POLTEKKESKUPANGPOLTEKKESKUPANG

Kupang Journal of Food and Nutrition ResearchKupang Journal of Food and Nutrition Research

Diabetes melitus tipe 2 terjadi ketika tubuh tidak lagi mampu menghasilkan insulin secara memadai atau tidak dapat memanfaatkannya secara efektif. Berdasarkan SKI 2023, prevalensi DM tipe 2 pada penduduk berusia ≥15 tahun mencapai 50,2%, sementara Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat angka 45,9% pada tahun yang sama. Data rekam medis RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang menunjukkan terdapat 797 kasus diabetes melitus tipe 2 sepanjang Januari–Desember. Penelitian ini untuk menilai hubungan antara asupan magnesium dan vitamin C dengan kadar gula darah sewaktu pada pasien DM tipe 2. Kadar GDS pada penelitian cross-sectional bertujuan memotret kondisi pada satu titik waktu. GDS memberikan gambaran kadar glukosa pasien saat mereka sedang beraktivitas dan mengonsumsi makanan sehari-hari, bukan dalam kondisi puasa. Desain menggunakan pendekatan deskriptif analitik rancangan cross-sectional, dilaksanakan pada 17 Juni–17 Juli 2025 sebanyak 40 responden. Variabel yang diteliti meliputi asupan magnesium, asupan vitamin C, serta kadar gula darah sewaktu; data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 42,5% responden (17 orang) memiliki asupan magnesium yang tergolong defisit. Uji Chi-Square memberikan nilai p=0,002 yang menandakan adanya hubungan signifikan antara asupan magnesium dan gula darah sewaktu. 20 responden (50%) berada pada kategori defisit vitamin C, namun uji statistik menghasilkan p=0,184 sehingga tidak ditemukan hubungan bermakna. Selain itu, sebanyak 39 responden (97,5%) tercatat memiliki kadar gula darah sewaktu tinggi, dan hanya satu responden (2,5%) berada dalam kategori normal. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa asupan magnesium berkorelasi signifikan dengan kadar gula darah sewaktu, sedangkan asupan vitamin C tidak menunjukkan keterkaitan serupa.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar responden mengalami defisit magnesium ringan dan kekurangan vitamin C berat.Mayoritas responden memiliki kadar gula darah sewaktu yang tinggi.Asupan magnesium berhubungan signifikan dengan kadar gula darah sewaktu, sementara asupan vitamin C tidak menunjukkan hubungan yang signifikan.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk menginvestigasi pengaruh kombinasi magnesium dan vitamin C terhadap kontrol glikemik pada pasien diabetes tipe 2, mengingat penelitian ini hanya menguji hubungan masing-masing variabel. Selain itu, studi prospektif dengan ukuran sampel yang lebih besar dan durasi yang lebih lama diperlukan untuk mengkonfirmasi hubungan antara asupan magnesium dan kadar gula darah sewaktu, serta untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mungkin berperan dalam regulasi glukosa darah. Terakhir, penelitian lebih lanjut dapat mengeksplorasi peran intervensi gizi yang dipersonalisasi, termasuk suplementasi magnesium dan vitamin C, dalam meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi pada pasien diabetes tipe 2, dengan mempertimbangkan karakteristik individu seperti usia, jenis kelamin, dan status gizi.

Read online
File size393.85 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test