MALAHAYATIMALAHAYATI

Jurnal Dunia KesmasJurnal Dunia Kesmas

Cedera tertusuk jarum (Needle Stick Injury/NSI) adalah cedera yang berisiko menularkan patogen darah seperti hepatitis B, hepatitis C, dan HIV, serta menjadi ancaman bagi tenaga kesehatan, khususnya perawat di fasilitas kesehatan. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi faktor risiko NSI pada perawat melalui tinjauan literatur sistematis. Metode yang diterapkan merujuk pada pedoman Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyses (PRISMA), dengan pencarian artikel melalui PubMed, Google Scholar, dan DOAJ. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi untuk memastikan relevansi, sementara kualitas artikel dievaluasi menggunakan alat penilaian dari Joanna Briggs Institute (JBI). Dari 8 artikel yang dianalisis, ditemukan bahwa faktor risiko NSI pada perawat dipengaruhi oleh manajemen yang kurang optimal, seperti minimnya pedoman pencegahan, pelatihan, dan alat pelindung diri (APD), serta rendahnya kepemimpinan dan partisipasi manajerial. Faktor individu seperti stres kerja, pengetahuan terbatas, dan sikap yang tidak mendukung keselamatan juga berperan. Beban kerja tinggi dan lingkungan kerja berisiko, seperti ruang gawat darurat, meningkatkan peluang cedera. Tindakan tidak aman dan kondisi kerja buruk, seperti mencabut jarum setelah injeksi dan kebersihan yang rendah, menjadi penyebab langsung cedera. Risiko cedera tertusuk jarum pada perawat dipengaruhi oleh manajemen yang lemah, kurangnya pelatihan dan APD, stres kerja, rendahnya pengetahuan, sikap yang tidak mendukung keselamatan, beban kerja tinggi, serta tindakan tidak aman dan kondisi kerja yang buruk.

Faktor risiko utama cedera tertusuk jarum (NSI) pada perawat meliputi manajemen yang lemah, seperti kurangnya pedoman pencegahan, pelatihan, ketersediaan alat pelindung diri (APD), serta rendahnya kepemimpinan dan partisipasi manajerial.Faktor individu seperti stres kerja, pengetahuan yang terbatas, dan sikap yang tidak mendukung prosedur keselamatan turut meningkatkan risiko cedera.Beban kerja tinggi, lingkungan kerja berisiko tinggi (seperti ruang gawat darurat), tindakan tidak aman (misalnya mencabut jarum setelah injeksi), dan kondisi kerja yang buruk juga merupakan penyebab langsung terjadinya cedera tertusuk jarum.

Pertama, perlu dikaji lebih dalam bagaimana budaya keselamatan kerja di rumah sakit memengaruhi kejadian cedera tertusuk jarum, terutama dalam kaitannya dengan partisipasi manajerial dan pelaporan insiden oleh perawat. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas pelatihan keselamatan kerja yang disesuaikan dengan unit layanan tertentu, seperti unit gawat darurat atau ruang bersalin, mengingat perbedaan risiko berdasarkan lingkungan kerja. Ketiga, perlu dilakukan studi longitudinal untuk memahami hubungan antara lama pengalaman kerja dan perilaku keamanan dalam penggunaan alat tajam, karena hasil penelitian menunjukkan temuan yang kontradiktif mengenai apakah pengalaman kerja justru meningkatkan atau menurunkan risiko cedera. Penelitian-penelitian ini dapat memberikan dasar untuk pengembangan intervensi yang lebih spesifik dan berkelanjutan dalam mencegah cedera tertusuk jarum di kalangan perawat.

Read online
File size375.13 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test