MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Hipertensi merupakan suatu keadaan dimana tekanan darah sistolik >140 mmHg dan/atau diastolik >90 mmHg (Kemenkes, 2021). Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya Persepsi terhadap perilaku “PATUH pada penderita hipertensi di UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Kabupaten Lampung Selatan. Jenis penelitian ini kuantatif dengan rancangan potong lintang. Populasi penderita hipertensi Usia 15 tahun-59 tahun. Berdasarkan Tabel Kretjie sampel diperoleh sebesar 155 orang. Sampel diambil dengan metode purposive sampling. Alat ukur kuesioner dan data dianalisis menggunakan chi square dan regresi logistik. Hasil penelitian didapatkan bahwa terdapat hubungan persepsi kerentanan (p-value=0,031 OR=2,1), persepsi keparahan penyakit (p-value=0,001 OR=3), persepsi manfaat (p-value=0,000 OR=3,9) keyakinan diri (p-value=0,006 OR=2,9) dengan perilaku PATUH. Tidak ada hubungan persepsi hambatan (p-value=0,068) dengan perilaku PATUH. Faktor yang paling berhubungan dengan perilaku “PATUH adalah persepsi manfaat p-value=0,028 OR=2,7. Hendaknya Puskesmas melakukan pemberian pesan terus menerus melalui media promosi audio, visual ataupun audio visual untuk meningkatkan persepsi manfaat perilaku PATUH, serta melakukan advokasi kepada pejabat formal non formal berpengaruh.

Berdasarkan penelitian tentang persepsi terhadap perilaku PATUH penderita Hipertensi Di UPT Puskesmas Rawat Inap Katibung Kabupaten Lampung Selatan dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan persepsi kerentanan (perceived susceptibility) (p value=0,031 OR=2,1), persepsi keparahan penyakit (perceived severity), (p value=0,001 OR=3,5), persepsi manfaat (perceived benefit) (p value=0,000 OR=3,9), keyakinan diri (Perceived self efficacy) (p value=0,006 OR=2,9) dengan perilaku “PATUH.Tidak terdapat hubungan persepsi hambatan (perceived barrier) dengan perilaku “PATUH p value=0,068.Faktor yang paling berhubungan dengan perilaku “PATUH adalah persepsi manfaat p value=0,028 OR=2,7.

Untuk mengembangkan pemahaman lebih lanjut tentang perilaku PATUH pada penderita hipertensi, beberapa arah penelitian baru dapat dieksplorasi. Pertama, menarik untuk meneliti bagaimana berbagai jenis media promosi kesehatan, seperti video pendek interaktif atau aplikasi seluler, dapat secara optimal meningkatkan kesadaran akan manfaat perilaku PATUH. Penting juga untuk memahami, melalui studi perbandingan, apakah media yang berbeda memiliki dampak yang bervariasi pada kelompok usia atau tingkat pendidikan pasien yang berbeda, agar edukasi bisa lebih tepat sasaran. Kedua, mengingat temuan bahwa persepsi hambatan tidak signifikan, perlu dilakukan penelitian kualitatif yang mendalam untuk menggali pengalaman pribadi penderita. Studi ini dapat mencari tahu secara rinci apa saja hambatan nyata yang mereka rasakan dalam mempraktikkan PATUH sehari-hari, dan mengapa hambatan tersebut terkadang tidak memengaruhi kepatuhan mereka secara keseluruhan. Pemahaman ini akan sangat membantu dalam merancang strategi dukungan yang lebih relevan dan tidak menggeneralisasi masalah. Ketiga, karena penelitian saat ini bersifat potong lintang, studi jangka panjang (longitudinal) akan sangat berharga. Studi semacam ini dapat melacak perubahan persepsi, khususnya manfaat dan keyakinan diri, serta bagaimana perubahan tersebut memengaruhi kepatuhan PATUH pasien seiring waktu, misalnya selama satu atau dua tahun. Dengan demikian, kita bisa melihat apakah intervensi yang diberikan memiliki efek berkelanjutan dan faktor-faktor apa saja yang mendorong kepatuhan jangka panjang, yang sangat penting untuk manajemen hipertensi yang efektif.

Read online
File size311.16 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test