluasi menggunakan Response Evaluation Criteria in Solid Tumours (RECIST)Salah satu pilihan terapi kanker paru stadium lanjut dengan kemoterapi dan dievaluasi menggunakan Response Evaluation Criteria in Solid Tumours (RECIST)
MARANATHAMARANATHA Pasien kanker payudara di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru menunjukkan sebanyak 57,23 % dengan tipe histopalogi high grade dan 92,81 % dengan tipe histopalogiPasien kanker payudara di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru menunjukkan sebanyak 57,23 % dengan tipe histopalogi high grade dan 92,81 % dengan tipe histopalogi
CHEMOPREVCHEMOPREV Intervensi neoadjuvan, yang dirancang untuk mengecilkan tumor sebelum operasi, meningkatkan hasil operasi dengan meningkatkan kelayakan operasi, sedangkanIntervensi neoadjuvan, yang dirancang untuk mengecilkan tumor sebelum operasi, meningkatkan hasil operasi dengan meningkatkan kelayakan operasi, sedangkan
GLOBALHEALTHSCIENCEGROUPGLOBALHEALTHSCIENCEGROUP Kesehatan remaja merupakan hal yang sangat penting diperhatikan karena pada masa ini remaja mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan.Kesehatan remaja merupakan hal yang sangat penting diperhatikan karena pada masa ini remaja mengalami perubahan fisik, psikologis, dan sosial yang signifikan.
CENDIKIAJENIUS INDCENDIKIAJENIUS IND Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kecemasan rata-rata sebelum intervensi adalah 26,79, dan setelah intervensi adalah 19,07. Terdapat perbedaanHasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor kecemasan rata-rata sebelum intervensi adalah 26,79, dan setelah intervensi adalah 19,07. Terdapat perbedaan
PANCABHAKTIPANCABHAKTI Abdul Moeloek Provinsi Lampung pada tahun 2024, diperoleh rata-rata skor sebelum penerapan dalam kategori mual berat sebesar 21,6% (13) dan rata-rata setelahAbdul Moeloek Provinsi Lampung pada tahun 2024, diperoleh rata-rata skor sebelum penerapan dalam kategori mual berat sebesar 21,6% (13) dan rata-rata setelah
ACTAMEDINDONESACTAMEDINDONES 143 pasien (73,7%) dengan tumor padat lanjut. Dari kelompok ini, 39 pasien (27%) menderita sepsis. Kurva ROC menunjukkan bahwa tingkat PCT untuk sepsis143 pasien (73,7%) dengan tumor padat lanjut. Dari kelompok ini, 39 pasien (27%) menderita sepsis. Kurva ROC menunjukkan bahwa tingkat PCT untuk sepsis
PANCABHAKTIPANCABHAKTI Hasil penelitian berkumur larutan madu dapat dijadikan sebagai salah satu penerapan untuk mengatasi mukositis pada pasien kanker payudara yang menjalaniHasil penelitian berkumur larutan madu dapat dijadikan sebagai salah satu penerapan untuk mengatasi mukositis pada pasien kanker payudara yang menjalani
Useful /
PARIPARI Adhyatma, MPH Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan prosedur RUG pada pasien post-internal urethrotomy dan rasional penggunaanAdhyatma, MPH Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan prosedur RUG pada pasien post-internal urethrotomy dan rasional penggunaan
PARIPARI Nilai kecepatan puncak dan PI diperoleh dengan menentukan wilayah minat (ROI) pada setiap segmen arteri. Hasil: Kecepatan puncak rata-rata tertinggi tercatatNilai kecepatan puncak dan PI diperoleh dengan menentukan wilayah minat (ROI) pada setiap segmen arteri. Hasil: Kecepatan puncak rata-rata tertinggi tercatat
MARANATHAMARANATHA Pada kasus ini, mukosektomi yang mempertahankan jaringan pankreas berhasil menghilangkan lapisan mukosa patologis, meminimalkan morbiditas, dan mempercepatPada kasus ini, mukosektomi yang mempertahankan jaringan pankreas berhasil menghilangkan lapisan mukosa patologis, meminimalkan morbiditas, dan mempercepat
MARANATHAMARANATHA Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif noneksperimental dengan pendekatan potong lintang dan data retrospektif. Sebanyak 57 pasien memenuhiDesain penelitian yang digunakan adalah deskriptif noneksperimental dengan pendekatan potong lintang dan data retrospektif. Sebanyak 57 pasien memenuhi