STIKESLHOKSEUMAWESTIKESLHOKSEUMAWE
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan LhokseumaweJurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan LhokseumaweKepatuhan terhadap diet makanan dan minuman yang dikonsumsi pasien DM setiap hari untuk menjaga kesehatan dan mempercepat proses penyembuhan luka, berupa 3J yaitu : tepat jadwal, tepat jenis dan tepat jumlah. Ketidakpatuhan diet pada akhirnya dapat memperburuk kondisi pasien dan dapat menimbulkan komplikasi. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 49 responden dan menggunakan alat ukur food recall dan lembar ceklis observasi luka. Analisa data menggunakan uji statistic dengan kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara kepatuhan diet pada pasien DM tipe II dengan penyembuhan luka diabetik di klinik perawatan luka Alhuda Wound Care. Simpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa terdapat adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan diet pasien DM dengan proses penyembuhan luka diabetik, dimana semakin tidak patuh pasien DM terhadap dietnya maka penyembuhan luka akan semakin lambat.
Berdasarkan uji statistik didapatkan nilai p-value = 0.05) sehingga dapat disimpulkan ada hubungan signifikan antara kepatuhan diet dengan penyembuhan luka diabetik.Oleh karena itu, peneliti berkesimpulan bahwa ada hubungan kepatuhan diet pada pasien DM tipe II dengan penyembuhan luka diabetik di klinik Alhuda Wound Care.Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan serta data dasar bagi peneliti selanjutnya dalam meningkatkan kepatuhan diet pada pasien diabetes melitus tipe II untuk kelancaran penyembuhan luka.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan, terdapat beberapa arah studi yang dapat dikembangkan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kepatuhan diet pada pasien DM tipe II, seperti dukungan keluarga, pengetahuan tentang penyakit, dan aksesibilitas makanan sehat. Kedua, penelitian kualitatif dapat dilakukan untuk memahami pengalaman pasien dalam menjalankan diet dan hambatan yang dihadapi, sehingga dapat dirumuskan intervensi yang lebih efektif. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak jangka panjang dari kepatuhan diet terhadap penyembuhan luka dan kualitas hidup pasien DM tipe II. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat diperoleh pemahaman yang lebih komprehensif tentang hubungan antara kepatuhan diet, penyembuhan luka, dan kualitas hidup pasien DM tipe II, serta menghasilkan rekomendasi yang lebih tepat sasaran untuk meningkatkan kesehatan pasien.
| File size | 461.93 KB |
| Pages | 7 |
| DMCA | Report |
Related /
UNUKALTIMUNUKALTIM Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 14 (25,5%) responden dengan tingkat kepatuhan “Patuh, 19 (34,5%) responden dengan tingkat kepatuhan “Sedang,Hasil penelitian menunjukan bahwa sebanyak 14 (25,5%) responden dengan tingkat kepatuhan “Patuh, 19 (34,5%) responden dengan tingkat kepatuhan “Sedang,
BAJANGJOURNALBAJANGJOURNAL Salah satu mekanisme yang diteliti adalah stimulasi produksi beta-endorfin, neuropeptida yang berkaitan dengan pengurangan rasa sakit, peningkatan suasanaSalah satu mekanisme yang diteliti adalah stimulasi produksi beta-endorfin, neuropeptida yang berkaitan dengan pengurangan rasa sakit, peningkatan suasana
MITRAHUSADAMITRAHUSADA Komplikasi seperti persalinan lama, kebutuhan intervensi medis, dan peningkatan risiko infeksi pasca persalinan sering dialami. Selain itu, persepsi danKomplikasi seperti persalinan lama, kebutuhan intervensi medis, dan peningkatan risiko infeksi pasca persalinan sering dialami. Selain itu, persepsi dan
SARI MUTIARASARI MUTIARA Adanya peningkatan jumlah penduduk usia lanjut tersebut menyebabkan perlunya perhatian pada para lansia agar lansia tidak hanya berumur panjang tetapiAdanya peningkatan jumlah penduduk usia lanjut tersebut menyebabkan perlunya perhatian pada para lansia agar lansia tidak hanya berumur panjang tetapi
STIKES ISFISTIKES ISFI Kandungan senyawa fenolik yang terkandung dalam ER1 dan ER2 kemungkinan lebih berkontribusi sebagai agen fotoprotektor terhadap sinar UV B dibanding senyawaKandungan senyawa fenolik yang terkandung dalam ER1 dan ER2 kemungkinan lebih berkontribusi sebagai agen fotoprotektor terhadap sinar UV B dibanding senyawa
UMSBUMSB Teknik sampling menggunakan accidental sampling, dengan menggunakan analisis univariat. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terhadap 63 responden, sebanyakTeknik sampling menggunakan accidental sampling, dengan menggunakan analisis univariat. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian terhadap 63 responden, sebanyak
UNUBLITARUNUBLITAR Penelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat peran mendengarkan musik sebagai self healing dalam penurunan stres pada penyintas Covid-19 di Surabaya. SebanyakPenelitian ini menyimpulkan bahwa terdapat peran mendengarkan musik sebagai self healing dalam penurunan stres pada penyintas Covid-19 di Surabaya. Sebanyak
POLTEKKES KEMENKES BENGKULUPOLTEKKES KEMENKES BENGKULU Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, dan kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah sewaktu padaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kepatuhan diet, aktivitas fisik, dan kepatuhan minum obat dengan kadar gula darah sewaktu pada
Useful /
STIKES ISFISTIKES ISFI Pembuatan nanohidrogel membutuhkan agen pengental untuk menghasilkan sediaan yang memenuhi kriteria, seperti Carbopol 980. Nanohidrogel ini dibuat denganPembuatan nanohidrogel membutuhkan agen pengental untuk menghasilkan sediaan yang memenuhi kriteria, seperti Carbopol 980. Nanohidrogel ini dibuat dengan
STIKES ISFISTIKES ISFI aurantifolia). Pada ekstrak kulit jeruk nipis, terdapat minyak atsiri yang tersusun dari D-Limonene (38.94%), β-pinen (26.66%), α-terpineol (8. 29%),aurantifolia). Pada ekstrak kulit jeruk nipis, terdapat minyak atsiri yang tersusun dari D-Limonene (38.94%), β-pinen (26.66%), α-terpineol (8. 29%),
STIKES ISFISTIKES ISFI Indeks bias sebesar 1,4785 ± 0,0001. Identifikasi GC‑MS menunjukkan 5 komponen utama minyak temu kunci adalah camphor (28,70%), ocimene (24,71%),Indeks bias sebesar 1,4785 ± 0,0001. Identifikasi GC‑MS menunjukkan 5 komponen utama minyak temu kunci adalah camphor (28,70%), ocimene (24,71%),
PROVISIPROVISI Menggunakan algoritma harmonic centrality untuk mengukur pengaruh suatu partai atau politikus yang difasilitasi oleh Node2Vec. Hasil analisa menunjukkanMenggunakan algoritma harmonic centrality untuk mengukur pengaruh suatu partai atau politikus yang difasilitasi oleh Node2Vec. Hasil analisa menunjukkan