URECOLURECOL

Urecol Journal. Part G: Multidisciplinary ResearchUrecol Journal. Part G: Multidisciplinary Research

Kanker serviks merupakan kanker yang terjadi pada bagian serviks uterus yaitu daerah pada organ reproduksi wanita yang merupakan pintu masuk kearah rahim yang letaknya diantara rahim dan liang senggama. Pengobatan kanker serviks dikenal ada beberapa cara, salah satunya yaitu dengan kemoterapi. Kemoterapi adalah pengobatan dengan menggunakan obat baik secara oral maupun intravena yang bertujuan untuk menghambat atau membunuh sel kanker, namum pengobatan dengan kemoterapi memiliki banyak efek samping bagi penderita kanker serviks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa efek samping kemoterapi pada pasien kanker serviks di Asia Tenggara dengan menggunakan metode literatur review. Referensi yang digunakan merupakan literature yang didapat dari Google Scholar dan Pub Med dari tahun 2014 hingga tahun 2020. Setelah mereview 15 jurnal dinyatakan bahwa efek samping kemoterapi terhadap pasien kanker serviks di Asia Tenggara adalah mual dan muntah (34,28%), anemia (14,28%), neurotoksik (14,28%), alopesia (11,42%), reaksi alergi (8,57%), trombositopenia (8,57%), leukopenia (5,71%) dan stomatitis (2,85%).

Analisis dari 15 jurnal tentang efek samping kemoterapi pada pasien kanker serviks di Asia Tenggara terdapat 12 jurnal berupa mual dan muntah (34,28%), 5 jurnal anemia (14,28%), 5 jurnal neurotoksik (14,28%), 4 jurnal alopesia (11,42 %), 3 jurnal reaksi alergi (8,57%), 3 jurnal trombositopenia (8,57%), 2 jurnal leukopenia (5,71%), 1 jurnal stomatitis (2,85%).Berdasarkan hasil analisis terhadap 15 jurnal tersebut dapat diketahui bahwa efek samping kemoterapi pada pasien kanker serviks terbanyak adalah mual dan muntah, diikuti anemia, neurotoksik, alopesia, reaksi alergi, trombositopenia, leukopenia dan stomatitis.

Penelitian lanjutan dapat fokus pada analisis perbandingan efek samping antara berbagai jenis obat kemoterapi yang digunakan untuk kanker serviks, serta studi kuantitatif yang lebih mendalam untuk memahami hubungan antara dosis dan frekuensi pengobatan dengan tingkat keparahan efek samping. Selain itu, perlu dilakukan penelitian tentang dampak jangka panjang efek samping kemoterapi terhadap kualitas hidup pasien, termasuk aspek psikologis dan sosial yang belum sepenuhnya dijelaskan dalam studi sebelumnya.

  1. Chemotherapy-Induced Nausea and Vomiting: Challenges and Opportunities for Improved Patient Outcomes... doi.org/10.1188/09.CJON.54-64Chemotherapy Induced Nausea and Vomiting Challenges and Opportunities for Improved Patient Outcomes doi 10 1188 09 CJON 54 64
  2. Toxicities of anticancer drugs and its management | International Journal of Basic & Clinical Pharmacology.... doi.org/10.5455/2319-2003.ijbcp000812Toxicities of anticancer drugs and its management International Journal of Basic Clinical Pharmacology doi 10 5455 2319 2003 ijbcp000812
Read online
File size734.56 KB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test