UNTADUNTAD

Preventif : Jurnal Kesehatan MasyarakatPreventif : Jurnal Kesehatan Masyarakat

Terapi ARV masih menjadi andalan untuk terapi pengobatan HIV/AIDS di dunia. Terapi ARV dilakukan untuk menurunkan jumlah virus di dalam tubuh. Di Indonesia sendiri terapi ARV juga masih digunakan untuk menekan angka HIV/AIDS. Dengan popularnya pengobatan ini tentu menarik peneliti untuk melakukan penelitian tentang ARV apakah benar memberi efek perubahan pada CD4 atau tidak. Tujuan dilakukannya penelitian ini untuk melihat seberapa efektif terapi ARV dalam mengubah jumlah CD4 dalam jangka waktu tertentu. Penelitian ini merupakan penelitian unobtrusive dengan menggunakan metode meta analisis. Penelitian unobtrusive merupakan penelitian yang tidak mengganggu subjek penelitian. Penelitian menggunakan 5 artikel yang berdesain penelitian observasional dengan kriteria yang telah ditentukan. Analisis data yang telah dilakukan menggunakan software CMA versi trial 3.0 dengan tingkat kepercayaan α = 5%. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan bahwa nilai mean difference Pada random effect model sebesar 0.499 dengan nilai lower level 0.27 dan nilai upper level 0.728. Nilai p-value untuk random effect model sebesar 0,000 < α (5%) yang artinya bahwa pemberian terapi ARV memberi perubahan jumlah pada jumlah cd4 dalam tubuh. Kesimpulan pada penelitian ini dilihat dari summary effect dari penelitian dengan variabel hipertensi menggunakan random effect model memperoleh nilai beda rata-rata 0.499 , artinya orang yang mendapat terapi ARV mengalami perubahan nilai CD4 rata-rata 0.499 dari pada yang tidak menjalani terapi ARV dengan nilai lower level 0.27 dan nilai upper level 0.728. Nilai p-value untuk random effect model sebesar 0,000 < α (5%) yang artinya bahwa terapi ARV memberi perubahan nilai CD4 dalam tubuh penderita HIV/AIDS.

Penelitian ini membuktikan bahwa terapi ARV memberikan perubahan jumlah CD4 dalam tubuh.Summary effect dari penelitian ini dengan menggunakan random effect model memperoleh nilai beda rata-rata 0,499, yang berarti pasien yang menerima terapi ARV mengalami peningkatan rata-rata nilai CD4 sebesar 0,499 dibandingkan dengan mereka yang tidak menjalani terapi.Nilai p-value sebesar 0,000 < α (5%) menunjukkan bahwa pemberian terapi ARV secara signifikan mengubah jumlah CD4 dalam tubuh penderita HIV/AIDS.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada identifikasi faktor-faktor spesifik yang memengaruhi respons individu terhadap terapi ARV, seperti perbedaan genetik, status nutrisi, atau adanya infeksi oportunistik. Selain itu, studi komparatif mengenai efektivitas berbagai regimen ARV yang berbeda perlu dilakukan untuk menentukan kombinasi obat yang paling optimal bagi pasien HIV/AIDS di Indonesia. Terakhir, penelitian prospektif jangka panjang diperlukan untuk mengevaluasi dampak terapi ARV terhadap kualitas hidup pasien, perkembangan penyakit, dan potensi resistensi obat, serta untuk mengidentifikasi strategi intervensi yang dapat meningkatkan kepatuhan pasien terhadap pengobatan dan mencegah penyebaran HIV/AIDS lebih lanjut. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih komprehensif dan mendalam mengenai pengelolaan HIV/AIDS di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan efektivitas program pencegahan dan pengobatan serta mengurangi beban penyakit pada masyarakat.

Read online
File size707.52 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test