SARI MUTIARASARI MUTIARA

JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKATJURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT

Abstrak: Info Artikel Riwayat Artikel: Latar belakang: Pasca rekonstruksi PCL merupakan rehabilitatif pascaoperasi pada cedera PCL yang bertujuan mengembalikan fungsi sendi lutut. Setelah operasi, pasien memerlukan penatalaksanaan fisioterapi pada fase awal rehabilitasi untuk membantu mengurangi nyeri, mengurangi keterbatasan gerak, serta meningkatkan fungsi lutut secara bertahap agar pemulihan berlangsung optimal. Tujuan: untuk mendeskripsikan penatalaksanaan fisioterapi pasca rekonstruksi pcl sinistra dengan TENS, Infrared, dan terapi latihan. Metode: Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi kasus dengan pengumpulan data melalui anamnesis, pemeriksaan, dan pelaksanaan fisioterapi. Hasil: Hasil menunjukkan setelah 6 kali terapi terjadi perbaikan. Nilai kekuatan otot fleksor meningkat T0: 2 menjadi T6: 3, sedangkan otot ekstensor T0: 3 menjadi T6: 4. Rentang luas gerak sendi meningkat dari S: 0°–0°–70° menjadi 0°–0°–100°. Nyeri juga mengalami penurunan, yaitu nyeri saat posisi diam T0: 5 menjadi T6: 2, nyeri saat ditekan 7 menjadi 4, dan nyeri saat bergerak dari 8 menjadi 5. Kemampuan fungsional meningkat dari 13,4% gangguan berat menjadi 61,5% gangguan ringan.

kombinasi TENS, Infrared, dan terapi latihan pada pasien pasca rekonstruksi PCL dapat memberi manfaat untuk meningkatnya nilai kekuatan otot, meningkatkan gerak sendi, mengurangi nyeri, serta memperbaiki kemampuan aktivitas fungsional.

Berdasarkan penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat diusulkan adalah: 1. Menganalisis secara lebih mendalam efek kombinasi TENS, Infrared, dan terapi latihan pada pasien pasca rekonstruksi PCL, khususnya dalam hal peningkatan kekuatan otot dan gerak sendi. 2. Mengeksplorasi lebih lanjut mekanisme kerja dan manfaat dari masing-masing intervensi fisioterapi dalam konteks rehabilitasi pasca rekonstruksi PCL. 3. Melakukan studi komparatif antara pendekatan konservatif dan rekonstruksi bedah dalam penanganan cedera PCL, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat keparahan cedera. 4. Meneliti lebih lanjut tentang peran fisioterapi dalam mengatasi masalah nyeri, kelemahan otot, dan keterbatasan gerak pada ekstremitas bawah pasca rekonstruksi PCL, serta mengembangkan strategi intervensi yang lebih efektif. 5. Menganalisis dampak jangka panjang dari kombinasi TENS, Infrared, dan terapi latihan pada pasien pasca rekonstruksi PCL, termasuk dalam hal pemulihan fungsi lutut dan kualitas hidup pasien.

Read online
File size414.69 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test