MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Indonesia merupakan negara beriklim tropis sangat berpotensi untuk terjadinya penyakit infeksi kulit yang dapat disebabkan oleh jamur diantaranya dermatofitosis. Prevalensi penyakit dermatofitosis di dunia adalah sebesar 20-25%, sedangkan di Asia mencapai 35,6%, di Indonesia yang menunjukkan angka persentase 27,6% yang tertinggi. Mengidentifikasi faktor risiko internal, eksternal, dan masalah klinis pasien dengan pendekatan dokter keluarga serta penatalaksanaan berbasis Evident Based Medicine. Studi ini adalah laporan kasus. Data primer diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan kunjungan ke rumah. Penilaian berdasarkan diagnosis holistik secara in-depth interview, observasi dan lembar isian pasien. Pasien An. M, laki-laki, berusia 9 tahun, keluhan utama muncul bercak merah disertai gatal pada punggung, perut, kedua lengan, dan kedua kaki sejak 4 hari lalu. Pasien memiliki riwayat mandi di sungai yang kotor dan kebersihan diri yang kurang. Pola makan pasien tidak terkontrol dari segi jumlah, frekuensi, dan jenisnya. Pasien makan 5 kali sehari untuk makanan berat dan beberapa makanan ringan diantaranya. Pasien didiagnosis tinea corporis dan obesitas. Intervensi yang sudah dilakukan menambah pengetahuan dan mengubah beberapa perilaku pasien dan keluarganya yang dibuktikan dengan perbaikan gejala klinis pasien.

Didapatkan faktor internal berupa pengetahuan mengenai kebersihan diri kurang dan tidak dapatnya membatasi asupan makanan.Didapatkan faktor eksternal berupa kurangnya pengetahuan keluarga mengenai tinea corporis, kebersihan diri, kebersihan lingkungan, gizi sehat-seimbang dan kurangnya dukungan keluarga mengenai kebersihan diri pasien.Telah dilakukan intervensi dengan pendekatan keluarga menggunakan media lembar balik dan presentasi poster mengenai penyakit tinea corporis, kebersihan diri, dan lingkungan, dan gizi sehat-seimbang.Setelah dilakukan intervensi dengan pendekatan keluarga didapatkan peningkatan pengetahuan ibu pasien mengenai tinea corporis, dan secara sederhana pada pasien pun demikian, kebersihan diri dan lingkungan, serta gizi sehat-seimbang.

Untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dan keluarga, diperlukan peningkatan pengetahuan dan wawasan mengenai penyakit tinea corporis serta pengelolaan yang baik. Pelayanan kesehatan perlu fokus pada faktor eksternal dalam mengatasi masalah pasien, seperti memberikan penyuluhan mengenai hidup bersih dan sehat, terutama kebiasaan mencuci tangan, untuk mencegah penularan penyakit. Selain itu, penelitian lanjutan dapat dilakukan untuk mengeksplorasi hubungan antara kebersihan lingkungan dan penularan penyakit, serta strategi intervensi yang efektif untuk meningkatkan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat.

Read online
File size367.32 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test