UTSUTS

Jurnal Ekonomi dan Bisnis IndonesiaJurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan kompetensi sumber daya manusia untuk pekerja migran Indonesia di Malaysia, khususnya dalam menghadapi tantangan era digital. Era digital yang berkembang dengan cepat telah membawa perubahan signifikan terhadap pasar tenaga kerja, yang mempengaruhi sektor industri tradisional dan digital. Akibatnya, pekerja migran Indonesia diharuskan untuk memperoleh kompetensi baru agar tetap kompetitif dan beradaptasi dengan perubahan tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan tinjauan literatur. Fokus penelitian adalah untuk mengidentifikasi kompetensi yang dibutuhkan di sektor-sektor yang terpengaruh oleh digitalisasi, perbedaan kompetensi antara sektor tradisional dan digital, tantangan yang dihadapi dalam pengembangan kompetensi, serta peran pemerintah dan lembaga pelatihan dalam mendukung proses ini. Temuan menunjukkan bahwa pekerja migran Indonesia perlu meningkatkan kompetensinya, khususnya dalam keterampilan digital dan teknologi, untuk bertahan di pasar tenaga kerja Malaysia yang semakin kompetitif. Tantangan yang dihadapi meliputi akses terbatas terhadap pelatihan, kesenjangan pendidikan, dan hambatan bahasa. Pemerintah dan lembaga pelatihan, baik di Indonesia maupun Malaysia, memainkan peran penting dalam menyediakan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan industri modern. Penelitian ini menyimpulkan dengan rekomendasi strategi pengembangan kompetensi, termasuk meningkatkan akses terhadap pelatihan teknologi, mendorong kolaborasi antara sektor publik dan swasta, serta menyediakan program pendidikan berkelanjutan. Diharapkan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi pemerintah, lembaga pendidikan, dan pihak terkait dalam merumuskan kebijakan efektif untuk pengembangan kompetensi pekerja migran Indonesia di era digital.

Penelitian ini menganalisis pengembangan kompetensi sumber daya manusia untuk pekerja migran Indonesia di Malaysia dalam konteks era digital yang terus berkembang.Berdasarkan temuan penelitian, beberapa poin kunci dapat disimpulkan sebagai berikut.Pekerja migran Indonesia di Malaysia harus mengembangkan kompetensi baru, khususnya dalam keterampilan digital dan teknologi.Perubahan di pasar tenaga kerja mengharuskan mereka untuk beradaptasi agar tetap relevan dan kompetitif.Ada perbedaan signifikan dalam kompetensi yang dibutuhkan antara sektor industri tradisional dan digital.Sektor digital menuntut lebih banyak keterampilan teknis dan pemahaman teknologi informasi, sedangkan sektor tradisional masih membutuhkan keterampilan praktis dan manual.Pekerja migran menghadapi berbagai tantangan dalam mengakses pelatihan yang relevan, termasuk keterbatasan pendidikan, kesenjangan teknologi, dan hambatan bahasa.Tantangan-tantangan ini menghambat kemampuan mereka untuk mengembangkan keterampilan yang dibutuhkan oleh pasar.Pemerintah dan lembaga pelatihan memainkan peran penting dalam mendukung pengembangan kompetensi pekerja migran.Program pelatihan yang selaras dengan kebutuhan industri modern sangat penting untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing tenaga kerja migran.Penelitian ini merekomendasikan beberapa strategi pengembangan kompetensi, termasuk meningkatkan akses terhadap pelatihan teknologi, mendorong kolaborasi antara sektor publik dan swasta, serta mengembangkan program pendidikan berkelanjutan.Inisiatif-inisiatif ini diharapkan dapat membantu pekerja migran menghadapi tantangan di era digital.

Saran penelitian lanjutan yang baru adalah: 1. Menganalisis dampak digitalisasi pada sektor-sektor industri tradisional di Malaysia dan strategi yang dapat diterapkan untuk membantu pekerja migran Indonesia beradaptasi dengan perubahan tersebut. 2. Mengeksplorasi peran dan tanggung jawab pemerintah Indonesia dan Malaysia dalam mendukung pengembangan kompetensi pekerja migran, termasuk kolaborasi antar negara dan lembaga pelatihan. 3. Meneliti efektivitas program pelatihan yang ada dan mengembangkan model pelatihan yang lebih terintegrasi dan kolaboratif, yang menggabungkan keterampilan teknis dan lunak, serta memanfaatkan teknologi untuk pembelajaran jarak jauh.

Read online
File size296.5 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test