POLTEKKES JAYAPURAPOLTEKKES JAYAPURA

gema kesehatangema kesehatan

Resep menurut pengertiannya berdasarkan permenkes merupakan permintaan yang dituliskan oleh dokter maupun dokter gigi kepada apoteker untuk menyiapkan dan menyerahkan obat kepada pasien sesuai peraturan yang berlaku. Sebelum menyerahkan resep perlu dilakukan pemeriksaan aspek administratif, farmasetik, dan klinis, sehingga dapat menurunkan kesalahan pengobatan dan meningkatkan angka keselamatan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelengkapan resep pasien malaria di Puskesmas Abepura. Jenis penelitian ini yaitu deskriptif dengan pengambilan data sekunder yang berasal dari resep pasien malaria selama satu bulan. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 169 resep dan dikelompokkan berdasarkan umur, tertinggi yaitu pada kelompok umur 17-25 tahun sebanyak 50 pasien (29,6%). Penderita malaria didominasi oleh laki-laki yaitu sebanyak 110 pasien (65%). Menurut kelengkapan resep, terkait data pasien sebanyak 157 resep (93%) telah lengkap, terkait data dokter sebanyak 169 resep tidak lengkap (100%), terkait data obat sebanyak 112 resep (66,3%) telah lengkap dan data terkait administratif lainnya sebanyak 169 resep lengkap (100%). Resep pasien penderita malaria di Puskesmas Abepura belum lengkap.

Resep untuk pasien malaria di Puskesmas Abepura menunjukkan bahwa belum semua resep mencantumkan informasi yang wajib dicantumkan yaitu informasi terkait pasien, obat dan dokter.Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi sumber masukan bagi penelitian selanjutnya untuk melakukan intervensi berupa edukasi kepada penulis resep, dan melihat kelengkapan resep setelah diberikan intervensi berupa edukasi pada penulis resep.

Penelitian selanjutnya dapat menguji sejauh mana intervensi edukasi bagi dokter dapat meningkatkan kelengkapan resep malaria di berbagai puskesmas di Papua, sehingga dapat dibandingkan efektivitasnya pada fasilitas kesehatan berbeda. Selanjutnya, diperlukan studi kualitatif untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan dokter tidak mencantumkan SIP dan data berat badan pasien pada resep, misalnya melalui wawancara dengan dokter dan analisis beban kerja. Selain itu, pengembangan sistem resep digital yang terintegrasi dengan rekam medis dapat dievaluasi dalam uji coba terkontrol untuk menilai pengaruhnya terhadap kelengkapan data resep, khususnya pada aspek administratif, farmasetik, dan klinis. Ketiga arah penelitian ini diharapkan dapat memberikan bukti empiris yang kuat untuk memperbaiki kualitas peresepan dan meningkatkan keselamatan pasien dengan cara yang praktis dan dapat diimplementasikan secara luas.

  1. EVALUASI KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN FARMASETIK PADA RESEP DI PUSKESMAS RAWAT INAP KAMPUNG LAUT TANJUNG... doi.org/10.31004/jkt.v3i1.3662EVALUASI KELENGKAPAN ADMINISTRASI DAN FARMASETIK PADA RESEP DI PUSKESMAS RAWAT INAP KAMPUNG LAUT TANJUNG doi 10 31004 jkt v3i1 3662
Read online
File size238.72 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test