SARI MUTIARASARI MUTIARA

JURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKATJURNAL MUTIARA KESEHATAN MASYARAKAT

Latar belakang: Kelelahan kerja merupakan isu kesehatan yang umum dialami pengemudi ojek online dan dapat menurunkan keselamatan serta produktivitas. Faktor seperti usia, durasi tidur, jam kerja, serta masa kerja diduga berperan dalam hal ini. Tujuan: Studi ini bertujuan guna mengidentifikasi faktor‑faktor yang memiliki keterkaitan dengan tingkat kelelahan kerja pada pengemudi ojek online di Kabupaten Gresik tahun 2025. Metode: Studi ini menggunakan desain penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross‑sectional. Sebanyak 100 responden dilibatkan melalui purposive sampling. Data dikumpulkan lewat kuesioner dan dianalisis dengan uji Spearman Rank. Hasil: Mayoritas kelelahan kerja berada pada tingkat sedang (71%). Terdapat hubungan signifikan antara durasi tidur (p = 0,046) serta jam kerja (p = 0,041) dengan tingkat kelelahan kerja. Variabel usia (p = 0,186) dan masa kerja (p = 0,591) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Simpulan: Durasi tidur serta jam kerja berhubungan dengan kelelahan kerja. Perlu upaya edukasi manajemen waktu dan intervensi kebijakan dari aplikasi untuk mengurangi risiko kelelahan pada pengemudi ojek online.

Terdapat hubungan yang bermakna secara statistik antara jam kerja dan durasi tidur dengan tingkat kelelahan kerja pada pengemudi ojek online di Kabupaten Gresik tahun 2025.Variabel usia serta masa kerja tidak menunjukkan hubungan signifikan, namun tetap perlu diperhatikan sebagai bagian dari pendekatan promotif dan preventif untuk menjaga kesehatan kerja.Kelelahan kerja merupakan isu penting yang harus ditangani secara komprehensif, mengingat dampaknya yang signifikan terhadap keselamatan kerja dan kualitas hidup pengemudi ojek online.

Untuk penelitian selanjutnya, disarankan melakukan studi longitudinal guna memantau perkembangan kelelahan kerja seiring waktu dan mengidentifikasi pola musiman atau dampak jangka panjang dari jam kerja. Penelitian juga dapat memperluas variabel psikososial, seperti tingkat stres kerja, kepuasan kerja, dan dukungan sosial, sehingga dapat menentukan apakah faktor-faktor ini memperkuat atau melemahkan hubungan antara jam kerja dan kelelahan. Selain itu, penggunaan alat ukur objektif seperti wearable device atau biomarker fisiologis akan memberi data lebih akurat tentang tingkat kelelahan secara real‑time, sehingga dapat dikembangkan model prediksi risiko kecelakaan atau intervensi berbasis data. Pada tingkat sistem, peneliti dapat mengkaji efektivitas kebijakan regulasi jam kerja maksimal dan mekanisme reward untuk istirahat terjadwal, menilai dampaknya terhadap keselamatan serta produktivitas pengemudi ojek online di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan kombinasi pendekatan ini, hasil penelitian akan lebih dapat digeneralisasi dan memberi dasar empiris bagi perumusan kebijakan kesehatan kerja yang relevan bagi sektor transportasi daring.

Read online
File size218.43 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test